TOKOH KOMUNI PERTAMA

 RENUNGAN HARIAN 

Tgl 21 Agustus 2020

 Hari ini kita mperingati org kudus:  St Pius X.  Beliau lahir dgn nama Yoseph Sarto th 1835 dari keluarga miskin. Setelah menyelesaikan sekolahnya di Padua, beliau ditahbiskan sbg imam th 1858. Pendidikan di Seminari dan pembinaan umat mendapat banyak perhatian. Banyak kali beliau berkunjung ke paroki2 spy mengetahui kehidupan umatNya.  Kemudian, beliau diangkat sbg Uskup, Batrik dan terpilih sbg Paus th 1903. 

 Beliau meski sebagai Paus, tetap tampil sbg "pastor yg sederhana" yg mengabdikan diri sbg gembala umat demi kepentingan Tuhan. Komuni dibuka bagi umat. Komuni pertama bagi anak2, komuni harian dipandang sbg sumber kehidupan kristiani sejati. Beliau wafat th 1914. 

 Paulus dalam 1 Tes 2: 2b - 8 menegaskan: "Berkat pertolongan Allah, kami mperoleh keberanian utk mberitakan Injil Allah kpd kamu dg perjuangan yg berat. Kami tidak bermulut manis dan tidak pernah diam2 utk mengejar keuntungan pribadi. Kami berlaku ramah kpd kamu spt seorang ibu mengasuh anaknya. Kami rela mbagi bukan hanya Injil Allah tetapi juga hidup kami. 

 Yoh 21: 15-17 mencatat dialog Yesus dg Simon Petrus: " Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi aku lebih dr mrk ini?".  Petrus menjawab: "Benar Tuhan, aku mencintai Engkau".  Pertanyaan yg sama itu disampaikan 3x.  Petrus betul2 sedih, dan menjawab:" Tuhan Engkau tahu segala sesuatu. Engkau tahu bhw Aku mencintai Engkau. Kata Yesus: "Gembalakanlah Domba2-Ku". 

 Hikmah yg dpt kita petik: 

 1. Paus Pius sudah sejak awal cinta dan hormat pada ekaristi. Itulah sebabnya ketika menjadi Paus, beliau mbuka pintu bagi umat utk sesering mungkin menerima komuni. Apakah kita "rindu utk menerima komuni" karena cinta dan hormat kita kpd Yesus yg hadir dlm rupa hostia ?  Atau karena "merasa tidak enak (=malu) kpd org lain klo tidak komuni...padahal hidupnya tidak karuan, atau omongannya kotor, sikapnya cuek dan kasar atau suka bohong, sering melakukan tindak kekerasan.   Org2 spt ini memang perlu didorong utk menerima sakramen tobat lebih dulu. 

 2. Paulus membuka diri bhw pelayanan dan kekuatan utk melayani itu berasal dari Allah. Demi kebaikan bersama, mengatakan apa yg terjadi (=tidak bermulut manis / mberi kritik / mberitahukan kekeliruan) adalah bagian dari tugas perutusan itu.  Sebagai murid Kristus, siap menerima dg tenang kritik / pemberitahuan ttg kekeliruan dan kesalahan adalah tanda kedewasaan mental dan rohani.

  3. Petrus ditanya Yesus dg pertanyaan yg sama sampai 3 x. Artinya Yesus menuntut kesadaran penuh dan keseriusan Petrus utk menerima tanggung jawab yg besar.  Dia diminta sadar bhw tugas itu amat penting dan menyangkut hidup org.  Perlu serius karena menuntut tanggung jawab (=dikerjakan dan dilaporkan pada waktunya, sesuai dg tujuannya, dan sekaligus dg hasilnya). Maka, dia tidak boleh main2, bekerja asal-asalan...dg prinsip yg penting selesai. 

 Yesus mau tia-tiap orang, motivasinya dan kerjanya ok, prosesnya juga tepat dan hasilnya maksimal serta dilaporkan pada waktunya. Menjadi pengikut Yesus yg berkualitas, berarti dia wajib punya motivasi yg jelas,  disiplin, kerja keras, tulus, jujur, setia dan mpertanggungjawabkan apa yg dipercayakan kpdnya. 

 Marilah kita mohon rahmat kepatuhan, hormat, setia dan syukur agar kita siap mpertanggungjawabkan apa yg dipercayakan kpd kita. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer