BERIKANLAH KEPADA ALLAH.....................


MUSYAWARAH PASTORAL (MUSPAS) KEUSKUPAN AGUNG MERAUKE (KAME) telah dibuka oleh Uskup Agung Merauke pada hari Minggu, 16 Oktober 2011 dalam misa umat di gereja Paroki St. Maria Fatima - Kelapa Lima Merauke. Uskup didampingi oleh para Vikep, Deken dan pastor paroki ketika memimpin misa mulia itu. Hadir dalam misa itu, para peserta muspas: semua imam yang berkarya di KAME, para wakil umat dari setiap paroki, para pemimpin religious. Jumlah peserta: 105 orang.

Uskup yang baru saja kembali dari kegiatan ad limina di Roma, dalam homilnya mengatakan bahwa di tempat-tempat ziarah seperti di Asisi, di Basilika St. Petrus, di Basilika St. Paulus, di gereja Maria Maggiore, dll ada begitu banyak peziarah setiap hari. Di antara mereka itu, banyak yang muda dan datang dari pelbagai negara di Eropa dan Asia, bahkan dari Amerika. Di antara mereka pula, ada banyak kaum religious baik pria maupun wanita yang masih muda-muda.

Itu artinya, meskipun di sana sini terdapat kemajuan yang luar biasa, meskipun ilmu dan teknologi telah merasuki kehidupan dan mengubah banyak hal, meskipun bangsa manusia cenderung makin hedonistik dan konsumeristik, tokh masih ada banyak juga yang mencari dan menemukan "kesejatian dan kebahagiaan hidup" di jalan yang lain yaitu dengan mengikuti Kristus dan Injilnya.

Meskipun sudah banyak gereja yang ditutup, banyak gereja yang hanya dihadiri oleh kaum lanjut usia, sudah makin berkurang jumlah panggilan, tokh pada akhir-akhir ini penggilan hidup membiara, ketertarikan kaum muda pada kehidupan rohani, mulai tumbiuh kembali. Gereja di Eropa bukanlah Gereja yang mati. Tuhan mempunyai cara dan jalan yang luar biasa untuk menghidupkan kembali Gereja yang tampaknya hampir mati.



Kalau di Eropa Tuhan telah bekerja dengan cara yang mengagumkan, di Indonesia, khususnya di KAME, pun Tuhan yang sama ini tentu bekerja juga untuk perkembangan Gereja di Keuskupan ini. Muspas merupakan tanda kasih dan penyertaan Tuhan. Kalau demikian, di dalam seluruh kegiatan muspas ini Tuhan akan menjadi Pemimpin Utama, dan para peserta mencoba menemukan kehendak-Nya dan akan dituangkan dalam keputusan-keputusan yang akan dilaksanakan, demi keselamatan umat Allah.

"Berikanlah kepada kaisar, apa yang menjadi hak kaisar, dan berikanlah kepada Allah apa yang menjadi hak Allah", adalah kutipan Injil pada hari minggu itu. Berdasarkan kutipan itu, uskup juga menegaskan bahwa selama 1 tahun, kita semua telah memberikan waktu kepada "kaisar (pemerintah) dan masyarakat". Kini dalam muspas, para peserta akan memberikan waktu sepenuhnya kepada Allah, agar bisa fokus dan menemukan kehendak-Nya bagi umat pada jaman sekarang ini.

Untuk itu, umat Allah diminta turut mendoakan dan memberikan dukungan agar muspas berlangsung dengan aman, lancar dan membawa kegembiraan bagi umat melalui keputusan-keputusan yang ditetapkan. Umat juga diminta perhatiannya, agar mengurangi telpon atau permintaan misa atau keperluan lainnya selama 1 minggu itu agar para peserta muspas, bisa memberikan perhatian penuh pada proses dan diskusi serta perumusan dan pengambilan keputusan.

Muspas nampaknya adalah kegiatan manusiawi. Yang terlihat adalah para peserta yang sedang mendengarkan pengarahan, berdiskusi, memberikan laporan, mengevaluasi, ada pula yang sedang mengajak rekan-rekannya bergembira sebelum presentasi dimulai. Ada pula, kaum muda yang sibuk-sibuk ria di bagian sekretariat. Ada yang disibuk memasak dan mempersiapkan makanan di dapur. Namun, di dalam semua itu, ada rahmat dan karunia Allah. Tuhan melalui mereka telah menyapa dan hadir di tengah-tengah umat-Nya.

Komentar

Postingan Populer