Jumat, 30 November 2018

PENULIS MUDA


PEMBACA YANG BUDIMAN 


Ada seorang yang masih muda yang bersharing tentang pengalaman / perjalanannya menjadi penulis. Ternyata menulis itu tidak mudah. Ia belajar dan belajar terus. Kalau nasibnya lagi baik, dia didukung dan disemangati oleh seniornya, atau staf / redaktur majalah tertentu. Namun kalau nasibnya lagi sial, dia dimarahi atau ditegur.

Meski mengalami peristiwa-peristiwa yang tidak menguntungkan atau bahkan menyesakkan dada, penulis ini berjalan terus dan tetap setia menulis.  Delapan tahun sudah dia lalui.  Dia telah menemukan banyak sahabat, tulisannya telah berkembang dan bakat menulisnya juga makin meningkat. Dia bahagia dengan talentanya itu.  Atas sharingnya yang ditujukan kepada banyak rekannya, saya memberikan tanggapan di bawah ini. Moga-moga anda juga bisa mendapatkan inspirasi dari sharing saya ini.



Proficiat Marcel.... ( bukan nama sebenarnya )  

Saya memang tidak sering membalas atau memberikan tanggapan.  Moga-moga hal itu tidak mematahkan harapan atau semangat, seperti yang sudah disharingkan dalam tulisanmu itu.  Ternyata keberhasilan itu salah satunya karena ketekunan...dan keberanian untuk mencoba terus. 

Saya juga berjuang untuk menulis..... untuk bulan Oktober dan November, saya hanya bisa menulis masing-masing 1 sharing. Berbeda dengan kamu, Marcel. Kamu sekarang sudah makin yakin bahwa talentamu adalah menulis. Lewat tulisanmu sudah banyak orang yang dikenal dan  kamu juga mengenal banyak orang. 

Di sanalah......letak dan terasakan keistimewaan dan keindahannya, yaitu bukan karena munculnya tulisan tetapi pertama-tama karena kamu telah menghadirkan pribadi yang kamu tulis.  Dengan kata lain, kamu menampakkan kepada sesama manusia,  rahmat, karunia, kebijaksanaan Allah yang ada pada pribadi itu. Kamu sudah menjadi saluran, alat pembuka, atau alat penerang bagi orang lain sehingga mereka bisa muncul di permukaan dan meneruskan karya besar Tuhan. 

Sekian ...tanggapan saya. 

Mgr Niko Adi MSC

Semoga anda pun tergerak hati untuk menulis... meski hanya satu dua kalimat, karena di sana adalah berkat dan karunia Tuhan bagi mereka yang membaca tulisan anda.

INSPIRASI DARI FULTON SHEEN


Pembaca yang budiman....
Pada bulan ini, hanya 1 tulisan yang saya hadirkan untuk anda. Saya menemukan renungan dari Mgr Fulton Sheen – yang diberi judul: “Saya Akan Mencari Gereja yang Dibenci Dunia”. Ada pesan apakah yang hendak beliau sampaikan ?   

Di dalam dunia dan masyarakat yang begitu modern dan mendambakan gemerlapnya lampu-lampu di gedung-gedung mewah, alat-alat komunikasi dan transportasi yang memudahkan orang bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, hiburan dan makan-minum yang ditawarkan di mana-mana, “kebencian” bukanlah sesuatu yang menarik untuk dijadikan topik seminar atau pertemuan.  Undangan untuk hadir ke pesta: ulang tahun atau perkawinan atau syukuran keluarga, adalah undangan yang menarik daripada ajakan untuk hadir lokakarya.   Namun ada banyak pula, yang gemar dan turut dalam menyebar luaskan ujaran kebencian, caci maki, berita-berita bohong (hoax) di media sosial.   

Kalau demikian, dengan judul: “Saya Akan Mencari Gereja yang Dibenci Dunia”, apa yang terkandung di dalamnya ?   Mari kita simak tulisan beliau di bawah ini. Semoga anda menemukan mutiara indah di dalamnya.

“Bila saya bukan katolik, dan sedang mencari Gereja yang benar di dunia ini sekarang, Saya akan mencari Gereja yang tidak bersahabat dengan dunia; di lain kata, saya akan mencari Gereja yang dibenci dunia” .  “Alasan saya adalah ini, yaitu bila Kristus ada dalam satu dari gereja-gereja didunia, Ia pasti juga masih dibenci seperti ketika Ia berada di dunia sebagai manusia. Bila kamu hendak menemukan Kristus di jaman sekarang, maka carilah Gereja yang tidak bersahabat dengan dunia”. 

“Carilah Gereja yang dibenci dunia, seperti Kristus yang dibenci oleh dunia. Carilah gereja yang dituduh karena ketinggalan zaman, karena Tuhan kita juga dituduh karena kebodohannya dan karena tidak pernah belajar”.  “Carilah Gereja yang dicemooh oleh manusia sebagai sesuatu yang rendah secara sosial, seperti mereka mencemooh Tuhan kita karena Ia berasal dari Nazareth. Carilah Gereja yang dituduh memiliki iblis, seperti Tuhan kita yang dituduh dirasuki Beelzebub, Pangeran para iblis”. “Carilah gereja, yang dalam masa-masa bigotry, manusia berkata bahwa ia harus dihancurkan dalam nama Allah seperti manusia menyalibkan Kristus dan berpikir mereka telah melakukan ini untuk melayani Allah”. 

“Carilah Gereja yang ditolak dunia karena klaim infalibilitasnya (tidak dapat salah), seperti Pilatus menolak Kristus karena Ia menyebut diri-Nya Kebenaran. Carilah Gereja yang ditolak dunia seperti Tuhan kita yang ditolak oleh manusia” . “Carilah Gereja yang walaupun berada di tengah kebingungan karena opini-opini yang bertentangan, anggotanya mengasihi seperti mereka mengasihi Kristus, dan menghormati Suaranya sebagai Suara Pendirinya, dan kecurigaan akan bertumbuh, bahwa bila Gereja tidak populer dengan semangat dunia, maka ia tidak berasal dari dunia, dan bila ia tidak berasal dari dunia, ia berasal dari dunia yang lain”. 

Apakah anda siap untuk dibenci....disingkirkan atau dicela karena iman kepada Yesus, setia kepada Gereja-Nya dan karena perbuatan baik kepada sesama manusia ?  



Kamis, 25 Oktober 2018

PENUTUPAN MUSPAS 2018

PEMBACA YANG BUDIMAN

SAYA HATURKAN KEPADA ANDA, SAMBUTAN SAYA PADA SAAT PENUTUPAN MUSPAS 2018.



SAMBUTAN USKUP AGUNG MERAUKE
PENUTUPAN MUSPAS 2018

Muspas yang diselenggarakan sejak tanggal 7  – 14 Oktober 2018, hari ini berakhir. Penutupan Muspas akan diselanggarakan pada hari minggu, tanggal 14 Oktober 2018, di gereja Katedral Merauke. Selama beberapa hari kita mengundurkan diri dari aneka kegiatanharian, untuk bersama-sama:

1.     Mengevaluasi pelayanan kita yang telah diprogramkan selama 1 tahun, dengan tema: “Keluarga Katolik KAME yang Terlibat”.  Hukum Gereja kanon 204 § 1 merumuskan “Kaum beriman kristiani ialah mereka yang karena melalui baptis menjadi milik Kristus, dibentuk menjadi umat Allah dan karena itu dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas imami, kenabian dan rajawi Kristus, dan sesuai dengan kedudukan masing-masing, dipanggil untuk menjalankan perutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia”.  Selama 1 tahun, kita terlibat dalam karya keselamatan Tuhan, melalui 5 tugas Gereja, yaitu persekutuan, pewartaan (pengajaran), liturgi, pelayanan di banyak bidang, dan kesaksian iman.

Kita berani menuliskan keberhasilan, mengakui kegagalan dan ketertundaan pekerjaan yang telah kita rencanakan. Yang ditampilkan adalah laporan program, namun di balik semuanya itu kita membeberkan cermin diri, tim kerja, mitra dan jaringan kerja yang rtelah kita laksanakan selama ini. Pelayanan yang terprogram dan terjadwal dan terukur, sesungguhnya merupakan tanda bahwa kita bekerja dalam kebersamaan, selaras dengan jiwa Muspas Keuskupan / Muspas Kevikepan dan dekanat.

Melalui evaluasi yang   telah dilaporkan, kita melihat dan menyadari bahwa laporan bulanan, semesteran dan tahunan dari paroki-paroki / Dekenat dan Kevikepan itu penting. Kita semua membutuhkan data kongkrit, angka-angka, nama-nama kelompok binaan, supaya laporan kita itu sungguh-sungguh berdasarkan fakta bukan cerita. Kita semua membutuhkan informasi yang dikuatkan dengan foto-foto, catatan tentang jumlah peserta, kapan muspas dilaksanakan, apa programnya dan bagaimana hasilnya ? Berapa biaya yang dibutuhkan ?   Ada panitianya, notulennya,  daftar hadir dll.

2.     Masukan teologis dan kewirausahaan  

Selama 2 hari, kita mendapatkan pencerahan, penguatan dan pendalaman pengertian kita tentang kesejahteraan ( secara teologis disebut keselamatan ) dari Pater George Kirchberger SVD.  Keselamatan dipahami sebagai situasi bebas dari keterbelakangan, kemiskinan, penyakit, gangguan roh jahat, kuasa kejahatan, dosa, penderitaan dan kemalangan lainnya di dunia ini, berada dalam kesatuan dengan Yesus, dan bersama dengan sesama, berjuang sesuai dengan situasi dan budaya masing-masing  membaharui diri, mengatasi kesulitan dan tantangan yang dialami berjalan menuju ke surga. Apa yang kita dapatkan di dunia ini, adalah sarana untuk membantu kita agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan surgawi.

Kita mendapatkan masukan dan penegasan dari Bp. Budi Hendarto bahwa menjadi wirausahawan itu perlu mata duitan namun tidak buta warna. Ada waktunya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, tanpa kenal lelah meski sudah tengah malam, tetapi juga ada waktu untuk beribadah dan mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan dan rejeki sehari-hari. Orang-orang yang hendak berwiraswasta didorong untuk berani untuk menerima risiko: tidak takut gagal, tidak takut putus asa, tidak takut rugi), ketrampilan, kreativitas, kemauan dan melihat peluang serta membuat sesuatu yang baru. 

Banyak orang katolik sebenarnya mampu menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan juga untuk orang lain. Kesuksesan itu tidak tergantung dari usia, warna kulit, agama, kekurang fisik, tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga.  Kepada kita ditunjukkan bahwa modal usaha itu bukan semata-mata uang atau harta yang bisa dipegang, tetapi juga harta yang tidak kelihatan: disiplin diri, ethos kerja dan jaringan kerja.  Disiplin diri, ethos kerja dan jaringan kerja jauh lebih penting dan berharga daripada harta yang kelihatan.    

Keluarga yang sejahtera

Dalam diskusi kelompok dan pemaparan umum, kita berusaha merumuskan apa arti sejahtera / kesejahteraan.  Masing-masing kevikepan dan dekenat telah merumuskan sesuai dengan situasi setempat. Secara sederhana telah disebut oleh kevikepan  dan dekenat bahwa sejahtera adalah situasi terpenuhinya kebutuhan jasmani dan rohani: punya tanah dan kebun, 5 kebutuhan pokok terpenuhi, bisa sekolah dan hidup sehat serta punya tabungan untuk masa depan.  Telah diusahakan program-program unggulan sesuai dengan prioritas wilayah kerja masing-masing.

Kita semua berharap dan berusaha bahwa langkah-langkah yang kita ambil dalam muspas ini akan menghasilkan perubahan tingkat kesejahteraan umat dan masyarakat kita. Proyek kesejahteraan adalah proyek besar dan berjangka panjang. Kita membutuhkan orang-orang yang mata duitan dan tidak buta warna, orang-orang yang siap kerja sampai capek, pembina-pembina yang setia dan ulet untuk mendampingi dan memantau terus-menerus, jaringan kerja yang selalu hidup dan aktif, pertemuan-pertemuan berkala dan terarah, serta target yang jelas. 

Grup WA wirausaha 2018,  merupakan sebuah langkah yang patut dipuji dan disyukuri sebagai tindak lanjut langsung, supaya apa yang telah menggerakkan pikiran, perasaan, harapan dan tekad kita, akan terwujud dalam waktu dekat. Saya berharap bahwa anggota wa dalam grup ini, tetap berusaha untuk saling berkomunikasi dan meningkatkan ketrampilan, memperluas jaringan kerja, semakin sering berlatih, tidak malu untuk bertanya  agar sigap dalam menghadapi kesulitan, tahan bantingan, ulet dalam usaha, dan berhasil. 

Kita membuka muspas kita dengan mohon bantuan dan penyertaan Allah, agar pertemuan kita diberkati dan dipimpin Roh Kudus, dan menemukan kehendak Allah dalam aktivitas harian, dalam pertemuan dari hati ke hati, dalam materi yang disajikan oleh para nara sumber dsb. Kita telah mengalami penyertaan Allah, ketika mendengarkan penyajian dari para narasumber, berdiskusi, mendengarkan laporan dari dekenat dan kevikepan, merumuskan apa itu sejahtera, menentukan hasil-hasil unggulan, dan program kerja. Kita percaya bahwa penyertaan dan perlindungan Allah akan tetap berjalan terus.

Muspas akan ditutup, namun hasil-hasil muspas akan kita teruskan. Semangat dan keputusan muspas menjadi milik kita dan hendaknya tetap menjiwai hidup, pertemuan pastoral, kegiatan harian, melakukan program-program pilihan dan mengembangkannya. Para peserta muspas diutus untuk meneruskan dan menghidupkan / mewujudkan apa yang telah disepakati / diputuskan agar hidup sejahtera betul-betul kita alami. Kalau Tuhan yang mengutus, tentu Tuhan pula yang akan memenuhi dan melengkapi apa yang kita butuhkan.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih banyak kepada anda sekalian para peserta muspas: bapak ibu, para suster, bruder, pastor dan frater atas partisipasi anda semua selama mengikuti muspas kita ini. Terima kasih juga kepada utusan-utusan tarekat, Pemerintah Daerah atau yang mewakili,  khususnya Panitia Pelaksana Muspas dan Panitia Pengarah yang telah bekerja keras mempersiapkan semuanya ini. Terima kasih pula kepada para nara sumber: Pater George Kirchberger SVD dan Bp. Budi Hendarto,  yang telah memperkaya kami dengan wawasan dan pengalaman masing-masing. Juga kepada Bpk Kris Wogim ( Wakil Bappeda Boven Digoel) dan Hari (Wakil Bappeda Merauke) dan Bapak-bapak Kantor Agama Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi. Terima kasih kepada Sr. Yakobin PRR dan karyawan rumah bina yang telah menyiapkan semuanya ini, sehingga muspas dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Akhirnya selamat jalan bagi anda sekalian yang akan pulang ke tempat tugas anda masing-masing. Tolong sampaikan salam dan hormat saya, anggota keluarga dan rekan-rekan di tempat anda bertugas.  Tuhan memberkati.


PEMBUKAAN MUSPAS 2018

PEMBACA YANG BUDIMAN

MUSPAS: MUSYAWARAH PASTORAL  KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE TELAH DILAKSANAKAN  TGL. 4 - 14  OKTOBER 2018 YANG LALU. YANG HADIR ADALAH PARA UTUSAN KEUSKUPAN, BERJUMLAH  150 ORANG.   120 ORANG PESERTA DAN 30 ORANG ANGGOTA PANITIA. 

SAMBUTAN USKUP AGUNG MERAUKE, PADA KESEMPATAN ITU, SAYA MUAT DI BLOG INI UNTUK ANDA. MOGA-MOGA ADA MUTIARA INDAH YANG DAPAT ANDA PETIK. 


SAMBUTAN USKUP AGUNG MERAUKE
PADA PEMBUKAAN MUSPAS 2018

Yth. Bapak Bupati / mewakili
Para Tamu Undangan
Para Pastor, Bruder, Suster, Frater
Para peserta Muspas yang berbahagia

Syaloom

Selamat Datang, saya sampaikan, kepada anda sekalian pada Musyawarah Pastoral (muspas)  Keuskipan Agung Merauke, yang akan dibuka pada malam ini, tanggal 7 Oktober 2018 dan akan berakhir tanggal 14 Oktober 2018 mendatang.  Menjelang dilaksanakannya muspas kita, pada tanggal 5 0ktober yang baru lalu, Merauke menjadi tuan rumah dirayakannya ulang tahun TNI yang ke 73.  Para petinggi negara ini, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat kabupaten Merauke.  Tanggal 6 Oktober 2018, Merauke dipilih untuk menjadi tempat penetapan dan peluncuran ZONA INTEGRITAS POLRES MERAUKE SEBAGAI WILAYAH BEBAS KORUPSI, DAN WILAYAH BIROKRASI yang BERSIH dalam MELAYANI”.  Meski ada kekurangan di sana-sini, telah diakui bahwa Merauke adalah tanah yang dihuni oleh orang-orang yang cinta damai.

Muspas ini dilaksanakan setelah kita mengisi dan menyemarakkan Bulan Kitab Suci Nasional yang bertema Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan. Kabar Gembira itu sesungguhnya telah terwujud dalam bentuk sapaan-sapaan dari pribadi ke pribadi yang lain, dalam pertemuan, kegiatan-kegiatan sehari-hari. Di sanalah, keluarga katolik menyatakan imannya (tema tahun pertama sesudah sinode), dan telah terlibat dalam menghadirkan kasih Allah dan keselamatan bagi umat manusia (tema tahun kedua sesudah sinode). Sedangkan, Keluarga Katolik Keuskupan Agung Merauke yang Sejahtera, adalah tema muspas KAME pada tahun yang ketiga sesudah sinode.  

Keluarga Katolik yang Sejahtera ditilik dari segi teologis.

Dalam kitab Kejadian, bab 1 ayat 28 – 31, kita mendapatkan sabda Tuhan sbb: “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."  Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.  Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Keluarga yang diceritakan di dalam kitab suci itu dibentuk dan dipelihara dan diberkati oleh Allah sendiri. Berkat itu berupa anak cucu, segala yang ada di alam semesta, ciptaan di laut dan tanam-tanaman di bumi, serta makanan untuk hidup sehari-hari.  Allah menyediakan apa yang dibutuhkan manusia, supaya mereka bisa hidup.  Berkat Tuhan itu wujudnya bermacam-macam, bukan hanya dalam wujud uang atau harta benda duniawi.

Ekonomi Praksis dalam Keluarga dan Kewirausahaan

Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk menaklukkan bumi.  Yang dimaksudkan dengan “menaklukkan” menurut hemat saya adalah mengelola sumber-sumber yang memberikan kehidupan kepada manusia, dan anak cucu mereka.  Bumi ini perlu digarap atau dioleh sehingga menghasilkan makanan, minuman dan sandang dan papan bagi semua makhluk hidup, sepanjang jaman.  Manusia diberikan kemampuan dan bekal untuk mengusahakan dan menghasilkan bahan-bahan atau barang-barang kebutuhan hidup sehingga mereka dan keluarganya bisa hidup sejahtera.  Manusia wajib bekerja dan mencari nafkah. Terlebih di daerah-daerah yang sulit, yang tanahnya terbatas dan tandus, penduduknya berjuang sungguh-sungguh untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Mereka adalah pejuang kehidupan. Mereka adalah wirausahawan. Wira artinya pejuang,  usaha adalah kegiatan yang dilakukan.  Wirausahawan adalah orang yang bekerja keras dengan pelbagai usaha untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. Semakin besar kebutuhan, usaha dan perjuangan untuk mendapatkan sesuatu itu pun harus semakin besar.

Hadirin sekalian

Kita datang dan terlibat dalam muspas kita saat ini, bukan dengan tangan kosong.  Dalam kehidupan sehari-hari, menurut peran kita masing-masing, kita telah ambil bagian dalam pekerjaan besar pembangunan umat, perkembangan masyarakat dan bangsa kita.  Kita telah terlibat dalam kehidupan  dan pengembangan itu, baik di dalam keluarga, lingkungan kerja, lingkungan gereja atau di lingkungan kantor, atau di bidang apa saja dan di lembaga apa saja.  Pengalaman-pengalaman itu akan dibagikan (disharingkan), dikuatkan dan diperkaya oleh pengalaman-pengalaman dan iman dari para peserta muspas yang lain dalam diskusi per dekenat atau per kevikepan atau dalam diskusi umum.

Kita juga akan diperkaya dan diberi pencerahan oleh para mitra kita yang bekerja di bagian pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan bidang pengembangan sosial ekonomi. Telah sekian lama pemerintah kita juga berjuang keras, agar masyarakatnya makin hari makin menikmati kemakmuran dan kesejahteraan. Memang masih ada banyak hal yang harus dibenahi, masih ada banyak infrastruktur yang harus dibangun, dan masih ada banyak pekerjaan yang belum terlaksana.

Fakta-fakta negatif:

Ketika kita sedang berusaha keras menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, yaitu tentang kebenaran, kebaikan, kesetiaan, kerja keras, kedisiplinan, pentingnya pendidikan dsb, kita berhadapan dengan tantangan, kesulitan dan hambatan yang amat banyak dan berat. Dunia industgri saat ini menawarkan kenikmatan, pelbagai kemudahan, hura-hura, aneka hiburan, makanan dan minuman, kosmetik, model-model pakaian, kendaraan, hp dsb.  Tawaran itu begitu menggiurkan, dan dikesankan bahwa semuanya bisa didapat dengan mudah, tanpa kerja keras, dan tanpa beban. Mereka yang  tidak mengikuti tawaran itu dianggap ketinggalan jaman dan “tidak termasuk jaman now”.  Kaum muda (laki-laki dan perempuan) menjadi perokok pada umur muda, meski mereka tidak punya penghasilan. Banyak yang menjadi pecandu narkoba, terlibat miras dan banyak yang mengidap HIV-AIDS.  Daerah kita saat ini, termasuk daerah rawan narkoba dan AIDS.

Meski ada banyak tantangan dan beban kita berat, kita tetap memikul tanggung jawab untuk menghantar umat dan masyarakat kita ke padang rumput yang hijau. Sudah berpuluh-puluh tahun kita bergerak dan bekerja untuk umat dan masyarakat kita.  Kita telah bersama-sama memilih bidang-bidang pelayanan sebagai fokus karya pastoral kita. Kita sudah berjejaring dan membangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah, pelbagai instansi pemerintah maupun swasta, demi pembangunan dan perkembangan umat dan masyarakat di keuskupan kita.

Misalnya, di bidang pendidikan, bersama dengan lembaga-lembaga Katolik yang ada di Keuskupan ini, kita telah mengelola: 11 Taman Kanak-Kanak, 16 SD, 9 SMP, 6 SMA dan 3 Perguruan Tinggi. Memang masih banyak sekolah yang dipercayakan umat, masyarakat dan Pemerintah kepada kita, namun baru jumlah itulah yang bisa kita kelola secara lebih teratur, karena keterbatasan SDM dan dana yang kita miliki. Para lulusan dari sekolah-sekolah kita, sudah banyak yang turut berperan di pelbagai bidang dalam pembangunan daerah ini.

Di bidang kesehatan, kita memiliki 1 rumah sakit dan 7 klinik. Kita juga turut terlibat secara aktif dalam bakti sosial,  program pemberantasan malaria, dan penyakit menular lainnya. Kita juga berusaha melibatkan diri dalam pengembangan sosial ekonomi, meski hasilnya belum memuaskan. Ada CU di Merauke, di Mindiptana, di Kepi, dan sedang dimulai di paroki Kuper. Bidang-bidang lain juga telah kita lakukan, namun tidak akan diuraikan di sini. 

Fakta-fakta kongkrit, yang disoroti dari segi teologis dan segi ekonomi kewirausahaan, pada saat muspas ini, diharapkan membantu kita untuk mendapatkan pencerahan dalam memandang realita kehidupan kita.  Berdasarkan apa yang kita alami, dan pencerahan tentang pelayanan kita di bidang kesejahteraan, kita mempunyai keberanian untuk melangkah secara bersama-sama karena tahu posisi kita di mana, berapa besar kekuatan kita dan  kita mau melangkah ke mana.

Muspas adalah saat rahmat, saat kita sebagai umat Allah yang dibimbing oleh Roh Kudus, melihat kembali apa yang telah kita kerjakan, membaca tanda-tanda jaman, melihat dalam terang iman apa yang menjadi kebutuhan umat dan masyarakat kita, saat ini dan pada masa mendatang. Muspas juga merupakan saat pertobatan dan pembaharuan diri dan mengarahkan ke depan, serta mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan.

Marilah kita hadir, mengikuti dan memperkaya muspas kita dengan penuh semangat dan sukacita, sebab kualitas muspas kita bukan hanya karena dibimbing oleh Roh Kudus, tetapi juga karena kita semua memilih untuk menjadi bagian dan turut ambil secara aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bagi umat dan masyarakat kita.
Selamat bermuspas. Tuhan memberkati.

Merauke, 7 Oktober 2018
Pada peringatan Maria Ratu Rosario



Mgr. Nicholaus Adi Seputra MSC
Uskup Agung Merauke



Minggu, 30 September 2018

MUTIARA YANG DIBUANG

PEMBACA YANG BUDIMAN

Pada akhir bulan September 2018 ini, saya menemukan sebuah cerita yang rasanya sayang kalau disingkarkan atau disimpan begitu saja.  Saya sudah membacanya dua kali dan saya tergerak untuk meneruskannya kepada pembaca. Siapa tahu ada mutiara-mutiara yang berharga yang dapat anda temukan. Selamat menikmati.


*MUTIARA YANG DIBUANG* 

SUAMI isteri yang kaya raya........saat masuk rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor.....dan tercium bau aroma tidak sedap.... "pesing". Sementara di sudut meja makan terlihat....nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu.

Istri : 
DIA bersuara keras membentak ibu tua itu !!!    Ini pasti ulah ibu, kan......?
Ibu ngompol di lantai kan........?   Lihat tuh, meja kotor..... makanan tercecer dimana-mana..... lantai juga Waduuuuuh (marah dan geram)..... ibu...ibu !!
Ini rumah bukan gudang.......ibu !!!!!

Suami :
Sudahlah mama.... jangan bentak ibu seperti itu, kasian.....ibu kan sudah tua

Istri:
Tidak bisa begini terus- menerus....Kalau tiba² ada tamu yg datang.... apa jadinya ???? Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo.....Saya akan bawa !

Suami :
Jangan ma....! Itu kan ibumu....masa' dibawa ke panti jompo ??  ...........

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri benahi merapikan kamar ibunya........  Di bawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam.  Dia tertarik karena....koq ada foto dirinya sejak kecil dan remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku :   *"PUTRIKU buah HATIKU"*

istri :
Terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu.

Diawali hari dan tanggal lahir dia. "Aku melahirkan putriku....biar terasa sakit dan mandi darah....aku bangga bisa punya anak".  Ya.....aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku.  Aku rawat dengan cinta....aku besarkan dengan kasih....aku sekolahkan dengan airmata....aku hidupi dia dengan cucuran keringat.  

Kuingat.....ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi.....di atas angkot....dia nangis lalu kubuka kancing blus dan susui dia....aku tak merasa malu....bahkan tiba-tiba dia kencingi aku.....tapi biarlah.  Tiba² dia batuk kecil.... muntah....dan basahi rokku.  Hari itu terasa indah bagiku....biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya....aku tetap tersenyum..... bangga sekali.  Kejadian itu berulang-ulang beberapa kali.  Aku tak peduli apa kata orang diatas angkot.... asalkan putriku bisa tumbuh sehat....Itu yang utama bagiku.

Istri :
Sambil baca..... airmatanya mulai meleleh turun....hati terasa perih....dada sesak.  Tiba² dia berteriak keras....meraung-raung sejadi-jadinya "Ibuuuuuuu.. ibuuuuu.."!! Sambil berdiri setengah berlari ke garasi.

Suami :
Suaminya kaget lihat ulah istrinya dan bertanya : "Keeeenapa ma, ada apa ???"
Terisak dia jawab : "Aku harus bawa kembali ibuku".

Tiba-tiba telpon berdering....diterima suaminya lalu........ "Mohon bapak dan ibu segera datang ke panti sekarang...... cepat !!!" Mereka buru-buru ke panti....saat masuk, nampak tubuh ibu tua sudah lemah, sedang diperiksa dokter.

Istri :
si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu........"!! Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata..... "Anakku...ibu bangga punya kamu....seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak... Maafkan ibu. iiiii...ibu saaayyyaaaang padamu (sambil memejamkan mata)".  Sang ibupun menghembuskan nafas... meninggal dengan damai

Anaknya meraung-raung keras sekali....menangis dan menyesal !!!!! "Ibuu....ibuu.... aku minta ampun buu...... aku durhaka sama ibuu.. ampun...ampuni aku bu. iiibuu...jangan tinggalkan aku bu.  *"Anak macam apa aku ini....anak macam apa.......ampun buu....ampuni aku ibuu*"

SUADARAKU.....SAHABATKU....masih kah ada ibu dan ayah disisimu ?

KALAU orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.  Nilai apa yg terbersit dari kisah ini ?

Ingatlah Saudaraku :

* kegeraman mengantar kita "memeluk dosa"

* tindakan bodoh, membuat kita "merangkul durhaka"

* sikap ego, mendorong kita "mendekap nista"

* sesal yang terlambat, menarik kita "bergelimang keperihan dan dosa"

Berpikirlah arif, bertindak dengan bijak, berucaplah yang patut....berikan kasih sayang dgn jiwa.....dan hiduplah penuh dengan KASIH. Semoga hati kita menjadi lembut dalam memberikan bakti pd org tua..... Pelajaran yg harus kita ubah,tingkah laku kita,tehadap org tua, terimalah dia apa adanya, krn dia satu2nya yg bisa memberikan kehidupan kita di dunia ini. 


Sekarang Anda mempunyai 3 pilihan:
1. Anda -
Aku akan biarkan tulisan ini tetap di sini saja..

2. Malaikat -
Ingatkan pada teman yang anda kenal...Sebarkanlah..!

3. Syaitan -
Tidak usah penat2 dan sibuk-sibuk menyebarkan tulisan ini..Biarkan saja di sini..Kalau boleh hapus/ tutup saja..Mereka tidak perlu membaca tulisan ini.. 


Saya menyebarkan cerita tadi via blog ini. Moga-moga akan ada banyak pembaca yang tergugah dan meneruskan nilai-nilai penting kepada sahabat atau keluarga atau siapa pun yang anda kirimi cerita ini.  Semoga anda pun menjadi perantara berkat Tuhan  bagi sesama. 

Selasa, 10 Juli 2018

AIR KELAPA HIJAU


Pembaca yang budiman,
Beberapa kali saya mendapatkan kiriman  imil atau wa (whatsup) yang isinya kepedulian seseorang kepada sesamanya yang sakit / menderita gangguan tertentu. Kepedulian itu diwujudkan dengan membagikan pengalamannya tentang  sakit, obat yang dipakai, proses penyembuhannya, dokter penolongnya, alamatnya dsb. Sakit memang bagian dari pengalaman hidup manusia. Kadang-kadang sakit / penyakit itu datang tiba-tiba dan tidak bisa dielakkan. Ada juga sakit yang berakibat fatal, sehingga orang itu harus dirawat secara khusus dan intensif.

Pada masa kini, sudah banyak obat yang beredar, dan dengan mudah dibeli di apotik-apotik. Ada banyak obat juga yang tidak boleh dibeli sembarangan, tetapi harus dengan resep dokter. Di banyak tempat, di puskesmas, di rumah sakit, atau pun di tempat praktek dokter, kita bisa mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis. Sudah banyak dokter yang rela ditempatkan di kota-kota kecil, atau bahkan di daerah yang sedang berkembang, dan di pulau-pulau di nusantara ini.

Namun demikian, obat-obat tradisional atau obat-obat kampung masih tetap menjadi alternatif, bila obat-obat yang ada di apotik-apotik atau di puskesmas, sulit didapatkan. Bahkan, ada banyak orang yang sering memilih obat-obat alami sebelum pergi ke dokter, meskipun rumah mereka dekat dengan tempat praktek dokter atau rumah sakit.  Obat-obat herbal yang sudah lama dikenal oleh nenek moyang di banyak tempat diperkenalkan lagi, bahkan lebih diyakini lebih manjur daripada obat dari pabrik. Salah satu obat tradisional yang saya dapatkan di imil adalah air kelapa. Inilah dia ceritanya: 


HANCURKAN BATU GINJAL DENGAN AIR KELAPA

Tuhan Maha Adil. 

Orang kaya mengatasi batu ginjal  sampai harus ke Amerika. Ini pengalaman Pak Dahlan Iskan yang ditulis hari ini dalam Disway.id.

Orang miskin, cukup dengan minum kelapa hijau. Tokcer. Segar, lezat, dan ampuh. Batu ginjal luruh berkeping-keping seperti gamping disiram air. Lalu keluar deras bersama air kencing. Ini pengalaman saya dan entah berapa banyak yang sudah membuktikan. 

Sebetulnya sebagian tulisan ini adalah komentar saya atas tulisan Pak Dahlan yang dishare hari ini. Gara-gara ini ada beberapa teman yang inbox minta resepnya.

Baiklah. Sebelumnya ijinkan saya berkisah dulu. 

Pada tahun 2001, sore maghrib itu, saya mengalami sakit yang luar biasa saat buang air kecil. Mampet. Panas dingin menahan sakitnya. Air kencing sampai berdarah. Ternyata itu yang disebut batu ginjal. Sebelumnya saya hanya melihat kakak saya sampai menangis menderita hal yang sama. Setelah mencoba berbagai obat dan tidak mempan, kakak saya itu akhirnya mendapat resep jitu. Resep para leluhur.

Dengan resep tersebut, saya sembuh. Tidak pakai lama. Minum abis maghrib, di pagi subuh saat buar air kecil mak byooor. Amazing tenan.

Beberapa tahun berikutnya, saat mudik lebaran, ada kerabat yang bercerita bahwa dia mau operasi batu ginjal. Rasa sakit dia rasakan makin sakit saja. Itu karena ditambah dengan memikirkan biaya operasinya. Saya katakan: "Tenang. Nggak usah cemas". Lalu saya berikan resep ampuh pemunah batu kristal itu.

Lebaran tahun berikutnya, ia bercerita dengan penuh suka cita. Resep yang saya berikan itu telah membebaskan dia dari meja operasi. Kisah itu pun viral di desa sana. Begitulah. Setiap ada yang menderita batu ginjal, saya berikan resep ini. Entah sudah berapa banyak orang. Dan sejauh ini belum ada yang gagal.

Nah. Ini dia resep mujarab penghancur batu ginjal itu. Silahkan petik, manjat pohonnya, atau beli kelapa hijau di pasar. Biar tidak repot mintalah penjual sekalian memangkas bagian atasnya agar nanti mudah membuat lubang.

Oh iya. Anda harus paham. Yang namanya kelapa hijau asli, sabutnya justru berwarna merah seperti di foto ini ( maaf fotonya tidak saya tampilkan di sini, karena saya hanya mendapat imil ini saja).

Caranya, masaklah air di panci hingga mendidih. Setelah mendidih matikan kompor. Kemudian masukkan kelapa hijau itu utuh ke dalam panci berisi air mendidih itu. Lalu tutup. Diamkan selama 10 menit. Selama 10 menit itu, silahkan dibolak-balik posisinya agar merata. Setelah itu, angkat kelapa hijau dari panci. Segera lubangi ujung atas kelapa itu dan tuangkan airnya ke dalam gelas. Sekarang minum airnya. Rasanya sungguh lezat dan segar. Setelah itu, silahkan tidur. 

