Sabtu, 19 April 2014

KUTERUSKAN KEPADAMU - 2

Pembaca yang budiman

Umat Allah memang membutuhkan para imam dan para religius. Mereka diberkati dan dikuatkan oleh para imam, baik ketika memulai hidup ini (mendapatkan sakramen permandian), ketika menapaki hidup ini (sakramen tobat, ekaristi, krisma, pernikahan), maupun ketika sakit ( sakramen pengurapan orang sakit). Betapa banyaknya imam-imam dan religius yang telah bekerja di seluruh penjuru dunia untuk melayani umat Allah.  Di sisi lain, umat juga mencintai para imam dan religius. Banyak umat yang telah berkorban, dan memberikan dukungan moril, finansial, banyak kemudahan dan rasa aman kepada mereka. Keduanya telah bekerja sama, dan saling melengkapi dalam membangun Gereja Tuhan. 

Salah satu wujud cinta umat kepada para imam dan para religius adalah korban (pengorbanan) Tidak sedikit umat yang telah berkorban bagi imam-imam dan religius yang  sakit, yang sedang mengalami krisis panggilan, yang sedang kebimbingan, bahkan ketergantungan obat atau alkohol. Bentuk cinta umat yang sering diberikan kepada para imam dan religius adalah doa.  Dalam rangka doa kerahiman Ilahi, ada juga doa untuk para imam dan religius. Doa itu saya tuturkan untuk anda.


Hari Kedua
Meditasi Kitab Suci : Mat9:35-38
Marilah kita berdoa bagi para Imam dan Religius
yang menjadi perantara Kerahiman Allah bagi umat manusia.

Yesus yang Maharahim, sumber segala kebaikan. Lipat gandakanlah rahmat-Mu bagi para Imam dan Religius supaya dengan pantas dan dengan hasil yang baik, mereka melaksanakan tugasnya di kebun anggur-Mu. Semoga melalui sabda dan teladan yang baik, mereka dapat menarik semua orang kepada devosi yang pantas kepada Kerahiman Illahi selama-lamanya.

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata-Mu yang penuh kerahiman para pekerja di dalam kebun anggur-Mu, khususnya jiwa-jiwa para Imam dan Religius yang menjadi pelaksana cinta kasih khusus dari Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus. Berilah mereka kekuatan berkat-Mu dan terang khusus, supaya mereka dapat memimpin banyak orang ke jalan keselamatan dan supaya mereka dapat menurunkan kerahiman-Mu. Amin

Umat sekalian
Atas nama para imam dan religius, khususnya yang bekerja di keuskupan Agung Merauke, dan mereka yang dulu pernah bekerja di Merauke, saya mengucapkan banyak terima kasih atas pengorbanan, doa  dan cinta anda untuk kami semua. Apa yang telah anda berikan  tidaklah sia-sia. Gereja sebagai lembaga, dan umat Allah di Keuskupan Agung Merauke, tetap kokoh berdiri dan berjalan terus sesuai dengan rencana besar Tuhan, dan juga karena peran serta anda sekalian.

Pada kesempatan yang penuh rahmat ini, atas nama mereka pula, dan secara pribadi, saya mohon maaf atas segala kekurangan, kesalahan, dan tindakan kami yang kurang berkenan atau malah menyakiti hati anda, atau telah mengakibatkan perselisihan, atau perpecahan. Mungkin pula hal itu telah mengakibatkan hubungan yang tidak harmonis, dan makin renggang di antara kita.


Mari pada hari penuh kasih ini, kita slaing memaafkan dan saling mengampuni, sehingga kita bersama-sama dapat memasuki kehidupan baru yang lebih damai. 

KUTERUSKAN KEPADAMU

PEMBACA YANG BUDIMAN

Sabda Tuhan yang terdapat dalam surat Paulus ini, memberikan inspirasi kepada saya, ketika saya membaca kiriman email dari seorang rekan, tentang kerahiman Ilahi. Saya tergerak untuk meneruskannya. Meski bukan dalam rupa “roti dan anggur” ( Tubuh dan Darah Kristus ), namun tulisan itu dapat menjadi makanan rohani, sekaligus minuman bagi jiwa-jiwa yang dahaga. Inilah sabda yang menginspirasi saya:

Apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti, dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!". Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku! ( 1Kor 11: 23-25)

Atas dorongan sabda itu, saya tuturkan seutuhnya email tentang kerahiman Ilahi yang saya terima, dan saya teruskan untuk anda. Selamat menikmati isinya:

Hari ini Jumat Agung mulai Novena Kerahiman Ilahi.
           
Hari Pertama
Meditasi Kitab Suci : Luk15:1-10
Marilah kita berdoa memohon Kerahiman Illahi untuk seluruh umat manusia.

Yesus yang Maharahim, Engkau mengasihi kami dan mengampuni kami. Janganlah Engkau memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah harapan kami kepada kebaikan-Mu yang tak terbatas. Terimalah kami semua ke dalam hati-Mu yang Maharahim dan jangan singkirkan kami dari sana untuk selama-lamanya. Semuanya ini kami mohon demi cinta-Mu yang mempersatukan Dikau dengan Bapa dan Roh Kudus.

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata-Mu yang penuh Kerahiman seluruh umat manusia, khususnya para pendosa yang merana. Mereka memanjatkan harapan tunggal kepada hati Maharahim Putera-Mu dan Tuhan kami Yesus Kristus. Demi kesengsaraan-Nya yang dahsyat, limpahkanlah kerahiman-Mu kepada kami, supaya kami semua dapat memuliakan kekuasaan-Mu untuk selama-lamanya. Amin.


Doa dapat dilanjutkan dengan doa Koronka.

SEMOGA MELALUI ANDA BANYAK JIWA MENGALAMI KASIH ALLAH. 

KEPERCAYAAN LANJUTAN

PEMBACA YANG BUDIMAN
SYALOOM

Saat ini adalah saat yang cukup padat acara bagi para imam untuk mempersiapkan perayaan malam paska dan minggu paska. Saya pun mengalami hal yang sama. Namun demikian, ketika membuka blog ini, saya tergerak hati pula untuk menuliskan sesuatu yang masih ada di dalam hati. Karena itulah, saya menuangkan semuanya itu dalam tulisan ini untuk anda.  Saya memberi judul pada tulisan ini: KEPERCAYAAN (LANJUTAN), KARENA MEMANG MERUPAKAN LANJUTAN DARI TULISAN SAYA YANG LALU TENTANG LANJUTAN.

Kepercayaan kita kepada seseorang memang tidak muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dan berkembang melalui suatu proses pertemuan, perkenalan, sharing, saling komunikasi dll sehingga terbangunlah dan makin kokohlah “kepercayaan” timbal balik.  Sudah ada beberapa hal yang saya ungkapkan, namun ternyata saya masih memiliki beberapa butir lain yang patut untuk ditambahkan juga. Butir-butir itu adalah:

Tanggung Jawab
Kepercayaan yang diberikan seseorang / lembaga kepada orang tertentu, menuntut (terkandung di dalamnya) suatu tanggung jawab. Artinya orang yang diberi kepercayaan itu, “menuruti /melaksanakan mandat yang diberikan kepadanya sampai tuntas, memberikan laporan sesegera mungkin setelah mandat itu dilaksanakan.  Unsur-unsur lain yang berkaitan dengan tanggung jawab adalah siap untuk menanggung resiko, kesulitan, atau bahkan berkorban demi terlaksananya mandat itu.  Bisa juga, unsur yang berikut ini dimunculkan: “mengolah mandat itu, menyederhanakannya, atau menyempurnakannnya sehingga mandat itu sampai dan diterima dengan lebih meyakinkan”.  

Menyimpan rahasia
Kepercayaan akan segera hilang / tidak dapat digantikan lagi, ketika orang yang diberi mandat tidak dapat menyimpan rahasia. Kata rahasia berpandanan / sinonim dengan kata “secret” (bahasa Inggris). Kata “secret” berasal dari bahasa Latin “sacer” yang berarti kudus / suci, lalu muncullah kata “sacral” (bersifat kudus). Jadi “secret” (sakral) adalah sesuatu yang berkaitan dengan “Yang Kudus” yaitu Allah sendiri, dan hal-hal yang dikuduskan.  Menyimpan “rahasia” adalah sesuatu yang kudus, karena berkaitan dengan isi hati / pribadi orang. Maka, rahasia itu harus dijaga dengan baik dan sesuai dengan permintaan orang yang mempercayakan dirinya itu (PK).
Dalam hal ini kata dalam bahasa Indonesia memang agak sulit untuk membedakan “rahasia” yang berarti kudus / suci dan rahasia dalam arti “rencana jahat”. “Rahasia” sering dimengerti sebagai “menyimpan rapat-rapat fakta yang ia ketahui / berita yang disampaikan kepadanya”. Apakah hal itu bersifat  kudus atau tidak, itu urusan lain.

Mengembangkan
Kepercayaan yang diberikan seseorang kepada orang kepercayaan (OK)  itu mengandung maksud bahwa OK itu membantu PK untuk makin maju dan berkembang. Keduanya bukan saling tergantung, tetapi berjalan bersama-sama menuju ke tingkat kedewasaan / kematangan dan kebahagiaan yang lebih tinggi.  Kepercayaan itu semakin membebaskan PK dari kesesakan, kekecewaan, keterkurungan dan rasa minder. PK yang tadinya takut-takut dan mudah putus asa, menjadi orang yang makin mandiri dan penuh keyakinan akan masa depannya.

