Kamis, 28 Februari 2019

MENJADI BAHAGIA


Pembaca yang Budiman

Syaloom

Saya tidak ingat apakah tulisan di bawah ini sudah pernah saya muat di blog saya ini atau belum. Tidak ingat adalah bagian dari kehidupan manusia. Mengingat bahwa tulisan yang akan saya muat ini merupakan buah-buah rohani yang baik dan bermanfaat, saya tuturkan kembali selengkapnya untuk anda.

Tidak ingat membuat saya merasa menyesal, mengapa hal yang baik ini ditunda atau malah tidak diteruskan kepada orang lain. Karena itu, ketika saya ingat, tulisan itu saya bagikan untuk anda.  Maka, “hal tidak ingat” selain merupakan bagian dari hidup, sekaligus juga merupakan gugahan untuk membuat langkah perbaikan.  Langkah perbaikan itulah yang sekarang saya ambil. Bukti bahwa saya sudah mengambil langkah adalah saya menampilkan tulisan yang telah saya tunda / saya lupakan itu untuk anda. Semoga anda mendapatkan manfaatnya juga.   Selamat membaca.

*MENJADi MANUSIA YANG BAHAGIA*  buah karya Paus Fransiskus

Alih bahasa oleh Rm. Ignatius Ismartono, SJ 

"Engkau mungkin memiliki kekurangan, merasa gelisah dan kadangkala hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini. Hanya engkau yang sanggup menjaga agar tidak merosot. 
Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu dan mencintaimu. 

Aku ingin mengingatkanmu bahwa menjadi bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa musibah, atau bekerja tanpa merasa letih, ataupun hubungan tanpa kekecewaan.

Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman di saat ketakutan, mencari kasih di saat perselisihan.

Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi juga mengolah kesedihan.

Bukan hanya mengenang kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan.

Bukan hanya bergembira karena menerima tepuk tangan meriah, tetapi juga bergembira meskipun tak ternama.

Menjadi bahagia adalah mengakui bahwa hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat krisis.

Menjadi bahagia bukanlah sebuah takdir, yang tak terelakkan, melainkan sebuah kemenangan bagi mereka yang mampu menyongsongnya dengan menjadi diri sendiri. 

Menjadi bahagia berarti berhenti memandang diri sebagai korban dari berbagai masalah, melainkan menjadi pelaku dalam sejarah itu sendiri. 

Bukan hanya menyeberangi padang gurun yang berada diluar diri kita, tapi lebih dari pada itu, mampu mencari mata air dalam kekeringan batin kita. 

Menjadi bahagia adalah mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat kehidupan. 

Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita. Melainkan bagaimana membawa diri kita. Untuk menanggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak.

Untuk memiliki rasa mantap ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil. 

Dengan mencium anak-anak, merawat orang tua, menciptakan saat-saat indah bersama sahabat-sahabat, meskipun mereka pernah menyakiti kita. 

Menjadi bahagia berarti membiarkan hidup anak yang bebas, bahagia dan sederhana yang ada dalam diri kita; memiliki kedewasaan untuk mengaku "Saya Salah", & memiliki keberanian untuk berkata "Maafkan Saya" ...

Memiliki kepekaan untuk mengutarakan "Aku membutuhkan kamu" ; memiliki kemampuan untuk berkata "Aku...

Dengan demikian hidupmu menjadi sebuah taman yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia. 

Di musim semi-mu, jadilah pecinta keriangan. Di musim dingin-mu, jadilah seorang sahabat kebijaksanaan. 

Dan ketika engkau melakukan kesalahan, mulailah lagi dari awal. Dengan demikian engkau akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan. 

Dan engkau akan mengerti bahwa kebahagiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan airmata untuk menyirami toleransi, menggunakan kehilangan untuk lebih memantabkan kesabaran, kegagalan untuk mengukir ketenangan hati, penderitaan untuk dijadikan landasan kenikmatan, kesulitan untuk membuka jendela kecerdasan. 

Jangan menyerah... Jangan berhenti mengasihi orang orang yang engkau cintai.....
Jangan menyerah untuk menjadi bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan. 

Dan engkau adalah seorang manusia yang luarbiasa!" 

 *Paus Fransiskus*

SURAT GEMBALA PRAPASKA 2019


SURAT GEMBALA PRAPASKA 2019
Uskup Agung Merauke

Saudara sekalian, umat katolik di seluruh Keuskupan Agung Merauke
Para pastor, diakon, bruder, suster dan frater
Orang Muda Katolik, Kaum remaja dan anak-anak yang saya cintai
Syaloom

Arti Prapaska
Tanggal 6 Maret 2019 yang akan datang, kita bersama-sama akan memasuki masa Pra-paska yaitu masa selama 40 hari sebelum kita merayakan pesta Paska. Bunda Gereja menetapkan waktu khusus bagi kita supaya kita dapat menyambut pesta paska dengan hati murni, karena ada semangat, ada pembaharuan hidup, dan dibangun niat untuk membuat pertobatan (bdk. Kis 26:20).  Kita diajak untuk mengikuti Yesus yang karena sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya membuka jalan keselamatan bagi banyak orang (bdk. Mrk 8:34). Kita juga diajak untuk bersyukur, karena penebusan itu telah mendorong kita untuk menanggapi kasih Allah yang dicurahkan kepada kita (Rom 5:5).  Karena pengalaman akan kasih Allah itu, kita berjalan bersama Yesus dan saudara-saudari seiman, menuju kepada kehidupan baru yang kita perjuangkan selama masa persiapan ini, agar pesta paska juga merupakan pesta kemenangan kita atas kelemahanan dan kedosaan kita.

Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan

Tema APP nasional tahun 2019 adalah LITERASI TEKNOLOGI DAN KEUTUHAN CIPTAAN. Arti sederhana dari tema tsb adalah ajakan untuk paham dalam menggunakan teknologi, dan peduli pada lingkungan hidup.  Pada jaman sekarang ini, ketika alat-alat komunikasi, komputer, internet, wa, face-book, instagram dll sudah amat berkembang, kita semua digugah untuk menggunakan secara bertanggung jawab.  Kita wajib untuk mengembangkan kemampuan kita, mengkritisi apa yang dikemukakan di koran, televisi dan di masyarakat.  Masih banyak masyarakat yang bingung dan cemas, karena berita-berita yang beredar di mana-mana yang sumbernya tidak jelas. Kita wajib untuk membantu memecahkan masalah itu. Alat-alat komunikasi dan teknologi yang makin canggih, semestinya makin mempersatukan dan membantu kehidupan manusia agar semakin rukun, saling menghargai dan menyejahterakan, bukan sebaliknya, yaitu merusak, menciptakan, permusuhan. Dan memisahkan.

Di bidang lingkungan hidup, kita juga digugah untuk peduli pada kerusakan lingkungan, yang menimbulkan bencana alam, pencemaran air sungai dan sumber-sumber air minum, hilangnya hewan-hewan di hutan-hutan kita, dan peminggiran masyarakat pemilik hak ulayat. Gerakan penyadaran akan hak-hak ulayat, perlu digalakkan. Juga adanya kontrak kerja yang jelas, adanya dokumen-dokumen penting milik masyarakat adat, perlu dibantu oleh semua pihak yang terkait dengan urusan pertanahan dan lingkungan hidup. Penjualan tanah akibat tidak adanya uang untuk makan  minum, penguasaan hutan yang tidak adil, perlu dibicarakan dalam forum yang resmi dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Perkembangan ilmu dan teknologi, dan penempatan SDM yang berpendidikan tinggi di semua bidang pelayanan, mestinya membuat lingkungan hidup makin memberikan kenyamanan dan ketenteraman hidup, bukan sebaliknya, yaitu mendatangkan bencana dan kemalangan.

Keluarga Katolik yang terlibat

Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Merauke (KAME) telah menetapkan tema tahun 2019 ini adalah Keluarga Katolik   KAME yang Sejahtera. Dalam bentuk apa kita bisa terlibat untuk turut mewujudkan kesejahteraan sesama kita ?   Kita dapat terlibat, dan keterlibatan itu diwujudkan dalam Aksi Puasa Pembangunan.  Bagaimana maksudnya ? 

1.       Yang sudah sangat kita kenal adalah pantang dan puasa.  Maka,  kita berpuasa dan berpantang, uang untuk beli makanan dan minuman, daging, rokok, pinang dll kita sisihkan dan kita masukkan ke dos supermi yang kosong dan sudah diplakban.  Uang itu jangan dikorek-korek lagi. Setiap hari minggu pagi, dos itu dibongkar dan isinya kasih masuk di amplop APP dan dipersembahkan pada saat kolekte.   Dana APP dikumpulkan dengan tujuan untuk menolong saudara-saudari kita yang berkekurangan dan menderita.
Puasa dan pantang wajib dilaksanakan pada hari Rabu Abu, tgl 6 Maret 2019 dan pada hari Jumat Agung, 19 April 2019. Pantang dan puasa pada hari-hari yang lain, bisa anda pilih sendiri waktunya. 

2.       Keterlibatan kita juga bisa diwujudkan dengan memperhatikan kebersihan halaman dan got-got di sekitar rumah,  supaya kita semua hidup sehat. Akhir-akhir ini serangan nyamuk malaria dan demam berdarah juga cukup  tinggi. Maka, air yang menggenang di sekitar rumah, di ember-ember yang berisi air, tempat-tempat yang lembab perlu  dikeringkan supaya tidak menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Memberantas nyamuk, membuang sampah dan punting rokok di tempatnya, mengubur bangkai tikus, membuat sisa-sisa pinang dll, merupakan ucapan syukur kepada Tuhan, bahwa kita semua diberi pikiran untuk merencanakan kehidupan yang lebih aman dan damai. Syukur bahwa kita diberi hati nurani untuk membedakan yang baik dan yang tidak baik. Syukur bahwa ada penyakit sehingga kita tahu menghargai dan mengusahakan hidup sehat.

3.       Menggunakan alat-alat komunikasi dan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Kirimkan berita-berita yang benar dan membangun kerukunan dan kedamaian. Berita-berita bohong, fitnah, penghinaan dan ajakan-ajakan untuk mengganggu ketenteraman hidup hendaknya ditolak.

Papua Youth Day

Pada bulan Juni, tepatnya tanggal 23 – 29 Juni 2019, Keuskupan kita akan menjadi tuan rumah Papua Youth Day (PYD), yaitu Pertemuan Orang Muda Katolik se-Papua.  Inilah kegiatan OMK setanah Papua yang pertama, dengan tujuan:

1.         mempertemukan dan mempersatukan OMK, agar mereka bertemu dengan saudara-saudari seiman di tanah ini. Kita semua adalah saudara ( Mat 23:8). Bahwa gereja katolik di bawah pimpinan para uskup sebagai gembala mereka adalah gereja lokal, regional, nasional dan sekaligus universal.  
2.         mengalami dan menemukan sukacita dengan tinggal di keluarga-keluarga katolik di paroki-paroki di sekitar tempat penyelenggaraan kegiatan 
3.         melatih mereka untuk berorganisasi, bekerja sama, dan membekali mereka dengan Ajaran Sosial Gereja dan ketrampilan-ketrampilan lainnya 
4.         mensyukuri rahmat Tuhan yang mereka alami selama persiapan, pelaksanaan dan keikutsertaan mereka dalam PYD.

Melalui surat gembala ini, saya mendorong dan melibatkan keluarga-keluarga, para pastor, bruder, suster dan frater untuk mengikutsertakan OMK paroki masing-masing pada kegiatan PYD. Masing-masing paroki diminta untuk mengutus 50 OMK sebagai peserta. Panitia PYD saya harap bekerja baik-baik dan buatlah komunikasi yang baik dengan sering mengirim informasi sehingga pelaksanaan PYD dapat berjalan dengan baik pula.  Para pastor paroki saya minta untuk membicarakan hal ini dengan keluarga-keluarga, agar mereka bersedia menerima OMK dari keuskupan-keuskupan lain untuk tinggal di rumah mereka.

Kepada Pemerintah Daerah, Instansi-instansi terkait, pihak swasta manapun yang telah bekerja sama dengan kami, Dewan Paroki, Kelompok-kelompok Kategorial dan anda sekalian, yang telah banyak membantu  dalam banyak kegiatan saya haturkan banyak terima kasih. Semoga Tuhan memberkati dan melindungi kita sekalian dalam melaksanakan apa yang baik bagi diri sendiri, keluarga, OMK, umat Allah dan masyarakat.

Selamat berpantang dan berpuasa
Berkat dari Uskup

Mgr. Nicholaus Adi Seputra MSC




Selasa, 19 Februari 2019

ORANG BAIK


PEMBACA YANG BUDIMAN,

Pada saat menyiapkan bahan rekoleksi minggu yang lalu, saya mendasarkan renungan itu pada bacaan Injil hari minggu, tanggal 17 Februari 2019. Bacaan itu diambil dari Injil Lukas 6:17.20-26, tentang Sabda Bahagia. Kebahagiaan itu bukan tergantung dari materi, atau kedudukan, atau apa saja yang dipikirkan manusia, tetapi dari keutuhan jiwa dan semangat dalam menyatukan diri dengan Sang Pencipta. Maka itu, ketika berhadapan dengan Sang Guru Ilahi, manusia dipisahkan secara sungguh-sungguh dari ketergantungan dan kelekatan pada semua yang ada di dunia ini.

Sang Guru Ilahi ( Yesus ) memulai ajaran-Nya dengan menyampaikan pesan ini: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang mempunya kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang kini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah, jika demi Anak Manusia kamu dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak, bersuka cita dan bergembiralah pada waktu itu, sebab sesungguhnya besarlah ganjaranmu di surga. Karena secara itu pula, mereka memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai orang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburan. Celakalah kamu yang kini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu yang kini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu, karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu”.

Memang banyak orang kaya yang dengan mudah terbuai oleh tawaran dunia, sehingga melupakan yang paling penting dan utama dalam kehidupan ini, karena segala sesuatu sudah kecukupan atau malah berkelimpahan. Apalagi bila kemudahan itu diperoleh dengan cuma-cuma ( merupakan warisan) kekayaan orangtuanya. Dan semua yang dinikmati itu, dianggap adalah haknya. Orang lain yang  hidupnya miskin dan melarat, dianggap karena kesalahan mereka sendiri. Namun, ada banyak orang juga yang hidupnya miskin bahkan melarat,  tokh bersikap dan hidup seperti orang kaya bahkan menindas orang lain.  Gaya hidup yang  demikian ini, menunjukkan kelekatan dirinya dan pribadinya pada semua yang dapat hilang  dalam sekejap. Mereka menjadi orang yang amat tergantung pada barang-barang yang tidak abadi.

Dengan cara, penghayatan serta kesaksian atas hidupnya, manusia dapat merumuskan apa yang sesungguhnya dibutuhkan dan dapat membahagiakan dirinya dan sesamanya. Ajaran Yesus itu, atas cara tertentu dan unik bagi masing-masing orang, juga oleh mereka yang tidak mengenal Yesus, telah mewujud dalam kehidupan dan  sikap hidup yang terpuji. Tulisan di bawah ini, merupakan nilai-nilai kehidupan yang dijalani oleh banyak orang dan ditawarkan kepada sesamanya, agar damai sejahtera dialami oleh penghuni dunia ini.  Mari kita simak isinya. 

Belajar Mengenal Aura Jiwa Manusia_..

*_CIRI-CIRI ORANG BAIK_*

_1. Orang Baik cenderung *LEBIH BANYAK TERSENYUM.*_ _Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum._ _Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka *Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya*_ _Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan *lebih ramah dan bisa dipercaya*_

_2. Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik._
_Orang Baik akan selalu_ *_MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF_* _dalam hidupnya._ _Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman._

_3. Orang Baik biasanya lebih sering_ *_MENYAPA DULUAN._* _Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yg berbuat jahat padanya sekalipun._  _Orang baik selalu terhindar dari rasa *menjadi orang penting*, ingin dicari dan dibutuhkan_.
_Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini._

_4. Orang Baik *TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK.*_ _Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya._

_5. Orang Baik selalu *PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI.* Mereka terlihat sangat sabar dan toleran._ _Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri._

_6. Orang Baik akan bercerita atau *MEMBAGIKAN HAL-HAL YG BERMANFAAT* dengan tujuan memberi tahu._ _Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yg benar._

_7. Orang Baik selalu menghafal 3 kata sakti. Yaitu *MAAF, TOLONG, & TERIMA KASIH.*_

_👉8. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain._ _Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk *MEMINTA MAAF & MEMPERBAIKI KESALAHAN.*_ _Berbeda dengan orang jahat yg memiliki gengsi tinggi & menganggap dirinya selalu benar._ _Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi, Ada saja alasan untuk mencari kesalahan serta untuk menjatuhkan orang lain._ _Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi setiap kejahatan & perilaku orang jahat._

 _*"MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TETAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG YG BAIK-*"

Dalam hidup-Nya, Yesus pernah berpesan: “Jadilah engkau sempurna, seperti Bapamu di surga, sempurna adanya”.

Kamis, 31 Januari 2019

PESAN DARI BAPA SUCI FRANSISKUS TENTANG KELUARGA


PEMBACA YANG BUDIMAN

Tadi pagi, ketika saya masuk ke ruang makan, saya melihat makanan yang ada di meja adalah makanan yang disajikan untuk makan malam.  Ada ikan asin goreng, tempe goreng, kerupuk, sayur terong dll. Saya juga melihat bahwa di magic-jar masih ada nasi yang masih panas. Nasi itu dimasak sejak kemarin siang.  Apa yang di depan mata itu, adalah sajian kemarin, namun rasanya sayang kalau dibuang…. karena masih bisa dipanaskan lagi dan dinikmati sebagai sarapan.

Demikian pula, buah karya Paus Fransiskus. Tulisan beliau sudah dituangkan tahun 2018, dan saya merasa tergugah untuk meneruskan kepada pembaca sekalian.  Inilah buah karya beliau itu:

PESAN BAPA PAUS FRANSISKUS 
UNTUK MASA ADVEN 2018 TENTANG “KELUARGA"


Tidak ada keluarga yang sempurna. 
Kita tidak punya orang tua yang sempurna; kita tidak sempurna; tidak menikah dgn orang yg sempurna; kita juga tidak memiliki anak yang sempurna.
Kita memiliki keluhan tentang satu sama lain;
Kita kecewa dengan satu sama lain;
Oleh karena itu, tidak ada pernikahan yang sehat, atau keluarga yang sehat tanpa oleh pengampunan.
Pengampunan penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual.
Tanpa pengampunan
keluarga menjadi sebuah teater konflik & benteng keluhan.
Tanpa pengampunan keluarga menjadi sakit.
Pengampunan adalah sterilisasi jiwa, penjernihan pikiran & pembebasan hati.
Siapa-pun yang tidak memaafkan tidak memiliki ketenangan jiwa & persekutuan dengan Allah.
Rasa sakit adalah racun yang meracuni & membunuh.
Mempertahankan luka hati adalah tindakan merusak diri sendiri. 
Ini adalah Autofagi.
Dia yang tidak memaafkan, memuakkan fisik, emosional dan spiritual.

“Itulah sebabnya keluarga harus menjadi tempat kehidupan dan bukan tempat kematian; tetapi sebuah tempat penyembuhan bukan tempat penuh dengan penyakit; sebuah panggung pengampunan dan bukan panggung menghakimi.
Pengampunan membawa sukacita sedangkan kesedihan membuat hati luka.
Pengampunan membawa penyembuhan, rasa sakit menyebabkan penyakit."~ Pesan Bapa Paus Fransiskus tentang KELUARGA

Selamat Memasuki Masa Adven 2018.

Semoga kita sekalian, benar-benar dapat memaknai keluarga, indahnya hidup berkeluarga dan menyemarakkan kehidupan keluarga dengan munculnya buah-buah kasih di dalam keluarga dan masyarakat.

Minggu, 06 Januari 2019

UNTUK ANDA

PEMBACA YANG BUDIMAN


SELAMAT TAHUN BARU 2019

Saya belum sempat bercerita panjang untuk anda. Namun sebagai sapaan perdana, saya salin kembali dan saya haturkan untuk anda tulisan ini:

6 Jan jam 12.57
RAHASIA KEHIDUPAN*

        "*The Secret*"

~ *Saat kita memberi* »   *kita akan menerima*...

~ *Saat kita menolong orang lain* » *pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri*...

~ *Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri*...



• *Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang*... 

» *Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya*...

*Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri*...



*Αda ilustrasi menarik* :

*Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari*.
*Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu*

*Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya*... 
*Supaya tidak penasaran,*
*pria itu bertanya* : *"Mengapa anda berjalan membawa lampu*..?"
*Orang buta itu menjawab* : *"Sebagai penerangan*..."
*Dengan heran pria itu bertanya lagi : "Tapi*.. *bukankah anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan*..?"
*Orang buta itu tersenyum sambil menjawab* : 
*"Meski saya tidak bisa melihat, orang lain bisa melihatnya*.."
*"Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya*..."



» *Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri*...
*Kita diingatkan untuk tidak jemu-jemu berbuat baik*...

*Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkah*, *berkelimpahan dan bahagia*...



*"APA YANG  KITA LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI  AKAN KEMBALI KEPADA KITA..."*



 _*Hidup adalah WAKTU,*_ 
_hargai waktu yang tersisa,_
_jalani hidup dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan._

*Selalulah berbuat baik,* 
*Selalulah menolong sesamamu,* 
*Jangan pernah menyakiti orang,*
*Jangan sering berbohong dan menipu orang,* 
*Jangan merugikan orang,*
*Jangan pernah bersikap paling benar, dan berhentilah membicarakan kejelekan orang lain dan mengomel.*

*Nikmatilah hidup dan isi setiap detik, menit, jam, dan hari-harimu dengan kebaikan terutama bersama keluarga, ayah dan ibumu..muliakan mereka jika masih hidup... anak-anakmu, saudaramu, handai-taulan serta bahagiakan mereka semua selagi kamu masih punya waktu.*

*Jangan simpan kebencian, dendam, kepahitan dan kejelekan orang lain.*

_*Tetaplah menjadi orang baik sampai akhir hidup*


Semoga kita semua hidup berbahagia

Jumat, 30 November 2018

PENULIS MUDA


PEMBACA YANG BUDIMAN 


Ada seorang yang masih muda yang bersharing tentang pengalaman / perjalanannya menjadi penulis. Ternyata menulis itu tidak mudah. Ia belajar dan belajar terus. Kalau nasibnya lagi baik, dia didukung dan disemangati oleh seniornya, atau staf / redaktur majalah tertentu. Namun kalau nasibnya lagi sial, dia dimarahi atau ditegur.

Meski mengalami peristiwa-peristiwa yang tidak menguntungkan atau bahkan menyesakkan dada, penulis ini berjalan terus dan tetap setia menulis.  Delapan tahun sudah dia lalui.  Dia telah menemukan banyak sahabat, tulisannya telah berkembang dan bakat menulisnya juga makin meningkat. Dia bahagia dengan talentanya itu.  Atas sharingnya yang ditujukan kepada banyak rekannya, saya memberikan tanggapan di bawah ini. Moga-moga anda juga bisa mendapatkan inspirasi dari sharing saya ini.



Proficiat Marcel.... ( bukan nama sebenarnya )  

Saya memang tidak sering membalas atau memberikan tanggapan.  Moga-moga hal itu tidak mematahkan harapan atau semangat, seperti yang sudah disharingkan dalam tulisanmu itu.  Ternyata keberhasilan itu salah satunya karena ketekunan...dan keberanian untuk mencoba terus. 

Saya juga berjuang untuk menulis..... untuk bulan Oktober dan November, saya hanya bisa menulis masing-masing 1 sharing. Berbeda dengan kamu, Marcel. Kamu sekarang sudah makin yakin bahwa talentamu adalah menulis. Lewat tulisanmu sudah banyak orang yang dikenal dan  kamu juga mengenal banyak orang. 

Di sanalah......letak dan terasakan keistimewaan dan keindahannya, yaitu bukan karena munculnya tulisan tetapi pertama-tama karena kamu telah menghadirkan pribadi yang kamu tulis.  Dengan kata lain, kamu menampakkan kepada sesama manusia,  rahmat, karunia, kebijaksanaan Allah yang ada pada pribadi itu. Kamu sudah menjadi saluran, alat pembuka, atau alat penerang bagi orang lain sehingga mereka bisa muncul di permukaan dan meneruskan karya besar Tuhan. 

Sekian ...tanggapan saya. 

Mgr Niko Adi MSC

Semoga anda pun tergerak hati untuk menulis... meski hanya satu dua kalimat, karena di sana adalah berkat dan karunia Tuhan bagi mereka yang membaca tulisan anda.

INSPIRASI DARI FULTON SHEEN


Pembaca yang budiman....
Pada bulan ini, hanya 1 tulisan yang saya hadirkan untuk anda. Saya menemukan renungan dari Mgr Fulton Sheen – yang diberi judul: “Saya Akan Mencari Gereja yang Dibenci Dunia”. Ada pesan apakah yang hendak beliau sampaikan ?   

Di dalam dunia dan masyarakat yang begitu modern dan mendambakan gemerlapnya lampu-lampu di gedung-gedung mewah, alat-alat komunikasi dan transportasi yang memudahkan orang bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, hiburan dan makan-minum yang ditawarkan di mana-mana, “kebencian” bukanlah sesuatu yang menarik untuk dijadikan topik seminar atau pertemuan.  Undangan untuk hadir ke pesta: ulang tahun atau perkawinan atau syukuran keluarga, adalah undangan yang menarik daripada ajakan untuk hadir lokakarya.   Namun ada banyak pula, yang gemar dan turut dalam menyebar luaskan ujaran kebencian, caci maki, berita-berita bohong (hoax) di media sosial.   

Kalau demikian, dengan judul: “Saya Akan Mencari Gereja yang Dibenci Dunia”, apa yang terkandung di dalamnya ?   Mari kita simak tulisan beliau di bawah ini. Semoga anda menemukan mutiara indah di dalamnya.

“Bila saya bukan katolik, dan sedang mencari Gereja yang benar di dunia ini sekarang, Saya akan mencari Gereja yang tidak bersahabat dengan dunia; di lain kata, saya akan mencari Gereja yang dibenci dunia” .  “Alasan saya adalah ini, yaitu bila Kristus ada dalam satu dari gereja-gereja didunia, Ia pasti juga masih dibenci seperti ketika Ia berada di dunia sebagai manusia. Bila kamu hendak menemukan Kristus di jaman sekarang, maka carilah Gereja yang tidak bersahabat dengan dunia”. 

“Carilah Gereja yang dibenci dunia, seperti Kristus yang dibenci oleh dunia. Carilah gereja yang dituduh karena ketinggalan zaman, karena Tuhan kita juga dituduh karena kebodohannya dan karena tidak pernah belajar”.  “Carilah Gereja yang dicemooh oleh manusia sebagai sesuatu yang rendah secara sosial, seperti mereka mencemooh Tuhan kita karena Ia berasal dari Nazareth. Carilah Gereja yang dituduh memiliki iblis, seperti Tuhan kita yang dituduh dirasuki Beelzebub, Pangeran para iblis”. “Carilah gereja, yang dalam masa-masa bigotry, manusia berkata bahwa ia harus dihancurkan dalam nama Allah seperti manusia menyalibkan Kristus dan berpikir mereka telah melakukan ini untuk melayani Allah”. 

“Carilah Gereja yang ditolak dunia karena klaim infalibilitasnya (tidak dapat salah), seperti Pilatus menolak Kristus karena Ia menyebut diri-Nya Kebenaran. Carilah Gereja yang ditolak dunia seperti Tuhan kita yang ditolak oleh manusia” . “Carilah Gereja yang walaupun berada di tengah kebingungan karena opini-opini yang bertentangan, anggotanya mengasihi seperti mereka mengasihi Kristus, dan menghormati Suaranya sebagai Suara Pendirinya, dan kecurigaan akan bertumbuh, bahwa bila Gereja tidak populer dengan semangat dunia, maka ia tidak berasal dari dunia, dan bila ia tidak berasal dari dunia, ia berasal dari dunia yang lain”. 

Apakah anda siap untuk dibenci....disingkirkan atau dicela karena iman kepada Yesus, setia kepada Gereja-Nya dan karena perbuatan baik kepada sesama manusia ?