PEMBANGUNAN DI MERAUKE

Sudah sangat sering diungkapkan orang pertanyaan ini:"Pak, apakah Papua itu aman ? Di koran-koran dan di tv diberitakan perang suku, orang yang saling memanah. Orang lari ke sana kemari sambil membawa senjata tajam". Yang lain lagi bertanya: "Apakah orang Papua masih pakai koteka ? Apakah mereka masih makan orang ?"

Masih banyak deretan pertanyaan yang bisa dipaparkan di sini, karena memang itulah yang sering disiarkan dan disebarluaskan ke mana-mana. Sementara itu, pembangunan dan perkembangan yang terjadi di tanah Papua, amat kurang untuk diangkat dan diberitakan. Dengan kata lain, berita yang tersebar luas ke mana-mana, tidak seimbang dengan realita yang terjadi di bumi Cendrawasih ini.

Untuk itulah penulis mengangkat berberapa berita tentang pembangunan dan kegiatan yang telah terjadi di wilayah ini. Pantas juga kita memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah bekerja keras untuk memajukan daerah ini.

TERNAK SAPI

Hasil sensus sapi dan kerbau yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah ternak di Papua mencapai 81 ribu lebih dan Merauke berada di urutan pertama dengan jumlah ternaknya mencapai 31 ribu ekor lebih. Halk itu diungkapkan Kepala BPS Papua, Ir. Djarot Soetanto,beberapa waktu yang lalu. Ada dua daerah di Papua yang menjadi sentra ternak sapi dan kerbau yaitu di Kabupaten Merauke, Keerom, sementara jumlah ternak sapi yang paling rendah di Papua, di Kabupaten Mamberamo Tengah. Populasi ternak di Mamberamo Tengah jumlahnya paling sedikit, karena tidak banyak yang pelihara. “Di Mamberamo hanya satu orang yang memelihara. Jumlah ternak yang dipelihara 12 ekor sapi.

“Tujuan pelaksanaan sensus ternak sapi dan kerbau yang diselenggarakan di seluruh Indonesia itu untuk mengejar target pemerintah. Ditargetkan pada tahun 2014 Indonesia sudah bisa menjadi Negara swasembada daging sapi, tidak perlu lagi mendatangkan daging sapi dari luar negeri.

Ketika disinggung soal ketersediaan sapi di Papua, Djarot menambahkan bahwa jumlah ternak di Papua cukup, hanya dari aspek wilayah, kita menghadapi banyak kendala geografis dan sarana transportasi. Tidak mungkin kita datangkan sapi ke daerah-daerah di seluruh Papua, karena kesulitan transportasi itu, kecuali ke daerah yang wilayahnya dekat, seperti Merauke dan Mimika.


YUDISIUM PARA GURU TAMATAN KOLESE PENDIDIKAN GURU (KPG) MERAUKE

Sebanyak 138 mahasiswa yang terdiri dari 65 mahasiswa Program Strata Satu (S1) dan 73 mahasiswa Diploma Dua (DII) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester genap tahun akademik 2010/2011 PGSM dan UPP DII PGSD Kabupaten Merauke Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Cendrawasih mengikuti yudisium di Aula KPG Khas Papua Merauke, Kamis (4/8). Hadir dalam acara yudisium tersebut, Bupati Kabupaten Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke Vincentius Mekiuw, S.Sos. serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT mengucapkan selamat kepada para peserta yudisium terutama yang meraih predikat cum laude. Ia juga menyampaikan profisiat kepada para guru dan dosen yang telah menghantar mahasiswa-mahasiswanya hingga bisa sampai pada tahapan yudisium. Selain itu, ia juga menuturkan lulusan dari KPG akan diprioritaskan untuk diakomodir dalam setiap penerimaan PNS untuk formasi guru.

KPG harus bisa mencetak guru-guru professional dan berkompeten, sehingga para calon guru yang berasal dari KPG nantinya dapat membantu pemerintah dalam menyamaratakan pelayanan di Tanah Anim Ha. ‘Saya tidak mau di tahun-tahun yang akan datang, masih ada yang berteriak-teriak bahwa sekolah mereka sedang kekurangan guru, “ujarnya.

Menurutnya seorang guru tidak hanya memiliki tanggung jawab moral untuk bisa mendidik muridnya agar memiliki moral yang baik. Para guru perlu berusaha untuk bisa menyumbangkan hati dan pikiran mereka untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa dan mempersiapkan SDM local yang berkompeten maka seorang guru dituntut untuk memiliki kecerdasan. Inilah yang menjadi tantangan dan dorongan bagi kita semua untuk mengatasi hal ini.

“Tidak semua orang bisa mengajar, maka saya harap anda semua yang saat ini telah diyudisium nantinya bisa memberikan apa yang anda miliki untuk disalurkan kepada para generasi penerus. Seorang guru jika nantinya telah diangkat menjadi PNS harus bisa mengemban tanggung jawab yang diamanatkan oleh pemerintah. Apalagi yang berkaitan dengan tempat tugas. Oleh sebab itu, seorang guru harus bisa mengabdi dan mengayomi peserta didiknya di manapun ia ditugaskan sekalipun itu di tempat yang jauh dan terpencil dari pusat kota. Tantangan dunia pendidikan semakin besar maka semua guru dituntut untuk bisa mewujudkan profesionalisme dan tanggung jawabnya dalam memajukan pendidikan di daerah ini.


Melalui gerak pembangunan itu, menjadi jelas dan nyata bahwa tahan Papua adalah tanah yang diberkati juga. Tuhan berkenan kepada umat-Nya yang tinggal di tanah Papua. Mereka berasal dari pelbagai suku di tanah air kita tercinta ini.

Komentar

Postingan Populer