Sabtu, 05 Juli 2014

JAKARTA DUBAI

PEMBACA YANG BUDIMAN

Saya sajikan untuk anda, oleh-oleh perjalanan ziarah ke Eropa beberapa hari terakhir ini. Oleh-oleh itu akan saya tulis secara bersambung. Moga-moga saya sanggup menyelesaikannya dalam beberapa waktu ke depan. Semoga ada butir-butir mutiara yang anda temukan di dalamnya. Inilah sajian pertama, yang saya tulis di Jakarta,  2 hari setelah tiba di tanah air. Selamat membaca.

Pengurus tur ziarah ini memberikan lembaran pedoman kegiatan dan rute yang akan kami ikuti selama perjalanan itu. Di lembaran itu, pada hari pertama tertulis: “Perjalanan ziarah merupakan salah satu kesempatan dalam hidup dan berkat bagi kita sebagai umat yang dikasihi Tuhan. Melalui kesempatan kali ini, kita akan berkumpul di Bandara Internasional Soekarno-hatta 3 jam sebelum keberangkatan, untuk penerbangan menuju Lisbon.

Tanggal 19 Juni 2014, di wisma KWI Jalan Kemiri no 15 Menteng – jakarta, para peserta ziarah berkumpul untuk saling berkenalan, merayakan misa kudus untuk mohon berkat perjalanan, dan mendapatkan pengarahan. Hal ini penting agar kami semua sebelum berangkat sudah saling kenal, dapat mempersiapkan hal-hal yang perlu di perjalanan, dan dengan hati damai berangkat karena telah dikuatkan oleh berkat Tuhan. Dalam pengarahan itu, kami semua diminta untuk berkumpul di Bandara sebelum jam 22.00 sehingga bisa bersama-sama cek in, pada jam 22.00.

Sekitar jam 21.00 sudah ada beberapa peserta yang datang di Pintu D-1 Terminal II. Menjelang jam 20.30 semua peserta sudah ada, dan kami semua mendapatkan pengarahan, menempelkan stiker / tanda pengenal di koper masing-masing peserta, baik yang akan dimasukkan ke bagasi maupun yang akan dibawa dalam kabin pesawat. Bu Janny yang dibantu oleh suaminya telah menyiapkan stiker, papan nama, dan pita berwarna hijau, dan mengikatkannya di masing-masing koper peserta. Setelah semuanya beres, kami mendapatkan pengarahan singkat, dan kemudian berdoa bersama.


Ternyata pengurus telah membantu kami cek in lebih dahulu, sehingga kami segera mendapatkan “boarding pass” dan bisa terus menuju ke bagian imigrasi. Koper-koper kami diurus oleh mereka dan dengan lebih leluasa kami tinggal menenteng koper kecil dan tentengan yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat. Kepada mereka yang telah mengurus kelancaran cek in, dan mengantar koper-koper besar ke loket cek in, kami ucapkan banyak terima kasih.

Di bagian imigrasi malam itu tidak ada begitu banyak penumpang yang akan berangkat, sehingga kami tidak perlu antre berlama-lama. Dalam beberapa menit, urusan imigrasi selesai. Kami masih punya waktu kira-kira 2 jam sebelum keberangakatan. Karena itu, kami memanfaatkan waktu itu dengan masuk di “lounge” dan menikmati makanan yang ada di sana. Mereka yang belum makan masih ada waktu cukup untuk bersantap malam, sedangkan yang sudah makan di rumah, juga masih bisa menikmati hidangan penghangat badan, atau menikmati kue-kue ringan.

Jakarta - Dubai

Itulah rute perjalanan hari pertama kami, dalam rangka ziarah 14 hari bersama rombongan MKPP (Misi Kemanusiaan Peduli Papua) tanggal 20 Juni – 3 Juli 2014. Kami ber-17, menumpang pesawat Eminarates EK 359, dari Jakarta ke Dubai, menempuh jarak lebih dari 7.600 km selama 8 jam. Sebuah perjalanan yang cukup panjang, dengan pesawat boing 737, yang terbang dengan kecepatan lebih dari 900 km per jam. Kami berangkat adari Jakarta jam 00.40 wib dan mendarat di Dubai jam 05.30.

 Beda waktu antara Jakarta dan Dubai adalah 3 jam. Waktu di sana lebih pagi daripada waktu di Jakarta, sehingga jarum jam di arloji kami harus dimundurkan 3 jam. Bila wakatu di sana menunjukkan jam 05.30 itu berarti waktu di Jakarta jam 08.30. Matahari di sana baru mulai terbit, sedangkan di Jakarta sudah mulai tinggi, karena sudah terbit lebih dahulu. Sebagian penumpang bisa tertidur, bahkan terlelap dalam perjalanan malam itu, sementara yang lain tidak bisa tidur. Mereka yang tidak bisa tidur, ada yang memejamkan mata, tetapi ada juga yang mengisi waktunya dengan membaca, atau mendengarkan musik atau menonton film yang disediakan. Mereka tinggal memencet tombol-tombol remote yang ada di bangku masing-masing, atau memencet tombol-tombol di layar di depan tempat duduk masing-masing.  

Saya tidak tahu berapa lama mata ini terpejam, namun yang pasti sudah dini hari baru saja bisa tertidur. Lumayan juga bisa tertidur di pesawat, sehingga ketika tiba di Dubai, badan ini sudah agak segar. Kami transit di Dubai selama kurang lebih 1 jam 45 menit. Kami harus ganti pesawat untuk menuju Lisbon, melalui jalan yang cukup panjang. Karena belum saatnya untuk boarding, pintu keberangkatan masih tutup. Kami masih punya waktu untuk jalan-jalan, minum kopi panas, dan melihat-lihat “suasana bandara” yang tampak lebih besar, lebih teratur, bersih dan mewah daripada bandara Cengkareng. Ada juga rekan kami yang belanja sesuatu yang masih diperlukan, yang lain duduk-duduk sambil bercerita, dan yang lain lagi “berfoto” supaya ada kenangan dalam perjalanan hari itu.


Kami tiba dengan selamat di negeri orang setelah terbang 8 jam. Negeri itu sesungguhnya gurun pasir dan panas, namun kaya dengan minyak. Hasil penjualan minyak itu dipergunakan untuk membangun negara dan mensejahterakan masyarakatnya. Di negeri yang panas dan tandus itu, ternyata ada banyak rejeki, baik rejeki duniawi mapun rejeki dalam rupa kehadiran banyak bangsa dari negara lain yang datang ke negeri itu. Pemerintah Negeri Emirate telah menjadikan masyarakatnya makmur dan menjadi idaman banyak orang untuk bekerja dan mengalami hidup sejahtera. Meskipun penduduknya beragama islam, namun kerukunan hidup beragama amat menjamin bangsa-bangsa lain yang berbeda agama, hidup dengan aman dan damai di sana. Mereka tidak menganut falsafat Pancasila, namun kebebasan beragama dari penduduk pribumi maupun orang asing dijamin oleh pemerintah.  


Ajaran agama yang benar adalah ajaran yang menjadikan setiap orang adalah duta-duta Allah yang maharahim, yang setiap saat siap untuk membawa damai bagi semua orang tanpa membedakan asal-usulnya, negaranya, agamanya, dan tingkatan sosialnya. Di Dubai, saya mengalami itu. Kaum muslim yang berjilbab atau tidak, yang dari Asia atau pun yang dari Eropa atau Amerika atau benua yang lain, bisa bekerja sama, duduk makan, mengusahakan kelancaran penerbangan, meningkatkan pelayanan kemanusiaan, dan menjaga ketenteraman dan kedamaian. Belum pernah saya mendengar di negeri itu ada teror, atau ledakan bom bunuh diri, atau pembajakan pesawat. Bahkan negeri ini mempunyai reputasi yang sungguh baik dalam dunia penerbangan.  Saya rindu bahwa di negeri yang berdasarkan Pancasila ini, kedamaian, kemakmuran dan kesejahteraan bagi semua warga negaranya sungguh-sungguh terjamin. Saya amat yakin bahwa hati nurani bangsa Emirate Arab sama dengan hati nurani manusia Indonesia, karena diciptakan oleh Tuhan yang satu dan sama. 

Senin, 30 Juni 2014

MENARA PISA

PEMBACA YANG BUDIMAN

Syaloom

Saat ini saya sedang berada di Italy - tepatnya di kota Pisa. Menurut jadwal, sesudah sarapan kami akan berkunjung ke sana. Cerita tentang menara ini, sudah lama saya dengar. Melihat gambar atau fotonya pun sudah banyak kali. Namun melihat secara langsung dari jauh ( dari bis ) baru terjadi kemarin, tanggal 29 Juni 2014. Melihat menara itu dari dekat, akan terjadi hari ini tanggal 30 Juni 2014.

Ketika saya menulis di blog ini, saya teringat syair dalam Mazmur 8 yang berbunyi:

Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.  Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:   apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?  Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.  Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;   burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.  Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Menara Piza dapat dilihat sebagai ungkapan diri manusia untuk menyapa dan mengagumi Allah  penciptanya. Kekuatan imaginasi, daya cipta, ungkapan kekaguman dan kemampuannya untuk menyatakan kebesaran Allah,  diwujudkan dalam bentuk bangunan. Kekokohan bangunan itu, ketinggian, kerapihan, dan kesatuan benda-benda / material yang diambil dari mana-mana dan disatukan dalam 1 bangunan, merupakan "lambang bahwa Allah hendak menyatukan seluruh umat Allah yang tersebar di seluruh bumi".

Beberapa keterangan yang saya dapatkan dari google tentang menara Pisa adalah demikian:

Menara Miring Pisa (Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa atau disingkat Torre di Pisa) adalah sebuah campanile atau menara lonceng katedral di kota Pisa, Italia.
Menara Pisa sebenarnya dibuat agar berdiri secara vertikal seperti menara lonceng pada umumnya, namun mulai miring tak lama setelah pembangunannya dimulai pada Agustus 1173. Ia terletak di belakang katedral dan merupakan bangunan ketiga Campo dei Miracoli (lapangan pelangi) kota Pisa.

Ketinggian menara ini adalah 55,86 m dari permukaan tanah terendah dan 56,70 m dari permukaan tanah tertinggi. Kelebaran dinding di bawahnya mencapai 4,09 m dan di puncak 2,48 m. Bobotnya diperkirakan mencapai 14.500 ton. Menara Pisa memiliki 294 anak tangga. Dengan adanya menara ini, sektor pendapatan ekonomi jadi bertambah karena adanya objek wisata.  Menara Pisa juga diterima sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sejarah

Pembangunan Menara Pisa dilakukan dalam tiga tahap dalam jangka waktu 200 tahun. Pembangunan lantai pertama dari campanile yang berbatu marmer putih dimulai pada 9 Agustus 1173, yang merupakan era kesejahteraan dan kejayaan militer. Lantai pertama ini dikelilingi oleh pilar dengan huruf klasik, yang mengarah miring terhadap lengkungan kerai. Sebenarnya, Menara Miring tersebut seharusnya berdiri tegak setinggi 55 meter, namun dikarenakan Menara Miring Pisa dibangun di atas tanah yang tidak stabil, Menara tersebut akhirnya miring dari garis lurus sepanjang 5 meter.


Ada kontroversi mengenai identitas dari arsitek Menara Miring Pisa. Selama beberapa tahun lamanya desainer dipredikatkan kepada Ahmad rezio Pahlevio dan ronaldo Jeremiaso, seorang seniman lokal terkemuka abad ke-12 di Pisa, yang populer oleh cetakan perunggunya, khususnya di dalam Pisa Duomo. Bonanno Pisano meninggalkan Pisa pada 1185 menuju ke Monreale, Sisilia, hanya untuk pulang kampung dan meninggal di kampung halamannya. Sarkofagus nya ditemukan di dasar menara pada tahun 1820.

Siapapun yang membangun......banyak orang tidak begitu mempersoalkan. Yang lebih mereka pentingkan adalah "bukti sebuah kebesaran manusia" pada saat itu yang telah mampu membangun sebuah bangunan raksasa, yang kokoh, dan telah berabad-abad lamanya berdiri, namun tidak roboh meskipun miring 5 meter dari garis tengah bagian dasarnya.

Kalau manusia sudah dapat dikatakan "besar dan mengagumkan", apalagi Sang Pencipta. Dia mahabesar dan maha mengagumkan. Kepada Dia kita menyembah, berbakti dan melaksanakan amanat yang diberikan kepada kita, agar kita berbahagia berada dalam pelukan kasih-Nya setiap hari.



Minggu, 22 Juni 2014

DOA SEBELUM PERJALANAN

PEMBACA YANG BUDIMAN

SYALOOM

TANGGAL 20 JUNI 2014, kami memulai ziarah kami dengan doa bersama di Bandara Sukarno Hatta Jakarta, sebelum kami memasuki pintu masuk untuk lapor diri tentang kepastian keberangkatan ( cek in ). Di dekat pintu masuk itu, ada suatu tempat yang diberi kode sebagai petunjuk:  TEMPAT KEBERANGKATAN 2D  PINTU SATU. Di sanalah kami telah bersekapakat untuk berkumpul.

Menjelang jam 22.00 para peserta sudah mulai berdatangan. Karena pada hari sebelumnya kami sudah mengadakan pertemuan di wisma KWI di jalan Kemiri, kami menjadi lebih mudah mengenali rekan-rekan yang akan menjadi sahabat seperjalanan dalam ziarah kali ini. Ketika berkumpul di wisma KWI ada beberapa rekan yang berhalangan. Mereka adalah bu Bambang, bu Tri, dan bu Iin. Kali ini lengkaplah, bahkan mereka yang menjadi "pengurus perjalanan ini" ( pihak Bayu Buana Tur ) juga hadir.

Mereka membantu kami untuk mengecek koper-koper para perserta. Kemudian koper-koper itu diberi label, agar nantinya ketika dimasukkan ke bagian bagasi pesawat, para pemiliknya dengan mudah mengenali koper-koper itu ketika sudah tiba di tempat tujuan. Mereka pula yang membantu kami untuk cek in barang-barang. Kepada kami dibagikan "bording pass" sehingga kami tidak perlu antre untuk cek in.



Sebelum masuk ke pintu keberangkatan, kami semua berdoa. Doa yang telah disusun sebelumnya, sudah dicetak di buku panduan. Karena buku-buku itu sudah ada di koper, DOA MOHON BERKAT TUHAN UNTUK PERJALANAN DIBAWAKAN OLEH MGR Niko, dan diambil dari buku itu.  Inilah doa yang kami panjatkan pada malam itu:


DOA MOHON BERKAT
DALAM PERJALANAN

Allah Bapa yang agung dan mulia. Engkaulah pencipta dan penyelenggara kehidupan, dan pemilik segala yang ada. Engkau menciptakan manusia, dan menempatkannya di dunia, agar kemuliaan-Mu menjadi sungguh nyata di antara semua makhluk ciptaan-Mu. Engkau melengkapi mereka dengan keindahan, kemuliaan dan semarak seperti yang ada padaMu sejak awal mula.

Bersama para pemazmur kami memuji Dikau: Tuhan Allah, kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi. Keagungan-Mu luhur mengatasi langit. Siapakah manusia sehingga Engkau perhatikan ? Siapakah dia, sehingga Engkau pelihara ?

Perhatian dan kasih sayang-Mu, Engkau tunjukkan dengan memberikan kepada kami rupa-rupa tanda, dan karunia sehingga melalui tanda-tanda itu kami dapat lebih mengenal dan mengalami kehadiran-Mu. Di mana ada manusia, di sana kami melihat dan menemukan kemuliaan-Mu.

Pada hari ini, kami bersama-sama hendak mengadakan perjalanan – ziarah ke Eropa, untuk mengalami kebaikan dan kesih setia-Mu yang Engkau hadirkan bagi umat manusia. Bimbinglah dan berkatilah perjalanan kami, sebagaimana Engkau telah memberikan perlindungan dan penyertaan-Mu kepada para rasul, para pewarta Injil-Mu dan kepada utusan-Mu sampai ke ujung bumi.

Semoga kami tiba dengan selamat di tempat tujuan, dan dapat mengadakan ziarah dengan aman dan damai. Berkati pula, para pendamping kami, dan penyelenggara perjalanan, mereka yang telah menyiapkan kedatangan kami, agar mereka pun mengalami kebaikan-Mu. Berkati anggota keluarga, para sahabat dan saudara-saudari kami yang mendukung perjalanan ziarah kami ini. Semoga Engkau telah menyertai kami, sampai kami tiba kembali di tanah air kami.

Semoga selama perjalanan ini, kami mengalami kegembiraan, dan hati kami dipenuhi dengan rasa syukur atas apa saja yang kami lihat, kami dengar dan kami rasakan. Semoga selama perjalanan ini, kami menjadi sahabat yang baik, yang rela berkorban, dan mau memahami situasi dan pergumulan rekan-rekan seperjalanan kami, sehingga “kehadiran kami dialami sebagai kehadiran-Mu sendiri”, kata-kata kami dialami sebagai sapaan-Mu, dan penghiburan yang kami alami adalah penghiburan yang Engkau berikan kepada kami”. Doa, hormat, syukur dan permohonan kami ini, kami haturkan kepada-Mu, dengan perantaran Kristus Tuhan dan Pelindung kami. Amin. 

Kami tiba di Dubai dengan selamat, setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam. Pesawat mendarat dengan mulus pada jam 05.20 waktu Dubai. Setelah keluar dari perut pesawat, kami naik bis menuju ke terminal - untuk transit. Kami memulai proses panjang: cek in dengan memasukkan semua barang bawaan ke mesin X Ray, termasuk ikat pinggang, arloji, jaket dll harus dicek. Syukurlah semuanya berjalan lancar..... Kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat Emirates yang berbeda. Kami terbang dari Dubai menuju ke Lisbon selama kira-kira 7,5 jam. Kami mendarat dengan selamat di Lisbon, meski roda pesawat ketika menyentuh landasan tidak semulus seperti ketika mendarat di Dubai. 



Setelah keluar dari perut pesawat, kami berdoa untuk mengucap syukur atas anugerah perjalanan yang begitu lancar bagi kami semua.  Memang kami telah menerima anugerah-Nya sepanjang malam, hingga hari berikutnya, melalui mereka yang telah melayani kami. 





Rabu, 18 Juni 2014

KUTERUSKAN PADAMU 9

PEMBACA YANG BUDIMAN

SYALOOM

Saya haturkan kepada anda, bagian terakhir dari doa kerahiman, yaitu urutan yang kesembilan. Semoga anda terbantu untuk mengalami kasih Tuhan yang berlimpah ruah kepada kita. Salam dan Tuhan memberkati kita semua.

Tuhan Yesus, kepada para murid dan pengikut-Nya menyatakan: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Markus 2:17). Pada jaman itu,orang-orang sakit – terlebih orang-orang yang sakit parah, bertahun-tahun, atau sakit yang aneh, digolongkan sebagai orang-orang yang berdosa atau dikutuk Allah. Oleh karena itu, mereka ini harus dijauhkan, dipandang hina, dan tidak boleh tinggal di kampung mereka. Dalam arti tertentu, mereka ini “disamakan dengan binatang” yang diangap najis. 
 
Kerahiman Allah yang nampak pada diri Yesus, terwujud dalam bentuk perhatian dan pelayanan-Nya kepada orang-orang berdosa, orang-orang yang sakit, yang terlantar, dan mereka yang diasingkan. Penyembuhan secara fisik yang mereka alami, menjadikan mereka sehat kembali, tetapi juga martabat mereka sebagai manusia dipulihkan. Lebih dari itu, mereka bukan “manusia biasa”, tetapi karena Sabda Yesus yang amat berwibawa dan merupakan “kata-kata Allah Bapa sendiri”, mereka diangkat menjadi anak-anak Allah.


Begitu juga, ketika ada seorang perempuan yang tiba-tiba mengurapi Dia dengan minyak, dan kemudian menyekanya dengan rambutnya, orang-orang sudah bereaksi untuk mengusir perempuan itu. Yesus membiarkan perempuan itu, melakukan apa yang diperbuatnya sampai selesai. Baru kemudian, Dia menegaskan hal ini kepada tuan rumah: “ Simon, engkau lihat perempuan ini ? Aku masuk ke rumahmu, namun engkeu tidak memberikan Aku air untuk membasuh kakiku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan iar mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi dia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan meinyak wangi. Sebab itu, Aku berkata kepadamu: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih”. Lalu, Yesus berkata kepada perempuan itu: “ Dosamu sudah diampuni”.

Kerahiman Allah, bukan hanya terjadi lewat “kata-kata”, tetapi juga lewat tindakan pengampunan. Karena itu, perempuan itu pergi dengan sukacita, karena dosa yang membebani dia seumur hidupnya, telah diampuni. Martabatnya yang telah jatuh, dan “menjijikkan” sehingga dia layak diasingkan dan dibuang, telah dipulihkan. Dia menjadi anak Allah yang berhak menerima karunia yang berlimpah pula. Allah tidak jijik kepada makhluk ciptaan-Ny.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang yang menjengkelkan, mereka yang tidak sepaham, atau mereka yang telah menyakiti hati, dengan mudah dijauhkan, dihindari, atau tidak diperhatikan. Dalam bahasa sekarang ini, diacuhkan. Mengapa demikian ? Supaya tidak menyakiti hati lagi, tidak ada urusan dengan dia, dan tidak lagi berurusan dengan orang “yang menyebalkan” itu.

Ajaran Yesus amat jelas, kalau engkau mencintai dan melayani mereka yang mencintai dan menghormati kamu, apakah jasamu ? Orang kafir pun berbuat demikian. Maka, hendaklah kamu sempurna, seperti Bapamu di surga, sempurna adanya (Mat 5:48). Mengampuni bukan hanya sampai 7 kali, melainkan sampai 70 x 7 kali. Artinya memberikan pengampunan tanpa batas. Itulah kesempurnaan dan kebaikan hati Allah yang tanpa batas jumlah kepada umat manusia.

Berdoa bagi orang yang acuh tak acuh kepada kita, adalah doa yang luar biasa. Karena di dalam doa ini, orang dilatih untuk mempunyai hati yang penuh dengan kerahiman yang berasal dari Allah. Marilah kita simak doa-doa itu.


Hari Kesembilan
Meditasi Kitab Suci : Why3:15-19
Marilah berdoa bagi jiwa orang-orang yang bersikap acuh tak acuh.

Yesus yang Maharahim, Engkaulah kebaikan. Antarlah ke dalam kemah hati-Mu yang Maharahim semua orang yang bersikap acuh tak acuh. Mereka bagaikan mayat yang busuk, yang memenuhi hati-Mu dengan kejijikannya. Benamkanlah mereka ke dalam api cinta kasih-Mu yang bersih dan hangatkanlah mereka dari kedinginan, supaya semangat baru mulai menyala dalam hati mereka, sehingga mereka selalu memuji kerahiman-Mu yang tak terbatas itu.

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata penuh kerahiman jiwa-jiwa orang yang acuh tak acuh. Dari hati-Nya yang maharahim, Putera-Mu pernah mengeluarkan keluhan di Bukit Zaitun, “Biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku." (Mat 26:39). Kami mohon demi sengsara yang dahsyat dari Putera-Mu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus dan demi sakratul maut-Nya selama 3 jam di salib, nyalakanlah semangat baru dalam hati mereka, untuk menjunjung kehormatan-Mu. Tuangkanlah ke dalam hati mereka cinta kasih yang benar, supaya mereka hidup kembali dan mampu melaksanakan perbuatan belas kasih di dunia ini dan akhirnya memuji kerahiman-Mu di surga untuk selama-lamanya. Amin. Doa ini dilanjutkan dengan doa Koronka.

Semoga setelah anda mendoakan 9 hari berturut-turut novena ini, hati anda diubah, dan menjadi “hati yang dipakai Allah untuk menyatakan kerahiman-Nya kepada sesama”. Ketika anda memberkati, anda pun pada saat itu juga diberkati. Ketika anda melayani, sesungguhnya anda pun dilayani oleh orang itu, dan oleh Dia yang hadir di antara anda...namuntidak anda lihat. Dan kekuatan untuk melalukan semua itu adalah anugerah Roh Kudus. Itu berarti yang anda lalukan, bukan sekedar tindakan manusiawi belakan, tetapi Tuhan menggunakan yang ada pada kita untuk melakukan kemurahan dan kasih setia-Nya.

Senin, 16 Juni 2014

VISITATION BULAN JUNI 2014

PEMBACA BLOG YANG SETIA

SYALOOM

PAGI INI, saya berhasil menuangkan beberapa kata, untuk mengisi "bagian saya" di majalah Keuskupan Agung Merauke, yang bernama VISITATIO.  Kiranya baik, apa yang saya tuliskan di sana, saya haturkan pula kepada anda. Selamat menikmati isinya.


KELUARGA YANG BERKOMUNIKASI


Kata komunikasi berasal dari kata bahasa Latin: comunicatio ( con – unus – care ) . Con berarti bersama-sama. Unus berarti satu, dan care artinya membuat. Maka comunicatio berarti membuat banyak unsur yang bermacam-macam itu menjadi satu. Dalam arti yang sangat luas dan mendalam, semua yang dikomunikasikan mestinya menjadi satu. Di sini menjadi sangat jelas, bahwa mereka yang saling berkomunikasi, amat menginginkan terjadinya satu dalam pemikiran, satu dalam kesepakatan, satu dalam keputusan, dan satu dalam tindakan. Itulah sebabnya, amat mudah dipahami bahwa agar keputusan dan tindakan itu dapat memenuhi harapan banyak pihak, komunikasi itu sangat penting.

Dalam tulisan saya pada bulan Maret 2014 yang lalu, telah diuraikan bahwa keluarga adalah unsur penting dalam kehidupan pribadi setiap orang dan dalam hidup bermasyarakat. Ikatan / hubungan darah, hubungan yang terjadi karena perkawinan, dan ikatan / kerukunan antar warga masyarakat yang berasal dari daerah yang sama, menjadi semakin kuat dan lestari karena anggotanya / warganya mau terlibat. Keterlibatan itu terjadi karena adanya komunikasi yang baik.

Pada jaman sekarang ini, ketika masyarakat makin berkembang, jumlah kendaraan makin banyak, jumlah penduduk makin meningkat, makin banyak pula kebutuhan-kebutuhan baru. Kebutuhan 9 bahan pokok, dan kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, pemasaran, dan angkutan sungguh amat dirasakan. Juga kebutuhan listrik dan kendaraan umum, alat-alat berat untuk membuka lahan pertanian, membangun jalan dan pembangunan meningkat luar biasa. Kebutuhan-kebutuhan baru itu, dan pemenuhannya, hanya dapat dimengerti dengan jelas, karena adanya komunikasi antar kedua pihak atau banyak pihak yang terkait dengan urusan itu.

Perkembangan yang demikian pesat ini, menuntut keluarga dan anggota-anggotanya untuk saling berkomunikasi, supaya banyak hal yang tidak jelas, kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan oleh anggota-anggotanya dapat dipahami. Kalau ada komunikasi, harapan akan adanya satu dalam pemikiran, satu dalam kesepatakan, satu dalam keputusan, dan satu dalam pelaksanaannya, bisa diwujudkan. Keluarga sebagai inti kehidupan pribadi setiap orang, dan sekaligus inti dari kelompok masyarakat, adalah “warga masyarakat yang paling mengalami dampaknya” atas adanya saling komunikasi atau tidak adanya saling komunikasi yang baik di antara anggotanya. Keluarga yang menjadikan “saling komunikasi yang baik antar anggota keluarganya berjalan teratur secara terus-menerus” adalah keluarga yang akan berhasil dalam meraih cita-cita.

Di dalam keluarga yang demikian ini, meskipun tidak disadari sesungguhnya terjadi “komunikasi antara manusia dan manusia, dan sekaligus komunikasi antara Allah dan manusia”. Maka, alangkah bahagianya bila semua anggota keluarga sungguh-sungguh menyadari bahwa ketika mereka berkomunikasi, sebenarnya Allah sedang berkomunikasi dengan manusia melalui dirinya. Manusia menjadi “sarana komunikasi yang dipakai Allah” untuk menyapa, menguatkan, melindungi, memberkati dan membahagiakan umat-Nya.

KUTERUSKAN PADAMU 8

PEMBACA YANG BUDIMAN

Saya hadir kembali untuk mengunjungi anda, untuk meneruskan tulisan tentang “KUTERUSKAN PADAMU 8” sebagai lanjutan tulisan-tulisan terdahulu. Untuk mengantar “buah-buah rohani” yang berwujud tulisan itu, saya haturkan pula kepada anda, sebuah lagu yang berjudul: Kasih Setia-Mu Tuhan. Bila anda tahu lagu itu, silakan menyanyikan lagu itu. Inilah syairnya.


Kasih setia-Mu yang kurasakan
lebih tinggi dari langit biru
kebaikanmu yang telah kau nyatakan
lebih dalam dari lautan

Berkat-Mu yang telah kuterima
sempat membuatku terpesona
apa yang tak pernah kupikirkan
itu yang Kau sediakan bagiku

Siapakah aku ini Tuhan
jadi biji mata-Mu
dengan apakah kublas Tuhan
selain puji dan sembah Kau.

Saya juga teringat lagu bagus ini, ketika saya menulis paparan ini. Lagu ini saya kenal beberapa tahun yang lalu. Syairnya bagus, dan tetap digemari oleh banyak orang, meski saat ini sangat jarang untuk dilantunkan. Baik pula bula anda menyanyikannya, ketika membaca tulisan ini. Judulnya: Kasih dari Surga. Inilah syairnya:


Kasih dari Surga
memenuhi tempat ini
kasih dari Bapa surgawi

Kasih dari Yesus
mengalir di hatiku
membauat damai di hidupku

Mengalir kasih dari tempat tinggi
mengalir kasih dari tahta Allah Bapa
mengalir mengalir mengalir dan mengalir
mengalir memenuhi hidupku.
Syair-syair lagu tersebut mengungkapkan kebaikan Allah, dan sekaligus “kebesaran martabat manusia yang dianugerahkan Allah kepadanya”. Kasih Allah mengalir dari surga, dan memenuhi hati manusia yang bekehendak baik. Komunikasi antara hati manusia dan hati Allah, akan membuahkan kesatuan yang begitu dalam dan indah, yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kerinduan ini sesungguhnya sudah terukir sejak manusia itu ada di dalam kandungan, maka sulit untuk dihapuskan, atau bahkan tidak mungkin dihapuskan.

Juga kerinduan untuk “menyatakan kesatuan, dan berada dalam kesatuan dengan sesama itu, tidak akan pernah terhapuskan” meski secara fisik keduanya berjauhan. Hati manusia yang telah menyatu, tetap selamanya “tergerak dan terarah untuk menyatu” meski “kedagingan dan keterbatasan serta kehendak manusia itu kadang-kadang mendorong ke arah yang lain atau yang berlawanan”. Itulah sebabnya, meskipun saudara, anak, kenalan, orangtua kita telah meninggal “relasi pribadi, dan kesatuan hati itu tetap ada. Karena relasi dan kesatuan inilah, manusia juga tetap rindu untuk mengungkapkan kesatuannya, atau keinginan untuk menolong mereka yang telah meninggal, khususnya mereka yang ada di api penyucian.

Menurut keyakinan orang katolik, ketika orang sudah meninggal, ada 3 kemungkinan yang terjadi pada orang itu. Pertama, mereka yang saleh dan suci hidupnya, akan mengalami kebahagiaan surgawi. Kedua, mereka yang masih ada noda dosa, akan mengalami “pemurnian” di api penyucian. Dan bila sudah tiba saatnya, mereka akan berbahagia di dalam surga. Dengan doa-doa, dan korban, kita yang masih hidup dapat menolong dia, agar doa-dosanya segera mendapatkan pengampunan. Dan yang ketiga, mereka yang sungguh-sungguh menolak Allah, dengan berbuat jahat yang demikian besar, akan masuk ke neraka. Di neraka ini, mereka akan mengalami kemalangan besar.

Dalam keyakinan iman ini, doa memohon belas kasih Allah melalui doa-doa kerahiman ilahi, kita dapat menyatakan harapan dan permntaan kita kepada Allah. Doa-doa pada hari ke delapan mengungkapkan kerinduan itu.


Hari Kedelapan
Meditasi Kitab Suci : 2Ptr3:9-14
Marilah berdoa bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.

Yesus yang Maharahim, Engkau bersabda, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapa-Mu adalah murah hati." (Luk6:36). Terimalah ke dalam kemah hati-Mu yang maharahim jiwa-jiwa di Api Penyucian. Mereka sedang melunasi hutang terhadap keadilan Illahi-Mu (Mat5:26). Semoga aliran air dan darah yang keluar dari hati-Mu memadamkan nyala Api Penyucian, supaya di situ juga terjadi puji-pujian akan kekuatan kerahiman-Mu.

Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata penuh kerahiman jiwa-jiwa di Api Penyucian. Demi sengsara Yesus Kristus yang dahsyat itu dan karena kepahitan yang memenuhi hati-Mu yang amat kudus, tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang sekarang berada di bawah pandangan-Mu yang adil. Kami mohon, semoga Engkau melihat mereka hanya melalui luka-luka Putera-Mu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, yang kerahiman-Nya melebihi keadilan. Amin 
dilanjutkan dengan doa Koronka.

Semoga doa-doa yang kita panjatkan pada Allah, pada kesempatan novena kerahiman ilahi, dapat menolong mereka yang ada di api penyucian. Selain itu, secara pribadi, saya meyakini bahwa Allah tetap maharahim kepada semua orang, meski mereka berdosa berat. Karena itu, Allah punya jalan dan tindakan kasih yang tidak mungkin dimengerti oleh manusia, untuk “menyelamatkan orang yang berdosa dan ingin menyatakan tobatnya, serta kembali ke jalan yang benar”. Bagi Allah, tidak ada kata terlambat, dan tidak bisa. Allah yang maharahim tetap Allah yang mahabaik kepada semua orang.

Minggu, 15 Juni 2014

DOA PAGI UNTUK ANDA

PEMBACA YANG BUDIMAN

Pagi hari adalah waktu yang baik untuk bertenang diri, menikmati keindahan alam, dan mengisi hati sanubari ini dengan aneka keutamaan. Salah satu keutamaan itu, dapat diperoleh lewat doa. Saya haturkan kepada anda 2 buah doa pagi. Anda boleh memilihnya, sebagai alat bantu untuk mendapatkan kasih karunia Allah pada hari-hari kehidupan anda.


DOA PAGI (1)



Bapa, kami hadir di hadapan-Mu, bersama saudara-saudari kami di tempat yang membahagiakan ini. Kami berterima kasih atas perlindungan-Mu sepanjang malam, sehingga kami dapat beristirahat dan memperoleh kesegaran badan. Terima kasih pula, atas hari baru yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Kami mohon, bimbinglah kami dan berilah kami rahmat-Mu, cinta kasih, kedamaian, kesabaran, kebijaksanaan, kesejahteraan, kesederhanaan, kesehatan, dan keselamatan sepanjang hari ini, agar hidup kami semakin menjadi jalan keselamatan bagi orang-orang yang kami jumpai.

Penuhilah diri kami dengan Roh Kudus-Mu, tumbuhkanlah dan kuatkanlah iman kami, sehingga apa yang kami pikir, lihat, dengar, ucap, rasa, dan perbuat, semuanya berkenan di hati-Mu, sesuai dengan firman dan sabda-Mu, dan terjadi menurut kehendak dan rencana-Mu. Jauhkanlah kami dari segala yang jahat dan kuasa kegelapan, dan berkatilah keluarga kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini.

Allah yang penuh kasih, kami mohon tuntunan dan penyertaan Roh Hikmat dan Roh Nasihat dalam melaksanakan pekerjaan kami hari ini. Segala jerih payah dan kesulitan yang kami jumpai nanti kami persatukan dalam pengorbanan Yesus Kristus, yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus. Terangilah akal budi dan semangat kami untuk belajar dan memahami pelajaran yang kami terima hari ini. Tiada hari tanpa belajar, maka kami mohon Roh Pengertian untuk selalu mendampingi kami.Semoga segala karya kami merupakan berkat dan rahmat bagi sesama.

Ya Allah, Engkau telah menyertai hamba-Mu, Abraham, bangsa Israel, dan Tobia sampai pada tujuan perjalanan mereka. Tuntunlah kami juga dalam perjalanan yang akan kami tempuh sepanjang hari ini. Semoga kami selalu berada dalam perlindungan-Mu dan jauhkanlah kami dari segala bahaya dalam perjalanan kami.

Ya Bapa, utuslah santo dan santa pelindung kami, para malaikat pelindung, dan Bunda Maria sendiri, agar mereka mendampingi kami sepanjang hari ini. Semua ini kami mohon dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.





DOA PAGI (2)

Bapa, betapa bahagianya kami di sini, pada hari yang baru, karena Engkau telah membawa kami dengan aman melalui kegelapan malam dan masuk ke dalam terang pagi ini. Engkau telah menyediakan banyak karunia dan kemurahan-Mu bagi semua orang yang mencari-Mu dan meminta kasih dan perlindungan-Mu. Kami mohon agar semua yang kami perbuat membawa kami lebih dekat dengan Engkau.

Semoga semua kegiatan dan pikiran kami hari ini selalu murni, dan penuhilah dengan kasih-Mu dan kemuliaan-Mu. Bapa yang terkasih, apabila kami tersandung atau jatuh dalam perjalanan kami hari ini, kirimkanlah malaikat-malaikat kudus-Mu, untuk mengangkat kami kembali dengan lembut, dan menempatkan kami kembali pada jalan-Mu.

Semoga perjalanan ziarah kami hari ini, makin memperkaya hidup rohani kami, memperkuat iman kami, dan menyuburkan relasi kami dalam keluarga, lingkungan, dan di tempat kerja kami. Semoga melalui kami, banyak orang mengalami kasih setia-Mu yang besar yang Engkau anugerahkan kepada umat manusia. Semuanya ini kami mohonkan kepada-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.


Hidup yang dipenuhi dengan keutamaan, menjadikan banyak hal lebih indah, beban hidup menjadi ringan, dan persahabatan menjadi luas dan abadi. Anda berhak untuk mendapatkan hal-hal itu dalam hidup anda.