Kamis, 22 April 2010

34 INVESTOR MASUK MERAUKE

Menurut laporan koran lokal Merauke: Papua Selatan Pos (PSP), tgl 22 April 2010, ada 34 investor yang akan melakukan investasi di Kabupaten Merauke ini yakni investor untuk program Merauke Intergrated Food And Energy Estate (MIFEE) dan program non MIFEE.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah dan Perijinan (BKPMDP) Kabupaten Merauke, Drs. Abdul Halim Rumalutur, SH melalui Kabid Promosi , Freddy Puturuhu menjelaskan bahwa yang akan berinvestasi untuk penanaman kelapa sawit sebanyak 5 investor, tebu sebanyak 6 investor, jagung 4 investor dan untuk tanaman pangan serta lainnya, seperti padi, kedelai, palawija dan lainnya ada sekitar 19 investor. Mereka ini dalam waktu dekat akan mulai operasional.
Saat ini telah ada sekitar 5 sudah mulai melakukan kegiatan operasional. 1) PT. Agri Prima Cipta Persada memiliki luas lahan 33.540 ha di distrik Eligobel dan Muting. Perusahaan ini sudah membangun pabrik minyak kelapa sawit di Distrik Eligobel, dan mempunyai kantor cabang di Kota Merauke.
2) PT. Anugerah Rejeki Nusantara membuka pabrik gula di Distrik Tabonji, Kampung Taboji Pulau Kimaam dengan lahan seluas 200 ha. “Hari ini pemiliknya akan melakukan survey lokasi selama seminggu. Untuk itu ijin dari pusat sementara diproses, sedangkan dari daerah sudah ada ijin, “kata Freddy.
3) PT. Bio Inti Agrindo memiliki luas lahan sekitar 34 ribu ha, dan 4) PT. Papua Agro Lestari dengan lahan seluas 39.800 ha di Distrik Ulilin untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. “Ijin dari menteri sudah ada. sekarang lagi diproses ijin pemanfaatan kayu yang diterbitkan oleh Bupati. Sedangkan ijin lainnya, seperti ijin Pelepasan Kawasan Hutan dari Menteri Perkebunan, termasuk hak-hak ulayat warga sudah, “terangnya seraya menguraikan lagi.
Selanjutnya, 5) PT. Hardaya Sugar Papua membuka lahan seluas areal 44.812 Ha dan PT Hardaya Sawit Papua lahan yang dikelola seluas 62.150 ha di Distrik Jagebob. “Dua perusahaan ini akan mengelola usaha perkebunan tebu dan kelapa sawit. Dan kedua perusahaan ini rencananya awal bulan Mei 2010 ini akan membayar hak masyarakat dan pembukaan kantor pusat di Merauke. Soal administrasi perijinan sementara diproses sedangkan ijin dari daerah sudah selesai, “urainya yang mengakui ke-5 investor tersebut dalam tahun 2010 ini sudah operasional, sedangkan yang lainnya masih dalam proses kelengkapan administrasi.

Tidak ada komentar: