PROVOKATOR KETIDAKADILAN

 RENUNGAN HARIAN

TGL 15 JULI 26

 

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus: st. Bonaventura. Dia lahir di Itali th 1218, dan ketika masih kecil diberi nama oleh Fransiskus Asisi: *bonaventura*, yg artinya: *betapa baik kejadian ini*. Dia kemudian bergabung dg Ordo st. Fransiskus. Oleh ordonya, dia diutus utk belajar filsafat dan teologi. 

Karena kecerdasan dan kebijaksanaannya, dia dipilih menjadi minister jendral selama 9x berturut-turut. Ia berjasa dalam mengatasi perpecahan ordonya dan memperbaiki kebiasaan yg salah dr para anggotanya. Kemudian dia dipilih menjadi uskup di Albano dan Kardinal. Dia meninggal ketika menghadiri konsili di Lyon - Perancis.

 

Melalui Ef 3: 14-19, Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, aku sujud kepada Bapa, Pokok dari semua keturunan di sorga dan di atas bumi. Aku berdoa supaya menurut kekayaan kemuliaanNya, Ia menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 

Aku berdoa, supaya kamu bersama dengan semua orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

 

Matius dalam injilnya (23: 8-12) mewartakan sabda Yesus kepada orang banyak: "Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Bonaventura telah menggunakan karunia yg diterimanya (kecerdasan dan kebijaksanaan) serta doanya utk menjaga kesatuan saudara-2 se-ordonya, memperbaiki tindakan yg keliru dr para anggotanya, dan menggembalakan domba2 yg dipercayakan kepadanya. Dia mengenal kasih Kristus yg melampaui segala pengertian dan menterjemahkannya agar banyak org membalas kasih dan karunia Allah yg mrk terima. Hendaknya kita pun demikian, karunia yg kita terima juga dibagikan kpd sesama agar mrk percaya bhw Allah hadir dan mengasihi mrk. 

2. Dengan jelas Yesus melarang para muridNya dan org banyak utk menyebut seseorang sbg rabi, bapa, atau pemimpin. Mungkin sekali mereka yg disebut rabi "tidak jarang menjadi provokator bagi umat shg mrk menyembah berhala. Yg disebut bapa / pemimpin menjadi orang yg gila hormat, otoriter dan berbuat tidak adil. 

Maka Yesus menegur sikap yg demikian itu, dan menampilkan sosok pelayan / hamba yg setia dan rendah hati dalam mengabdi sesama. Hendaknya kita pun tergugah utk bersikap spt hamba yg siap melayani dg setia dan gembira hati. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer