PENYUCIAN HATI

 Tgl 4 Juli 2020

 Nabi Amos (Amos 9: 11-15) melukiskan situasi yg bahagia dan terjamin bagi Israel setelah pertobatan mrk. Allah mdirikan kembali pondok Daud yg sdh roboh dan memberikan "bangsa2 yg disebut milik-Ku" kpd mrk. Gunung2 menjadi sunur dsn kebun2 anggur mrk menghasilkan panenan yg berlimpah. 

 Dlm Mat 9: 14-17 murid2 Yohanes bertanya kpd Yesus: "mengapa murid2 Nya tidak puasa?". Jawabannya: ketika sahabat2 pengantin (=org2 penting, dan tamu2) ada bersama mrk, puasa boleh ditunda, bukan dibatalkan. 

 Hikmah yg bisa kita petik: 

 1.     Allah melalui Amos marah /menegur keras umatNya spy mrk bertobat. Sesudah mrk bertobat, hukuman segera dicabut. Sbg pengikut Kristus, hendaknya berbuat demikian. Jgn menunda-nunda pencabutan karena belum puas menyiksa / mbalas dendam, atau sengaja berlama-lama spy dianggap "org kuat" atau selagi berkuasa.  Menyengsarakan org lain karena dendam, iri hati atau merasa masih terluka adalah perbuatan tidak adil.... itu dosa. 

 

2.     Puasa adalah tindakan utk menyucikan hati dan mpertobatkan pikiran dan perkataan.  Ada waktunya / masanya. Sarananya adalah puasa.  Ketika ada tamu (=sahabat, rekan kerja, saudara, orgtua), puasa BOLEH DITUNDA PELAKSANAANNYA... WAKTUNYA DIUNDUR atau DIGANTI KE HARI LAIN, namun ujudnya: kegiatan penyucian hati, pertobatan kata dan tindakan BERJALAN TERUS. 

 Ketika menemui sahabat dan tamu2, MESKI TIDAK BERPUASA  yg keluar dari mulut kita adalah KATA-KATA YG MENCERMINKAN KEDEKATAN RELASI DAN TINDAKAN KASIH KPD TUHAN DAN SESAMA. Dg kata lain, pada saat itu MRK BERPUASA (MENJAUHKAN DIRI) DARI PERBUATAN JAHAT dan KATA-KATA JOROK, FITNAH atau NYINYIR, PIKIRAN KOTOR dan PERASAAN-PERASAAN PERMUSUHAN.  

 Ajaran Yesus itu mau menunjukkan betapa pentingnya pribadi yg sedang bersama dia, shg mberikan penghargaan dan kasih yg utuh dan tulus, HARUSLAH DIUTAMAKAN. Dg menghargai sahabatnya, sebetulnya dia menghargai Allah yg hidup / tampak dlm diri sahabat itu.

 Marilah kita mohon rahmat kepekaan dan keberanian utk mengambil keputusan yg tepat dan bijaksana pada saat2 sulit. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer