TEMAN MAIN LAYANG-LAYANG

 RENUNGAN HARIAN 

Tgl 27 JUNI 2020

 

Kitab Ratapan (Rat 2:2.10-14.18-19) melukiskan kesengsaraan dan malapetaka besar yg dialami oleh seluruh bangsa Israel akibat kesalahan fatal mereka, meninggalkan Allah. Mrk melupakan perjanjian kudus yg telah dibuat oleh nenek moyang mereka: Yahwe adalah Allah mereka, mrk adalah umatNya. Mrk lebih percaya kpd nabi2 palsu dan menyembah baal. Mrk kawin dg org2 yg tidak mengenal Yahwe, dg akibat harus ikut ibadah dewa2 mrk. Dlm situasi spt itu, nabi2 Allah menyerukan pertobatan total dan meratapi dosa2 mrk. 

 Injil Mat (Mat 8: 5-17) mengisahkan seorang perwira Romawi (tidak mengenal Allah) memintakan penyembuhan bagi  prajuritnya. Yesus mengetahui kualitas pribadi perwira itu, dan mengabulkan permintaannya, bahkan mau ke rumahnya. Namun, perwira itu amat percaya akan kata2 Yesus, maka dia bermohon: "Katakanlah sepatah kata saja, hambaku pasti akan sembuh".  Yg terjadi memang demikian. Hambanya sembuh, meski Yesus tidak pergi ke rumahnya. 

 Hikmah yg bisa kita petik:

 1.       Meninggalkan Allah (Sang Sumber kehidupan dan kekuatan sejati) dan menggantikan Dia dg kekuasaan, uang, jabatan, "pasangan hidup", kenikmatan duniawi: narkoba, alkohol, makanan, asesoris, jalan2 dan foya2...dugem (dunia gemerlap) akan berakhir dg kekosongan, kepahitan dan kesepian. Benda2 itu memang menyenangkan namun tetap benda mati. Org2 yg mengelilingi dia ketika senang, dan pergi ketika dia mderita sebetulnya sama dg "teman main layang2". Ketika layang2 itu putus, semua bubar.  Waspadalah akan hal itu. 

2.       Meratapi masa kejatuhan adalah bagian kehidupan, namun harus disertai pengakuan bhw dirinya telah bersalah dan siap utk mninggalkan mental dan prilaku kegelapan, menuju mental dan prilaku anak2 Terang. Pembaharuan hidup diperlukan (relasi dg pasangan hidup dipererat, meninggalkan pergaulan dg teman2 dugem, dll) dan masuk dlm komunitas org2 beriman, saleh dan berprilaku terpuji di masyarakat. 

3.       Perwira itu memberi teladan yg baik: "pimpinan /atasan / boss / piko atau org penting apa saja mau melayani bawahannya". Dasarnya bukan karena kepangkatan / jabatan tetapi karena yg dilayani adalah "sesama manusia" (alasan kemanusiaan). Tindakan spt itu memang tidak populer dan sering dihindari...namun di mata Tuhan, tindakan itu diperhitungkan. "Apa yg kamu lakukan utk saudaraKu yg paling hina, kamu melakukannya utk Aku".  

4.       Perwira itu, orang Romawi (=orang asing),  tidak beragama dan tidak beriman, namun percaya akan kata2 Yesus. Bgmn dg kita yg beragama dan beriman kpd Kristus ?  Apakah hanya minta dan meratap kpd Dia ketika sakit dan tidak berdaya, kehilangan jabatan,  udah pensiun, udh kesepian,  namun ketika senang-2 lupa akan Dia ?  

 Marilah kita dg rendah hati mohon ampun atas kesalahan dan dosa2 kita. Marilah kita mohon rahmat, kekuatan dan kebijaksanaan agar bergaul dan bersahabat dg org2 yg beriman dan pelaku perbuatan nyata bagi sesama yg tulus dan iklas. Kita doakan para petinggi negara dan pejabat publik, para relawan, para pemerhati kemanusiaan dan lingkungan hidup, agar mrk dpt bekerja dg baik dan lancar. 

 Kita juga berdoa bagi mrk yg kesepian, yg hidup dlm kegelapan agar Terang Tuhan mengilhami dan memberikan kekuatan / penghiburan kepada mrk shg menemukan jalan kebenaran dan kedamaian. Amin.

 

Komentar

Postingan Populer