Jumat, 10 Juli 2020

LENGSER



RENUNGAN HARIAN 
Tgl 12 JUNI 2020

Hari ini bagi para MSC dan Para  Suster PBHK  adalah novena HKY hari ketiga. 

Dalam 1 Raj 19: 9a. 11-16, dikisahkan bahwa Nabi Elia melarikan diri ke gunung Horeb karena diancam akan dibunuh. Di sana terjadi angin ribut yg dahsyat sekali, gempa bumi dan muncul api. Di 3 peristiwa itu, Tuhan tidak ada. Kemudian bertiuplah angin yg lembut. Tuhan ada di sana dan berdialog dg Elia serta minta dia utk kembali ke kota. Di sana dia mengurapi 2 org sbg raja dan Elisa sbg nabi - penggantinya. Elia taat kpd Yahwe dan melakukan semuanya itu. 

Yesus, dlm Injil Mat 5: 27 - 32 utk 1. hidup suci, menguduskan dan mengeratkan ikatan kasih suami istri, menghargai martabat kaum perempuan. 2. Kaum perempuan bukan budak atau pembantu yg dg mudah bisa ditukar / dijual / diceraikan (= dibuang). 3. Mengendalikan diri dari macam2 tawaran dan godaan.

Hikmah yg bisa kita petik:

1.     Semua org pada umumnya takut utk mati.. juga terhadap ancaman pembunuhan. Elia pun menyingkir ke tempat yg aman, meski dia itu seorang nabi besar dan hebat kuasanya.   Mengapa banyak org takut utk mati ?  

a. orang pengen hidup terus,  kuat terus dan "menikmati terus". Rasa tidak puas dan ingin tahu serta kebutuhan utk diakui bhw dirinya ada dan hebat...kayaknya juga menjadi dorongan utk hidup terus. b. Dunia ini indah dan mberikan begitu banyak tawaran yg amat menarik shg berat utk ditinggalkan dan dilupakan. Kematian sering datang tiba-tiba, sehingga orang tidak siap untuk meninggalkan dunia ini. c. Bagaimana keadaan sesudah kematian, meski sudah diterangkan puluhan kali, oleh para ahli kitab suci dan teologi, tetap merupakan misteri. 

2.     Kristus memberikan jaminan dg sabdaNya: "Akulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Hanya melalui Aku, org smp kepada Bapa".  Maka, tetaplah setia dan tinggal bersama Yesus, hidup suci dan mengendalikan diri.  Laki2 dan perempuan punya martabat yg sama. Zinah, perceraian, dan masalah2 di dalam keluarga bisa diselesaikan bila pasutri itu sendiri saling percaya, berdoa bersama, lancar berkomunikasi, berdialog dg jujur dan saling menghargai dan bangga kpd pasangannya.  

3.     Tuhan tidak hadir / amat sulit ditemukan di dalam suasana batin / keluarga / komunitas / lembaga atau pun paguyuban yg diwarnai "api kemarahan, curiga, kekerasan dan pertikaian bahkan pembunuhan. 

4.     Setiap org akan tiba waktunya utk "lengser" (tidak berkuasa / tidak kuat lagi). Utk itu perlu persiapan mental, batin dan relasi sosial utk kembali menjadi "manusia yg biasa2 dan tidak berdaya". Uang, jabatan tinggi, fasilitas ternyata tidak bisa menolong org utk "menjadi org biasa"  klo mentalnya dan batinnya menolak "bhw dirinya skg sama dg org lain: tua, lebih banyak di rumah, tdk banyak sapaan, mulai terbatas ruang geraknya dll. Elia mberi teladan: "menyerahkan kekuasaannya kpd penggantinya dg tenang" dan pergi dg damai.

Marilah kita mohon kepada HKY pada novena hari ketiga spy masing2 bisa hidup tenang dan damai dg sesama  karena setia mengikuti Yesus - Jalan Kebenaran dan Kehidupan. (Mgr Nico Adi MSC).

PEWARTA


RENUNGAN HARIAN 
Tgl 11 Juni 2020

Hari ini adalah hari peringatan wajib St Barnabas - rasul. Bagi para MSC, hari ini adalah hari novena kedua, menjelang Pesta Hati Kudus Yesus(HKY ), tgl 19 Juni mendatang.  HKY adalah Pelindung Utama bagi para MSC. Meski demikian, umat Allah dan banyak tarekat berlindung di bawah nama HKY. 

Barnabas, org saleh yg menjadi pengikut Kristus adalah pewarta ttg Kebangkitan Yesus bersama Paulus. Dalam Kis 12: 21b - 13: 1-3 diberitakan bhw dia melayani umat di Antiokia, dan tinggal di sama selama 1 th bersama Paulus. Kehadiran mrk meneguhkan iman umat dan menambah jumlah org2 yg percaya. 

Dalam Injil, Yesus mengutus murid2Nya utk mewartakan Kerajaan Allah sdh hadir. Kepada mrk diberikan kuasa utk menyembuhkan org2 sakit, org kerasukan setan dan mbangkitkan org mati. Kuasa Yesus itu, sdh bekerja dalam diri Paulus dan Barnabas. 

Hikmah yg kita petik: 

1.     Barnabas adalah org saleh yg mau mberikan dirinya utk pewartaan iman akan Kristus. Sudah sejak jaman dulu, ada banyak org saleh, namun amat sedikit org yg mau menjadi pewarta iman. Mengapa ? Pewarta iman ternyata dituntut bukan hanya bisa bicara tetapi terlebih mberi teladan ttg kebaikan, kejujuran, ketulusan, kerendahan hati dll. Omong doank umumnya tidak akan punya pengaruh apa pun... 

2.     Dia mengajak Paulus utk ke Antiokia dan tinggal sama2 selama 1 tahun, saling mbantu dan mdukung dlm pewartaan dan kehidupan shg jumlah umat bertambah.   Sesama pewarta iman, sesama religius / imam /uskup / ketua lingkungan / dewan paroki / ketua komunitas iman (legio, kharismatik, wk dll) hendaknya saling membantu dan mendukung, bukan bersaing, menfintah dan saling menjatuhkan dll. 

3.     Yesus memberikan kuasa kepada para utusanNya dg cuma2  spy mrk pun melayani umat dg cuma2... berkat Tuhan / sakramen2 / air kudus "tidak boleh diperdagangkan". 

CONTOH: harga 1 rosario Rp 25rb, sesudah diberkati harganya HARUS TETAP Rp 25rb.  Bila harganya dinaikkan menjadi Rp 30rb atau lebih, yg menjual telah melakukan dosa. Dosa memperjualbelikan, misalnya: benda2 rohani yg sudah diberkati, memasang tarif utk melayani misa,  utk mberkati pernikahan disebut  sakrilegi.  (sacer = kudus, legis = hukum. Sakrilegi = dosa yg menurut hukum melanggar kekudusan). Tindakan itu betul-betul dilarang.

Pada hari peringatan St Barnabas ini, dan dalam rangka menyiapkan hati utk menyambut pesta HKY, marilah kita mohon rahmat ketulusan, agar menjadi pewarta yg saleh dan pelaku perbuatan cinta kasih. Dan kita mohon rahmat  pengudusan dan pengendalian diri agar kita menghormati benda2 rohani, sakramen2 terlebih ekaristi, dan  tidak memperjualbelikannya.(Mgr Nico Adi MSC).


PERLU WAKTU



RENUNGAN HARIAN
Tgl 10 Juni 2020

Pada waktu itu terjadi perseteruan antara Raja Ahab dg nabi Elia. Ahab mengakui baal sbg allah, sdg Elia menolak baal karena dia percaya kpd Yahwe sbg Allah yg hidup. 

Puncak perseteruan itu adalah pertarungan hidup mati antara Elia dg 450 nabi baal, dlm wujud korban bakaran. Bila sapi yg telah dipotong2 dan dikorbankan di atas mezbah terbakar tanpa menggunakan api, dialah yg menang. 

Nabi-nabi baal telah berjuang mati2an dr pagi hingga sore bahkan badan mereka berdarah-darah, tokh tidak ada hasil. Ketika Elia tampil, dan memohon Yahwe mbakar korban itu, api menyambar dan mbakarnya habis habis. Elia keluar sbg pemenang. Yahwe adalah Allah yg hidup ( 1 Raj 18: 20 -39 ). Elia mengajak kembali umat yg telah salah jalan kpd Allah yg benar dan hidup. 

Yesus datang ke dunia utk menggenapi hukum Taurat, bukan utk meniadakannya. Dia bahkan menegaskan:"Siapa yg melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, dia akan mdapat tempat tertinggi di dalam kerajaan surga". 

Hikmah yg dpt kita petik:

1.     Elia (pada masa perjanjian lama) dan Yesus (pada masa perjanjian baru) adalah utusan2 yang mewartakan Allah yg hidup, yaitu Allah yg benar2 ada dan mencintai manusia. Dia adalah Allah Pencipta segala sesuatu, dan bukan allah yg terbuat dari batu / buatan tangan manusia. Mrk yg keliru dituntun Utusan Allah ini utk kembali ke jalan yg benar. 

2.     Allah yg hidup itu menunjuk dan mengangkat para utusanNya. Ada persiapan dan pembinaan tertentu sebelum orang itu ditetapkan sebagai utusan. Yesus pun mempersiapkan diri selama 30 tahun di Nazareth. Kepada "PARA UTUSAN RESMI ITULAH TUHAN MEMPERCAYAKAN KUASANYA". Maka, org yg tidak dikenal, lalu tiba2 mengangkat dirinya sbg utusan Allah adalah utusan palsu. 

3.     Para utusan itu sadar bhw mereka diminta utk menggenapi (melakukan dan menyempurnakan) Taurat (=hukum utama yg sdh ada) bukan menggantikannya. Yesus sbg Anak Allah tentu bisa melakukan penggantian itu, namun tidak melakukannya.   Maka, org2 yg baru saja masuk ke lingkungan / komunitas / lembaga tertentu...diajak utk melakukan lebih dulu apa yang ada di tempat itu, dan menyempurnakan "dasar / pedoman yg ada"  bukan menggantikannya. Pelajari dulu apa yg hidup dan dilakukan di sana. Semua ada waktunya. Yesus perlu waktu 30 tahun utk menyempurnakan Taurat.

Kiranya bisa dimengerti kalau ada yang bilang: “Mrk yang baru datang dan segera mbuat perubahan yg mendasar, mungkin "merasa diri lebih hebat dari Tuhan Yesus". (Mgr Nico Adi MSC).


PEMBAWA KEHIDUPAN


RENUNGAN HARIAN 
Tgl 9 Juni 2020

Waktu itu di mana2 terjadi kekeringan, belum tahu kapan akan turun hujan shg banyak warga masyarakat kehabisan bahan pangan. Nabi Elia pun kelaparan dan kehausan. Dia disuruh Tuhan utk meminta makan kepada seorang janda di kota Sarfat, yg belum percaya kepada Tuhan. Janda itu sebetulnya sudah putus asa, dan menolak permintaan itu karena persediaan pangannya tinggal utk 1 kali makan, bagi dia dan anaknya. Ternyata ketika dia ikut petunjuk Elia, bahan pangannya tidak habis selama musim kering itu ( 1 Raj 17: 7 – 16).

Dalam Injil Mat 5: 1-16, Yesus menyampaikan firman: "Kamu ini garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan ?"  Dg kata2 itu Dia hendak menegaskan bhw manusia punya peran penting di dalam kehidupan ini, baik kehidupannya sendiri maupun kehidupan org lain dan alam ciptaanNya. 

Hikmah yg dpt kita petik ? 

1.     Pada jaman itu, janda2 adalah org2 yg status sosialnya amat lemah, tidak dpt jaminan banyak pihak, bantuan dr keluarga almarhum / mantan suaminya pun tidak ada, shg mrk masuk dlm golongan kaum miskin. Mrk harus kerja keras utk menghidupi dirinya dan anak2nya.  Janda itu menjadi simbol keberpihakan Allah kpd kaum lemah dan tersingkir. Yg kecil / yg tersingkir di mata dunia, namun tulus dan murni hatinya,  menjadi "jalan" bagi hadirnya karya besar Tuhan. Dia menjadi pembawa kehidupan bagi dirinya sendiri, dan bagi sesamanya.  

2.     Janda Sarfat itu diminta mberikan makan kpd Elia lebih dulu. Padahal dia tidak pernah kenal Elia. Dg berat hati, dia mberikan roti dan minuman kpd  Elia, namun sbg balasan dari Elia, bahan pangannya dan air minumnya tidak pernah habis.  Tawar menawar adalah hal yg biasa, namun janda itu mberikan teladan kepasrahan kpd kehendak YANG ILAHI.

3.     Pasrah sbg suatu sikap iman kpd Allah yg menyelenggarakan hidup ini ketika segala macam usaha telah dilakukan, namun tetap ada yg tidak bisa ditembus, inilah yg patut diperjuangkan. Pasrah bisa juga berarti mengalihkan tanggung jawab kpd org lain shg beban lebih ringan... bisa lebih rileks. Hal spt ini adalah bagian dlm hidup kemasyarakatan. Pasrah dlm arti masa bodo.. adalah bukti kekerdilan jiwa. 

4.     Tuhan amat berkuasa utk menjadikan "butir terakhir" (sesuatu yg menjadi taruhan antara hidup dan mati) menjadi titik kelahiran baru yg sungguh besar dan lestari. Seandainya betul-betul terjadi bahwa “garam itu kehilangan asinnya”, Tuhan berkuasa pula menjadikan “garam yang sudah tidak asin lagi itu menjadi asin kembali”.  Kalau demikian, Tuhan Allah amat sangat bisa membuat orang yang “loyo dan layu” menjadi “segar dan kuat kembali. Percayakah anda akan hal itu ? (Mgr Nico Adi MSC).


BUKAN BANYAKNYA HARTA


RENUNGAN HARIAN 
Tgl 8 JUNI 2020

Dikisahkan dalam 1 Raj: 1 - 6 bhw nabi Elia, bernubuat kpd Raja Ahab: "di wilayah itu tidak akan turun hujan,  selama sekian tahun". Elia sendiri menyingkir ke dekat sungai Kerit dan diberi makan oleh Tuhan dg perantaraan burung gagak. Itu tanda bhw di daerah itu akan terjadi kekeringan yg panjang, ada bencana kelaparan, dan masyarakat jatuh miskin. 

Yesus kpd org banyak bersabda: "Berbahagialah org yg miskin di hadapan Allah, sebab bagi mrklah kerajaan Allah. Berbahagialah org yg lemah lembut, karena mrk akan memiliki bumi ( Mat 5: 1-12 ). 

Yesus menunjuk situasi awal manusia bhwa pd waktu itu dirinya tidak punya apa2 ("miskin di hadapan Allah, namun terhormat di hadapan makhluk ciptaan lainnya). Manusia pertama (Adam) diciptakan Allah, dilengkapi semuanya dan ditempatkan di Taman Eden. Dia "tidak punya apa2" ( termasuk tidak punya iri hati, kesombongan, perselisihan, permusuhan dll ). Dia hidup dalam damai dan mbawa damai bersama Allah dan Hawa (istrinya). Di sana dia dipelihara dan dijamin oleh Allah. Semuanya tersedia.

Ketika dia jatuh dalam dosa, muncullah ketegangan, iri hati, curiga, permusuhan. Pada generasi berikutnya ( Kain dan Habel) terjadi pembunuhan. 

Hikmah yg dpt kita petik: 

1. Setiap org yg bekerja dalam nama / diutus Tuhan, pasti kehidupannya dijamin oleh Allah sendiri. Mungkin yg dimilikinya tidak banyak, namun cukup utk hidup bermasyarakat. Hidupnya damai dan bahagia karena percaya bhw bila bekerja dan bersama Allah,  Allah sendirilah yg akan menjamin dan melengkapi apa yg dia butuhkan.  Tentu saja, dalam realita kehidupan sehari-hari, Allah hadir dalam diri sesama manusia, makhluk hidup ciptaan-Nya dan tetumbuhan serta alam semesta ini. Barang siapa setiap hari dapat menyapa dan berkomunikasi dengan sesamanya dan yang diciptakan Allah…dia sesungguhnya sudah mengalami bahwa dirinya (rohnya) bertemu dan berdialog yang Allah yang hadir di dalam ciptaan-Nya itu.

2. Allah menghendaki semua ciptaanNya hidup berbahagia selamanya. Kebahagiaan itu bukan diukur dg banyaknya harta, luasnya jaringan medsos, makin sering dan cepatnya mdapatkan informasi terbaru, dikenal via tayangan di youtube.  Itu semua bukan ukurannya.

Ukurannya adalah sehati sejiwa dg Allah, yaitu melaksanakan kehendak Allah dg mewujudkan kasih kepada Tuhan dan sesama, sebagaimana mengasihi,  merawat, mperhatikan, meningkatkan kualitas dan martabat diri sendiri. (Mgr Nico Adi MSC)..


RENUNGAN TENTANG TRITUNGGAL MAHAKUDUS


HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Dalam Kel 34: 4b - 6:8-9  Musa diperintahkan Tuhan utk naik ke gunung Sinai. Di sana Tuhan menampakkan Diri-Nya dlm rupa awan dan berjalan di depan Musa, sbg tanda bahwa Musa mendapat kasih karuniaNya. 

Kepada Nikodemus, Yesus mengatakan:"Begitu besar kasih Allah kpd dunia, shg Dia mengaruniakan AnakNya yang tunggal" (Yoh 3: 16-18)   Anak-Nya yang tunggal itu adalah  DIRI YESUS sendiri.  

Paulus juga menegaskan bahwa "Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan dunia dan bukan utk menghakimi (Kor 13: 11-13). 

Hikmah yg dpt kita petik: 

1.     Allah menampakkan DIRI kpd Musa dalam rupa awan, dan kpd Nikodemus dlm diri YESUS - Anaknya yg tunggal.  Mengapa demikian ? Allah (Bapa) tetap tersembunyi dan menggugah manusia utk tetap rindu bertemu denganNya. Klo semua sdh dibuka,  berarti "tidak ada yg misteri" .... manusia sdh tahu semuanya, mungkin malah ingin menguasaiNya. Dan sesudah dikuasai, DIA dimonopoli atau malah dilecehkan. DIA yg bisa dimonopoli dan dikuasai ...pasti bukan Allah. 

2.     Paulus menyebut: "Siapa yg sehati sepikir, dan hidup dalam damai, akan mendapatkan penyertaan Allah.  Penyertaan Allah itu wujudnya adalah karunia dari Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan dg Roh Kudus. Allah yg adalah Allah Tritunggal ( Satu Allah 3 Pribadi) itulah yg hadir di dunia ini dan menyertai umatNya. 

3.     Allah Tritunggal hadir utk mberikan kasih karunia. Maka siapa saja yg memberikan kasih kepada sesamanya, sebetulnya menghadirkan Allah Tritunggal. 

4.     Allah tetap misteri bagi manusia sepanjang jaman. Bagaimana terjadinya / asal usulnya Allah Tritunggal TIDAK ADA ORG YG BISA MENJAWAB,  namun Allah sendiri yg menyatakan-Nya. Pernyataan diri Allah, dlm perjanjian baru, tampak dalam peristiwa Malaikat Gabriel yg diutus Allah utk memberikan kabar bhw Maria akan mengandung Anak Allah, oleh kuasa Roh Kudus. Waktu Yesus dibaptis, terdengar suara Allah Bapa, tampak Roh Kudus dalam rupa burung merpati. Semuanya diprakarsai oleh Allah sendiri. 

Manusia tidak mungkin mengupas dan memahami secara terperinci, karena manusia adalah ciptaanNya. Namun berbahagialah manusia yg percaya bhw Allah Tritunggal itu adalah Allah yg mengasihi.

Marilah kita mohon, agar kita tetap percaya kepada Allah kita yang esa, namun tiga Pribadi. Allah kita adalah Allah Tritunggal yang hadir, memberkati dan mencintai kita…dan merindukan kita berkumpul kembali bersama-Nya di surga.

Rabu, 01 Juli 2020

OBOR KEPADA KEBENARAN


RENUNGAN HARIAN
Tgl 6 JUNI 2020

Kepada murid terkasih - disebut juga anaknya - yang bernama Timoteus, Paulus ( Tim 4: 1- 8) berpesan: 1.  "Siap sedia mewartakan Kristus dan kebenaranNya, pd saat yg baik atau tidak baik. 2. memberikan saran, teguran dan nasehat dg segala kesabaran dan pengajaran. 3. Menguasai diri terhadap macam fitnahan, hasutan, hoax yg dilontarkan org. 4. Kerja tugas dg baik dan setia. 5. Tersedia mahkota kemuliaan di surga bagi hamba2 yang setia merindukan Allah. 

Kepada para murid dan pengikut-Nya, Yesus ( Mrk 12: 38-44 ) berpesan: 1. Hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat yg pandai bersilat kata dan menipu, 2. Murah hati seperti janda miskin yang mberikan uang persembahan dari kekurangannya. 

Hikmah yg dpt kita petik: 

1.     Paulus dalam suratnya memanggil Timoteus, dg sebutan "anakku".  Ada kedekatan relasi bapak - anak. Relasi itu memungkinkan dia utk meminta Timoteus spy "mdengarkan nasehat"nya, kerja keras dan melaksakan tugas setiap saat.  Pada jaman moderen ini, ada kecenderungan utk menekankan segi pribadi, kebutuhan pribadi, "privacy" sampai org mau ngomong pun takut mengganggu pasangannya, anaknya, rekan kerjanya, atau org yg dimaksudkan.  "Budaya takut mengganggu" atau "takut bertanya" sering mbuat komunikasi terputus dan pekerjaan penting menjadi tertunda atau betul-betul mandeg.  Yang muncul kemudian adalah penyesalan dan kekecewaan. Kesempatan emas sudah lewat dan waktu tidak bisa diputar kembali. 

2.     Hinaan, fitnah, kekecewaan, kegagalan dll adalah vitamin2 dalam kehidupan yg makin mbuat org menjadi lebih baik, makin terarah,  bijaksana dan rendah hati serta berani meminta maaf bila melakukan kesalahan / kekeliruan. 
Apalagi bila hidupnya dijiwai dan disemangati oleh Yesus dan sabdaNya,  serta dibimbing oleh Roh Kebijaksanaan dan Roh Penguasaan diri... jalan ke surga baginya sungguh terbuka. Hidupnya penuh dg rasa syukur dan sukacita. 

3.     Ilmu pengetahuan dan keahlian yg dimiliki seseorang adalah bekal utk menuntun diri sendiri bagaikan "obor" ke jalan kebenaran. Bila bekal itu dipakai utk menipu sebetulnya dia sudah bunuh diri. Dia adalah "org yg hati nuraninya sudah mati". 

4.     Murah hati adalah sifat abadi Allah. Janda pd jaman itu adalah simbol org2 miskin yg betul2 masa depannya suram. Apakah kita "harus miskin dulu spt situasi si janda", baru mau bermurah hati ?  Terlambat.... sebab hari esok belum tentu milik kita. (Mgr Nico Adi MSC).