NEKAD

Nabi Amos  (Amos 7: 10-17) dilarang bernubuat oleh Amazia - imam Betel yg disuruh raja. Amos dibenci karena tegurannya kpd raja amat tajam dan nubuat ttg Israel yg akan dibuang amat menakutkan mereka. Maka dia diusir spy keluar dari tanah airnya, dan beenubuat di wilayah lain. Namun, nabi tetap bernubuat bahkan Amazia pun mdapat hukuman. 

 Mat 9: 1-8 melukiskan betapa besar harapan banyak org utk mdapatkan kesembuhan. Ada sekelompok org yg menggotong org lumpuh, dan berharap ketemu Yesus. Karena padat manusia, mrk nekad mbongkar atap rumah, dan berhasil ketemu Yesus. Si lumpuh disembuhkan. 

 Hikmah yg dpt kita petik:

 1.     Amos memberi teladan: " Tugas perutusan atas nama Allah, apakah waktunya pas atau tidak, diterima atau ditolak, ditentang atau dihargai, tetaplah dijalankan.  Pertimbangan2 manusiawi yg terlalu banyak dan berbelit-belit bisa menghalangi kuasa Allah utk mbuat pembaharuan dan perubahan.  Perasaan, hutang budi, hubungan keluarga, dan ikatan-ikatan lainnya sering kali menjadi halangan, kesulitan tersendiri untuk mengatakan sesuatu pesan yang tidak enak / suatu kekeliruan atau kesalahan kepada orang / lembaga / penguasa tertentu.

2.     Amos ditentang, ditantang dan diusir namun semuanya itu dihadapi dg penuh keberanian.  Keberanian utk berbicara / menegur, meneguhkan dan mengoreksi pihak lain akan terlaksana dengan baik dan lancar bila dirinya "bersih" dan dlm kesatuan dg Allah yg mengutus-nya. Org yg tidak bersih mustahil akan berhasil ketika meneguhkan / menegur. 

3. Kepercayaan (dan iman) dan kenekadan dari kawan2 si lumpuh, yg menunjukkan keseriusan dan mendesaknya permintaan mereka, menggugah Yesus utk mberikan kesembuhan. Komunitas / rekan2 se-lingkungan, rekan kerja, tim kerja, amat penting peranannya dan andilnya dalam menghadirkan keselamatan, kebahagiaan, keberhasilan. Maka jangan sungkan2 bergaul, saling mberi dan menerima,  serta bekerja sama dg sesama. 

4.     Mengurung diri di kamar, menyesali diri, bahkan mengutuki diri sendiri, berarti menutup pintu rahmat. Mencari jawaban dari mbah google lewat gadget, memang ada banyak gunanya, cepat jawabannya, dan banyak pilihannya, namun bila tidak ada signal atau hp ada gangguan, orang-orang yang amat tergantung pada gadget adalah orang-orang yang paling menderita. Meskipun bisa pesan makanan, minuman dan aneka kebutuhan lainnya via gadget, tokh yang mengantar pesanan itu adalah manusia. Gadget memang bisa mengisi kekosongan, namun tidak bisa membersihkan kamar, tidak tahu mengambilkan baju, dan “tidak bisa memberikan sapaan dan belaian kasih sayang”.

 Marilah kita mohon kpd Tuhan agar kita diberi kepekaan dan kesiapsediaan dlm menolong sesama yg sakit / mderita. Kita juga mohon kekuatan agar ketika ditentang dan diusir, tetap tabah dan menyampaikan kritik / teguran yg jelas agar masyarakat dpt hidup tentram dan damai. Kita juga mendoakan supaya orang-orang yang “terpaku dan tergantung pada gadget” tidak lupa dan tetap berusaha berelasi dengan baik dan bijaksana dengan sesama manusia. (Mgr Nico Adi MSC)

Komentar

Postingan Populer