Hidupnya diwarnai oleh rasa syukur dan sukacita
Kepercayaan itu membuat kedua belah pihak hidup dalam suasana penuh syukur. Mengapa ? karena keduanya saling memberi berkat. PK dengan “menyerahkan rahasia pribadinya kepada OK dapat dikatakan “memberkati” OK. Sebaliknya, OK dengan menjaga rahasia pribadi PK juga telah menjadi berkat bagi PK.  Dengan demikian menjadi jelas, bahwa keduanya telah menjadi saluran berkat. Keduanya saling memberkati. Itulah sebabnya, keduanya hidup dengan hati yang diwarnai oleh rasa syukur dan sukacita.

Terima kasih
Kiranya pantas pula bahwa OK mengucapkan terima kasih kepada PK, karena dirinya “dipilih” dari sekian banyak orang lain untuk “mendengarkan rahasia-rahasia hidupnya. Memang hal-hal yang rahasia tidak selalu enak untuk didengarkan dengan telinga, tidak selalu membawa orang pada pengertian. Sering OK, harus mengikuti / mendengarkan lebih dulu cerita yang berbelit-belit, lama, tidak jelas arahnya,  bingung, belum /tidak tahu solusi yang tepat untuk PK. Tidak jarang, OK dianggap terlalu keras atau malah menghakimi.   Namun ketika semuanya sudah terlewati, buah-buah manis yang akan muncul dan dirasakan.  Menjadi pribadi yang dipilih, itulah alasan utama untuk mengucapkan terima kasih kepada PK, dan tentu kepada Allah yang telah menyertai perjalanan panjang dan sulit itu. 

Rabu, 09 April 2014

KEPERCAYAAN

PEMBACA BLOG YANG BUDIMAN

SYALOOM....

Ada satu tulisan lagi yang saya haturkan kepada anda. Tulisan ini lahir sebagai buah renungan atas apa yang saya alami pada minggu-minggu yang baru lalu. Moga-moga butir-butir mutiara yang ada di dalamnya dapat anda petik, dan semoga berguna bagi para pembaca.

Kepercayaan
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, istilah “percaya” mempunyai beberapa arti. Pertama percaya berarti mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata. Kedua, percaya berarti menganggap atau yakin b ahwa sesuatu itu benar-benar ada. Ketiga, percaya berarti menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur ( tidak jahat, dll). Keempat, percaya berarti yakin benar atau memastikan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu ( bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb).  Kamus yang sama, menerangkan “kepercayaan berarti anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar atau nyata”. Mempercayai berarti mengharapkan benar atau memastikan bahwa akan dapat memenuhi harapannya, dsb.

Memastikan atau mempunyai keyakinan bahwa seseorang itu baik, jujur, benar dan dapat diharapkan / memenuhi harapannya, bukan terjadi secara tiba-tiba.  Kepercayaan ini terjadi secara bertahap, melalui pengamatan, perjumpaan, informasi, tukar pengalaman, komunikasi yang sering terjadi sehingga makin hari kepercayaan itu makin kuat.

Perkenalan
Untuk mengenal seseorang, ada pelbagai cara. Ada yang mengenal orang lain, misalnya a) lewat tulisan-tulisannya, lewat foto-fotonya atau lukisannya, atau lewat berita-berita yang didengarnya, b) melalui karya-karyanya dan kemudian bertemu secara langsung dengan orangnya. Ada pula yang  c) bertemu langsung dengan orangnya dan kemudian bekerja sama dengan dia, d) ada pula karena sejak kecil adalah teman sekolahnya, atau teman bermainnya. Dan masih ada banyak cara lain lagi yang bisa dimunculkan / disebutkan.

Perkenalan yang kemudian bisa membawa orang ke tahap “mengenal orang lain” menyiratkan atau menunjukkan bahwa pada kedua pihak ada unsur-unsur yang makin hari makin menyatukan mereka. Kesatuan / kesamaan ide, pengalaman, tujuan atau apa saja yang mereka alami dan mereka nyatakan dapat menjadi jalan masuk untuk makin mengenal satu sama lain. Perkenalan yang kemudian mengarahkan mereka pada tahap “mengenal orang lain” secara baik dan benar, akan mengajak mereka masuk ke tahap berikutnya adalah “persahabatan”.  Bila persahabatan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan ini berlanjut, mereka bisa melangkah ke tahap berikutnya yaitu keduanya kemudian menjadi sepasang kekasih. Bila tahap tersebut masih berlanjut, banyak pasangan kekasih yang akhirnya memutuskan untuk menjadi pasangan suami istri.

Kalau demikian, apanya / dari mana “perkenalan dan persahabatan” itu muncul ?  ada begitu banyak yang bisa disebutkan.  Saya mencoba untuk menelusur beberapa saja.  

Kata-kata
Kata-kata seseorang yang tertulis di buku, di majalah, di koran, didengar via radio, atau  diucapkan via tayangan di televisi, dapat menjadi pintu masuk bagi pembaca / pendengarnya untuk simpati kepada penulis / pemilik suara. Kata-kata yang tertulis / terucap sesungguhnya mewakili kedalaman pribadi orang itu (penulis / pemilik suara itu). Sentuhan-sentuhan kemanusiaan, kejiwaan, kerohanian, keindahan atau pencerahan, keilmiahan, dan bobot lainnya yang tertuang di sana, menunjukkan betapa banyak / kaya pengalaman orang itu. Sentuhan-sentuhan kemanusiaan, kerohanian, kejiwaan dsb itulah yang menggugah “magnet pembaca / pendengar” untuk mendekatkan diri kepada pribadi itu, karena mereka merasa disapa, dikuatkan, diperkaya dan dikembangkan.

Ternyata kata-kata baik yang terucap maupun yang tertulis, bagi orang yang ingin maju dan berkembang, mempunyai kekuatan yang luar bisa untuk membangun, membaharui, memperkaya atau setidak-tidaknya memberikan inspirasi dan motivasi bagi orang lain tentang banyak  hal. Sebaliknya, bagi orang yang cuek, kecil hati, dan minder, semuanya itu malah makin menyesakkan dada. Semuanya menjadi beban yang membuat dia makin menderita. Amat disesalkan bahwa hal ini sering kali terjadi di kalangan masyarakat yang hidupnya belum berkecukupan. Padahal mereka adalah masyarakat yang jumlahnya amat besar di republik ini.

 Penampilan
Penampilan lahirian baik di depan umum, di media masa, atau pun dalam pergaulan turut memberikan andil, munculnya simpati / hasrat untuk berkenalan pembaca / pemirsa / pendengar dengan orang itu. Penampilan yang bersih, rapih, santun, dan menarik sering memberikan nilai tambah bagi pendengar, pemirsa atau pembaca karya orang itu. Dalam pertemuan langsung, penampilan lahiriah akan sangat berpengaruh pada tumbuh dan berkembangnya rasa simpati dan hasrat untuk berkenalan pada diri seseorang. Makin hangat, ramah, bela rasa, apresiasi yang diberikan oleh pribadi itu, makin besar pulalah peluang untuk mengenal, menjabat erat dan menjalin persahabatan dengan orang itu.

Penampilan lahiriah, sering menjadi “corong” atau “pintu masuk” yang amat besar andilnya terhadap terbukanya sebuah perkenalan, persahabatan dan kepercayaan. Penampilan yang wajar, tidak dibuat-buat, yang tulus, dan simpatik, meskipun bukan yang terpenting untuk sebuah kehidupan, namun amat nyata memberikan “andil besar” bagi hadirnya banyak sahabat, kenalan, rekan kerja, dan dapat merupakan pembuka jalan bagi masa depan yang makin cerah. Penampilan yang didasari oleh hati yang bersih, pikiran yang cerdas, dan motivasi yang membangun, akan mencerahkan kehidupan diri sendiri dan banyak orang.

Tanggapan
Tangapan adalah jawaban atas apa yang sedang dihadapi. Pada umumnya yang diharapkan oleh manusia dan masyarakat, terlebih anggota keluarga, adalah tanggapan yang membangun, meneguhkan, memberikan rasa aman, dan membuka masa depan yang cerah.  Terlebih kaum muda, amat mengharapkan tanggapan yang memberikan inspirasi kepada mereka untuk meniti jalan panjang yang sedang mereka lewati. Demikian pula, generasi pendahulu, dengan melihat, membaca atau mendengarkan tanggapan yang bijaksana, mencerahkan dan mengajak orang untuk terlibat, amat diharapkan. Itulah sebabnya, tanggapan yang demikian ini merupakan sebuah andil besar bagi pembangunan manusia dan bangsa di muka bumi ini.

Empati
Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain. Hanya manusia yang bisa berempati. Kemampuan ini akan membangkitkan di dalam diri orang itu sikap atau tindakan berbelarasa, turut ambil bagian dalam mencari jalan keluar, dan banyak tindakan lain yang berguna dan mengembangkan kehidupan manusia.

Komunikasi
Apa yang direnungkan, ditemukan dan dihidupi tidak akan banyak gunanya jika disimpan untuk diri sendiri. Melalui pembicaraan, tulisan atau pun terlebih pertemuan yang mengakrabkan dan menyatukan, akan terjadi perkembangan, persatuan dan kemajuan di banyak bidang kehidupan. Dengan kata lain, komunikasi itu amat penting untuk menterjemahkan dan menyebarkan luarkan kekayaan batin, pengalaman kehidupan bermasyarakat, atau penemuan-penemuan baru yang berguna bagi tumbuh dan berkembangnya kehidupan umat manusia. Komunikasi timbal balik yang baik dan lancar, akan memungkinkan terjadinya saling pengertian, saling menghargai, saling mendukung dan saling membahagiakan.

Komunikasi akan menjadi semakin baik dan lancar, bila didukung oleh ketulusan, kejujuran, kerendahan hati, pengorbanan dan keberanian untuk mengambil inisiatif. Tanpa memperhatikan unsur-unsur yang demikian ini, hal-hal lain yang menggegoroti kehidupan manusia bahkan menghancurkan semua yang telah dibangun dengan susah payah, dengan mudah akan muncul. Komunikasi yang baik akan mengurangi kekecewaan, menghilangkan kecurigaan dan memperkokoh kesatuan.  Komunikasi yang baik, akan semakin memperkokoh kepercayaan. 

Jabatan
Jabatan sesungguhnya merupakan hasil dari kerja keras yang telah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama.  Jabatan adalah “mahkota” dari suatu prestasi yang telah ditunjukkan oleh seseorang. Kalau demikian ini adanya, orang-orang yang memegang jabatan adalah orang-orang yang tahu kerja keras, tahu mengelola sesuatu, tahu mengatasi persoalan dan mencari jalan keluar.  Yang didapatnya sekarang adalah suatu penghargaan / suatu bentuk kepercayaan dari masyarakat atau lembaga atau pemerintah. Dengan kata lain, jabatan yang diterimanya semestinya adalah simbol bahwa orang itu adalah orang yang dapat dipercaya.


Dalam bahasa orang beriman, kepercayaan adalah pernyataan / buah-buah kasih dari manusia atas semua karunia yang telah dia terima dari Allah dan sesamanya. Apa yang diterimanya, dialaminya dan dihidupinya, diwujudkan dalam kerja, pelayanan, dan pengabdiannya yang tulus, dan dikomunikasikan secara baik di dalam keluarga, masyarakat dan banyak orang lain. Dia siap dan rela menjadi saluran rahmat bagi orang lain. Kepercayaan baginya adalah tanda kasih Allah kepadanya yang dia teruskan kepada sesama manusia. 

KAMU ITU SIAPA ?

PEMBACA BLOG YANG BUDIMAN
SYALOOM...

Beberapa hari yang lalu, menjelang pemilu legislatif, saya mendapat kiriman sebuah puisi. Isinya sungguh tulus, namun menggelitik sanubari ini. Puisi itu diciptakan dengan melihat situasi nyata yang dialami penulisnya. Saya pun mengalami hal yang sama, namun tidak pandai menuliskannya dalam bentuk puisi. Karena itu, saya merasa dan mengalami bahwa isi dari puisi itu, mewakili apa yang saya rasakan juga.

Dengan banyaknya caleg yang bertebaran nama-namanya dan gambarnya di mana-mana, saya pribadi jadi bingung dan heran. Saya bingung, karena tidak tahu mereka itu siapa dan dari mana asalnya. Nama-nama dan foto-foto mereka bermunculan di mana-mana, untuk memperkenalkan diri, dan meminta dukungan supaya bisa duduk di kursi legislatif. Suara saya hanya 1, tetapi calon yang muncul banyak sekali. Saya bingung karena tidak tahu harus memilih siapa.

Saya heran juga, bahwa dalam kehidupan sehari-hari sepertinya amat sulit untuk mendapatkan orang-orang yang rela berjuang bagi sesamanya, terlebih untuk masyarakat banyak. Namun, ketika ada kesempatan maju untuk menjadi caleg, tiba-tiba bermunculan wajah-wajah sekian banyak orang. Mereka “tiba-tiba” terpanggil untuk membangun, mencerahkan, dan membawa kemajuan bagi masyarakat dan bangsa. Saya heran mereka ini mendapatkan kekuatan dari mana ?  saya heran juga bahwa mereka “merasa terpanggil untuk memikul beban masyarakat”.  Kebingungan dan keheranan saya ini, ternyata  dirasakan oleh orang lain juga.  Puisi yang saya haturkan kepada anda, adalah ungkapan semuanya itu. Saya berterima kasih kepada bapak Hendardi, meski saya tidak kenal beliau secara pribadi, yang telah mengungkapkan situasi itu dalam puisinya. Marilah kita simak isi puisi yang menurut saya mengandung banyak makna....


KAMU ITU SIAPA ? 
Karya : Hendardi 

(Puisi untuk para Caleg)

Kamu itu siapa? Sekonyong-konyong datang meminta kepercayaan kami dan merasa bisa mengubah nasib kami...  Kamu itu dari mana saja? Mendadak hadir dengan sekarung janji di tengah sulitnya hidup kami... 


Kamu itu kenapa ? Sampai merasa terpanggil untuk membawa amanat berat negeri ini... 

Kamu itu kemana saja?   Saat kami kebanjiran, sakit dan kelaparan, anak2 kami diculik, kekerasan menimpa kami kaum hawa, rumah ibadah kami diporakporanda kan oleh aksi premanisme yg sangat menakutkan kami, kala aset negeri ini dikuasai asing karena perilaku anak negeri yg berjuang untuk diri sendiri, kala sumber daya alam tidak dikelola sesuai amanat Konstitusi, kala tikus2 berkeliaran di semua institusi... 

Kamu dulu dimana? Ketika lapak dan rumah kami digusur, dengan atas nama kekuasaan... 
Kamu dimana kemarin? Saat kami harus menelan ketidak adilan dan dirampas hak kami sebagai warganegara... 

Kamu itu punya apa sih? Hingga begitu yakin akan meraih hati kami, untuk memilihmu mengurusi kami... 
Sebulan ini, ratusan fotomu dengan berkopiah dan berhijab tersebar mengotori jalan desa dan kota kami. Berlatar lambang dan slogan janji organisasi, kamu senyum dipaksakan, untuk memikat hati kami... 

Kamu itu siapa sih? Hingga merasa pernah mengenal kami... 
Kamu itu siapa sih? Hingga merasa yakin dapat suara kami... 
Kamu itu siapa? Maaf,kami tidak mengenal kalian.

Moga-moga puisi tersebut, bukan sekedar ungkapan, namun merupakan undangan bagi anak bangsa untuk membangun bumi pertiwi dan manusianya, agar “di sini dan pada masa kini, terjadi yang diharapkan oleh semua anak bangsa: keadilan dan kebenaran, kesejahteraan dan kebahagiaan, bagi semua orang. 

Senin, 07 April 2014

KATA HATI MGR J DUIVENVOORDE MSC

PEMBACA BLOG YANG BUDIMAN

SYALOOM  

Dalam rangka peringatan 10 tahun pengangkatan P Nico Adi sebagai uskup Merauke, saya munculkan hasil wawancara dengan Mgr J. Duivenvoorde MSC atas terpilihnya uskup baru tsb. Sesudah saya renungkan kembali apa yang beliau sampaikan, saya amat kagum atas ketabahan beliau dalam menghadapi situasi yang kurang mengenakkan beliau, pada akhir masa pengabdiannya. Paparan ini merupakan tanda apresiasi saya, kepada beliau yang telah menunjukkan kegembalaannya sampai akhir.

MGR. JACOBUS DUIVENVOORDE MSC:
“GEMBIRA ATAS TERPILIHNYA USKUP BARU”

Sudah 32 tahun, Mgr Jacobus Duivenvoorde MSC mempersembahkan pengabdiannya sebagai uskup di kota Rusa Merauke ( 1972 – 2004 ). Di usianya yang kian senja ( ke 76 ) dengan ketahanan fisik yang semakin menurun, beliau sangat mengharapkan kehadiran seorang pengganti yang bisa melanjutkan tugas kegembalaan di Keuskupan Agung Merauke (KAM). Setelah menunggu beberapa tahun, pada tanggal 01 Mei 2004, kerinduan dan doanya dikabulkan. P. Nico Adi Seputra MSC, terpilih sebagai uskup Agung Merauke. Berita yang diterima dari Nuntius (Duta Vatikan), bagi Mgr Duivenvoorde, bagai tetesan embun yang memberi kesejukan baru, setelah keletihan dan dahaga penantian seakan menderanya di tahun-tahun terakhir ini. Berikut ungkapan hatinya:

Bagaimana tanggapan Monsinyur atas pengangkatan uskup baru ?
Saya bergembira, karena pada akhirnya tokh ada yang menggantikan posisi saya. Sudah saatnya saya harus menyerahkan tongkat kegembalaan kepada orang lain. Tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 15 April 2001, saya secara resmi mengirim surat ke Roma, meminta supaya berhenti dari tugas saya sebagai uskup Agung Merauke, berhubung sudah tua dan sudah cukup lama mengabdi. Surat permintaan saya ditanggapi secara positif, dan saya diminta untuk menyiapkan tiga calon (terna). Setelah melewati proses yang cukup lama (3 tahun) dengan kesaksian dan penilaian yang diberikan dari berbagai kalangan, baik jajaran hirarkis maupun awam, bahkan setelah ada “tolak tarik” di sana sini, pada akhrinya diangkat satu calon yang dinilai cukup memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Roma. Dan P. Nico Adi Seputra MSC menjadi calon terpilih. Dialah yang akan menggantikan saya sebagai uskup diosesan agung Merauke.

Sejauh yang bapak Uskup kenal, siapakah Mgr Nico adi MSC ?
Ada 2 hal yang membuat saya cukup mengenal siapa Mgr Adi itu. Pertama, dia cukup lama berkarya di KAM (kurang lebih 15 tahun): 3 tahun di dekanat Kepi, 5 tahun di dekanat Kimaam, 4 tahun studi di Manila, 2 tahun di paroki Katedral, dan mulai Oktober 2003 – sekarang, sebagai Vikjen KAM.  Dalam kurun waktu yang bukan sedikit ini, dia pasti cukup mengenal umat Papua dengan segala kekhasannya. Kedua, secara pribadi, saya mengakui bahwa dia memiliki kapasitas untuk memimpin keuskupan ini.  Pengangkatan P Nico oleh Roma untuk menggantikan saya sebagai uskup, bukanlah keputusan yang tambal sulam.

Apa yang menjadi harapan sekaligus pesan Mgr untuk uskup yang baru ?
Harapan saya, di bawah kepemimpinannya nanti, keuskupan ini menjadi lebih baik dan lebih berkembang. Dengan semangat muda, yang ditopang oleh pengetahuannya yang cukup luas tentang Irian, secara khusus manusia Irian, serta dalam atmosfer kerja sama penuh persaudaraan dan kesatuan dengan seluruh umat, dia pasti bisa menghantar keuskupan kita selangkah lebih maju. Jalan menuju perbaikan sedang terbuka di depannya. Roh Allahlah yang akan bekerja memampukan dia dalam menuntun jemaat KAM menuju perubahan yang lebih baik. Apalagi, di penghujung persiapan memasuki seabad Gereja Katolik di Papua Selatan, aktivitas dan partisipasi umat kian nampak.  Fenomena yang cukup significant ini, di satu sisi menjadi indikasi semakin hidupnya iman umat. Sementara di sisi lain, sungguh menjadi suatu modal utama yang kuat, untuk sama-sama mengadakan “perbaikan” menuju masa depan Gereja KAM yang lebih baik: Gereja yang mandiri dan mengumat dalam berbagai aspek.

Bagaimana tanggapan Bapak Uskup terhadap reaksi spontan umat, setelah pengumuman uskup (ada yang menerima dan ada yang menolak ) ?
Saya kira wajar-wajar saja, bahwa ada umat yang senang dan ada yang tidak senang. Ada yang menerima dan ada yang menolak. Ini adalah ekspresi nyata betapa umat KAM sudah semakin dinamis, kritis dan selektif dalam menentukan figur pemimpin gereja setempat. Cuma, bagi kelompok umat yang menolak, saya mengharapkan ekstra pemahaman terhadap beberap ahal yang akan saya beberkan berikut ini, yang sesungguhnya menjadi spesifikasi Gereja Katolik. Pertama, perlu kita ketahui, bahwa setiap institusi mempunyai aturan mainnya sendiri. Misalnya, aturan main yang diberlakukan di negara Indonesia, pasti berbeda dengan yang diterapkan di Filiphina, atau di Inggris. Demikian halnya juga dengan Gereja. Sebagai institusi rohani, Gereja memilih aturan mainnya yang khas, semisal dalam memilih pemimpin di setiap gereja lokal.  Adalah sangat keliru, kalau kita menyamaratakan dan menyeragamkan aturan main di setiap institusi yang ada.  Kedua, saya menyadari bahwa dalam konteks Gereja Lokal Papua, ada tiga saran yang akhir-akhir ini disinyalir sebagi aspirasi umat dalam kaitannya dengan pencalonan uskup: 1) Putra asli Papua, 2) Bukan asli Papua tetapi kelahiran Papua, 3) dari luar Papua tetapi cukup mengenal tentang Papua. Saya kira, salah satu saran di atas dipenuhi oleh uskup kita yang terpilih.

Ketiga, Gereja KAM dituduh tidak demokratis, lantaran tidak melibatkan umat dalam pemilihan calon uskup. Dalam sejarah gereja, pada masa Gereja awal, ketika jumlah umat masih sedikit, pemilihan uskup ada yang dilakukan secara langsung oleh umat. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, Gereja punya aturan mainnya sendiri. Kita tidak bisa mengambil over baju demokrasi dalam konteks politik dan memakaikannya pada Gereja Katolik. Saya tidak tahu, kalau di masa-masa mendatang ada perubahan. Tetapi sampai saat ini, kita masih mengikuti aturan main yang ada, yang sudah dipraktekkan oleh Gereja katolik selama berabad-abad.
Keempat, Gereja Lokal KAM adalah bagian dari gereja universal. Kita harus memahami betul konsep gereja universal. Salah satu ciri gereja universal adalah siapa saja, tanpa memandang embel-embel tertentu, yang penting ber-capable serta memenuhi kriteria kelayakan – boleh menjadi pemimpin gereja setempat di mana saja.  Saya menghargai sikap pribadi dari kelompok umat yang menolak. Tetapi harapan saya, jangan menjadikan alasan ini untuk mengkonfrontir situasi serta memicu terjadinya perpecahan tubuh jemaat KAM.
                                                                                                    Hasil wawancara
                                                                                                     Don. S. Turu Pr.

Beliau telah pergi menghadap Sang Pencipta, tanggal 16 November 2011 di biara Notre Dame – Tilburg Belanda. Semoga dari surga, beliau mendoakan umat dan para gembala yang dulu pernah beliau gembalakan.

Mgr J Duivenvoorde MSC, terima kasih atas segala jasa dan pengabdian Mgr selama bertugas di Merauke selama hampir 48 tahun. Telah banyak yang Mgr taburkan dan pupuk. Buah-buahnya telah banyak yang kami alami.   Perjuangan dan kerja keras Mgr dan para misionaris baik pater, bruder maupun suster akan kami lanjutkan. Kami percaya bahwa Roh Allah yang telah mendampingi Mgr dan para pendahulu kami, akan tetap bersama kami.

10 TAHUN PENGANGKATAN SEBAGAI USKUP

PEMBACA BLOG YANG BUDIMAN
SYALOOM

Hari ini, adalah hari Senin tanggal 7 April 2014. Apakah ada sesuatu yang khusus dan istimewa ? Pagi hari saya tidak menemukan sesuatu yang lebih istimewa, kecuali merayakan ekaristi bersama umat di gereja katedral – Merauke. Sekitar jam  09.00 saya mendapatkan sms ucapakan selamat atas pengangkatan saya sebagai uskup Merauke. Kemudian, saya mencari dokumen penting di arsip..... Benar adanya. Tanggal 7 April 2014, adalah hari istimewa dan khusus. Apa itu ?  pada tanggal 7 April 2004,  Paus Johanes Paulus II melalui Bula yang ditulis dalam bahasa Latin, telah mengangkat saya menjadi Uskup Agung Merauke.   Hari ini, adalah ulang tahun ke 10 pengangkatan saya secara yuridis.

Mengapa dikatakan istimewa dan khusus ?  Dikatakan istimewa, karena pengangkatan itu dilakukan oleh Paus sendiri, dan khusus karena pengangkatan itu menaikkan martabat saya dari martabat imamat ( pastor ) ke martabat episkopat (uskup ). Tanpa surat resmi dari Paus itu (bulla), seseorang tidak bisa secara sah menerima tahbisan uskup.

Isi "Bulla" yang ditulis dalam bahasa Latin itu, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Mgr Jakobus Duivenvoorde MSC (uskup yang saya gantikan). Terjemahan itu, pada hari ulang tahun ke 10 pengangkatan tersebut, saya paparkan dalam blog ini:

YOHANES PAULUS
USKUP, HAMBA DARI HAM-HAMBA ALLAH

Kepada Putera tercinta, Nicholaus Adi Seputra, anggota Tarekat Missionaris Hati Kudus Jesus, yang sampai sekarang Vikaris Jenderal, Keuskupan Agung Merauke, salam dan berkat Apostolik.
Tugas mewartakan injil adalah rahmat dan sekaligus panggilan Gereja menurut perkataan rasul Paulus – I Kor 9:16 “Jika aku mewartakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri sebab hal itu merupakan keharusan bagiku. Lebih-lebih lagi aku ingin melaksanakan tugas itu dari hari ke hari dengan setia dan rajin”.  Karena itu, kami anggap tidak ada yang lebih sesuai daripada mengangkat bagi setiap kelompok gerejani, para gembala yang penuh semangat, yang setiap hari melayani anugerah kabar baik.

Karena pengunduran diri dari saudara tercinta, Jacobus Duivenvoorde MSC, Keuskupan Agung Merauke lowong, dan hal ini tetap dalam perhatian kami. Juga kami mengingat akan engkau yang telah bertugas sebagai Vikaris Jenderal dalam keuskupan yang sama dengan kerajinan dan kebijaksanaan pastoral. Setelah menimbang dengan seksama pendapat dari kongregasi pewartaan Injil, kami, dengan kekuasaan apostolik, mengangkat engkau sebagai uskup metropolit Merauke, dengan segala hak dan kewajiban yang terikat pada jabatan itu.

Kami mengijinkan bahwa engkau ditahbiskan di luar kota Roma, oleh seorang uskup katolik menurut peraturan liturgis yang berlaku. Namun, sebelumnya, ucapkanlah pernyataan iman dan janji kesetiaan kepada kami dan pengganti-pengganti kami menurut formula yang ditetapkan, dan formula itu harus dikirimkan kepada Kongregasi yang disebut di atas.

Demi kaum klerus dari keuskupan dan demi umat seluruhnya, yang mendambakan pengumuman keputusan kami ini, kami menasehati engkau, putera terkasih, dengan dikuatkan oleh rahmat dari Tuhan, agar tetap mewartakan keselamatan yang Tuhan percayakan kepada kami, kepada umat yang tercinta di Keuskupan Agung Merauke, baik melalui pewartaan sabda maupun melalui pelayanan sakramen-sakramen.

Dikeluarkan di Roma, di hadapan Petrus, pada tanggal 7 April tahun 2004, tahun ke 26 pontifikat kami.

JOHANES PAULUS II

Saya mengingat dan mengenang hari ini dengan penuh rasa syukur. Memang tidak ada pesta besar atau makan bersama.....karena tidak disiapkan. Namun, hati yang penuh syukur dan sukacita memenuhi hari ini. Kepada mereka semua yang telah mendukung hidup dan pelayanan saya sebagai uskup, dalam bentuk doa, surat, bbm, sms dan bentuk-bentuk pengorbanan lainnya, saya haturkan banyak terima kasih. Semoga saya semakin menjadi gembala umat yang rendah hati, bijaksana dan murah hati serta penuh semangat dalam melayani dan berkorban demi keselamatan banyak jiwa.