MENGAWALI TAHUN BARU 2012 (I)

Para Pembaca yang budiman....

Syaloom..

Telah beberapa waktu, saya tidak menjumpai anda melalui tulisan saya di blog ini. Saya mengawali tahun baru : 2012 dengan beberapa peristiwa yang patut dicatat:

1. Misa Syukur Pembukaan Tahun Baru di Katedral.

Tahun Baru, pada tahun ini jatuh pada hari minggu. Itulah sebabnya, umat beriman pun terdorong untuk mengikuti misa kudus pada hari itu. Ada beberapa ujud yang bisa dituturkan pada kesempatan ini. Pertama: pada tanggal 1 Januari Gereja Katolik sedunia merayakan Pesta Maria Bunda Allah. Yesus adalah Anak Allah yang diutus ke dunia untuk menghadirkan cinta kasih Allah kepada manusia, dan lahir dari rahim ibu Maria. Karena itu, Maria secara jasmani adalah ibunda Yesus. Dan karena umat Katolik mengimani Yesus adalah Anak Allah, diimani pula bahwa Maria adalah Bunda Allah. Di dalam Kitab Suci, ada banyak cerita tentang peranan Maria dalam membina dan menghantar Yesus sejak kanak-kanak menjadi Yesus yang tahu dan berpegang teguh pada kehendak Bapa-Nya, sungguh sangat besar dan tidak diragukan lagi.


2. Memberkati 2 Pasang Pengantin












Tanggal 5 Januari 2012, di gereja Katedral Jakarta dilangsungkan pernikahan antara Warren Scott (USA) dan Astrid (putri Indonesia yang telah menjadi warga negara USA). Keduanya telah saling mengenal dan berpacaran, sejak di bangku kuliah di Universitas Pensylvania. Warren adalah anak bungsu dari 3 bersaudara (hampir berusia 27 tahun dan sedang menyelesaikan studinya di tingkat doktoral), sedangkan Astrid adalah anak tunggal (hampir berusia 29 tahun, sudah selesai S3). Pasangan yang berbeda kayakinan, asal-usul bangsa, latar belakang budaya dan bahasa, tokh bisa bersatu.

Pasangan kedua adalah pasangan Suryadi dan Theresia Angeline. Pasangan ini diberkati di Gereja Regina Coeli - Pantai Indah Kapuk. Pasangan ini pun meski keduanya adalah putra-putri Indonesia, berbeda keyakinan. Suryadi beragama protestan, Angeline beragama katolik. Meski mereka tahu bahwa mereka berbeda, dan ada perbedaan mendasar dalam / tentang keyakinan iman, mereka tetap bertekad untuk "bersatu dan sehati untuk mewujudkan kebahagiaan dalam hidup berkeluarga".

Ketika belum menikah, mereka sudah saling mengenal, saling mengagumi dan melihat kekuatan dan hal-hal yang baik pada diri pasangannya. Hal-hal itulah yang diharapkan menjadi modal untuk semakin mencintai, semakin mendalam dalam berkorban dan saling membahagiakan. Moga-moga mereka dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan mereka, dan menjadi teladan / contoh nyata tentang "pengorbanan, kesetiaan, pengertian, pengendalian diri, mendengarkan dll".

Komentar

Postingan Populer