Saat terbangun di pagi subuh, Anda akan terasa ingin buang air. Kini warna air kencing itu bukan coklat atau kuning lagi. Tetapi berwarna serperti air susu. Itu adalah batu ginjal yang sudah hancur. Lakukan hal itu maksimal tiga kali saja. Pengalaman saya, dengan dua kali minum, batu itu sudah hilang.

Manusia bisa menanam pohon kelapa hijau dan memetik buahnya, namun bagaimana proses pertumbuhan pohon itu, bagaimana airnya masuk ke dalam tempurung buah dan bagaimana mengatur khasiatnya, berapa banyak kandungan air dalam buah kepala itu, manusia tidak punya kuasa. Jawabannya adalah semua itu ada di tangan Allah Sang Pencipta. Kita makhluk ciptaan-Nya hanya bisa bersyukur. 

Melalui tulisan ini, saya juga hendak mengucapkan terima kasih kepada penulis yang telah bersharing tentang pengalamannya. Saya berharap dengan menampilkan dan meneruskan pengalaman itu kepada para pembaca, anda juga akan mengalami kedahsyatan kasih Tuhan, melalui air kelapa hijau itu. Semoga makin banyak orang yang sembuh setelah membaca dan mempraktekkan apa yang anda baca.   Selamat mencoba dan mengalami kesembuhan.

Selasa, 26 Juni 2018

SAYA MAU ITU


Rekan-rekan pembaca blog.....

Akhir-akhir ini, agak jarang saya menyapa anda. Memang kesibukan ada banyak, namun meluangkan waktu untuk menulis itu membutuhkan ketekunan dan kemauan yang membaja dan membara.  Malam ini, kemauan itu ada dan membara. Karena itu, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menjumpai anda.

Yang ada di bawah ini, bukan tulisan saya, namun saya merasa bahwa isi tulisan itu bagus, dan berguna bagi banyak orang. Karena itu, saya teruskan kepada anda. Moga-moga, anda mendapatkan inspirasi dari buah karya itu.


Banyak momen *INDAH* dlm hidup ini yg seharusnya bisa kita *NIKMATI*, tapi menjadi *GAGAL* hanya karena _ketidakmampuan_ kita dalam *MENGUASAI* diri.

Tanpa *SADAR* bahwa setiap momen begitu *BERHARGA* & tidak akan dapat *TERULANG* lagi.

Berapa sering kita *MENUKAR* _sukacita_ dgn *KEMARAHAN* hanya karena _ucapan_ seseorang yg mestinya jangan kita *HIRAUKAN*

Berapa *BANYAK* _ucapan_ & _tindakan_ kita yg *menyakitkan* orang lain & akhirnya *mendatangkan* _penyesalan_ & _kesedihan_ dlm hati sendiri?

Berapa banyak *KEMARAHAN* yg tidak seharusnya kita *UMBAR* begitu saja

Berapa banyak _konflik_ & _pertikaian_ yg dapat kita *hindari* kalo kita mau *BERSABAR*  & *MENGALAH*

Mari kita *BELAJAR*  selalu Mengendalikan diri, agar *SABAR*, *MENGALAH*, *MEMAAFKAN*

Jangan *TUKAR* hidup yang berlimpah *BERKAT* ini dgn duka yg kita *CIPTAKAN* sendiri.

Jangan *TUKAR* _Sukacita_ & _Kebahagiaan_ dgn *Kesedihan* yg tak ada *NILAI* nya

Tukarlah dgn hal² yg lebih _bernilai_, yaitu *KEDAMAIAN* & *KEHARMONISAN* 

Orang *BIJAK* bukan tidak punya *MASALAH*, tapi dia dapat mengatasi *MASALAH* dengan _baik_ n _benar_.

Orang *BAHAGIA* bukan karena *HIDUP* tanpa *KESUSAHAN*, tapi _kesusahan_ diubahnya menjadi *SUKACITA*

Orang *BERIMAN* bukan karena *RAJIN* _berdoa_ dan _beribadah_ saja, tapi *MAMPU* _mewujudkan_ *doa* dan *ibadah* menjadi *KARYA* yg indah bagi orang sekitarnya.

Bertumbuh menjdi *tua* adalah sebuah _kehidupan_, tetapi menjadi *dewasa* adalah sebuah *PENGALAMAN*. 

Semua orang pasti akan menjadi *TUA*, tetapi tidak semua orang _bisa_ menjadi *DEWASA*. 

Orang *DEWASA* adalah orang yang sudah bisa _bertanggungjawab_, _bijaksana_, selalu _bersyukur_, dan _rendah hati_                            

Kata-kata bijak dan mengarahkan manusia kepada kesempurnaan, bukan hanya ditemukan dalam kitab suci, namun juga ada di mana saja. Tuhan berfirman pada jaman dulu dan sekarang melalui alam, puisi, lukisan, lagu-lagu, dan kata-kata bijak serta buah renungan dari manusia.  Manusia sebagai citra Allah juga dapat menampilkan dan menghadirkan wajah dan kasih Allah. Karena itu, melalui manusia dapat bertemu dengan Allah dengan bantuan sesama.