BULUH YANG PATAH
RENUNGAN HARIAN
TGL 18 JULI 26
Melalui Mi 2:
1-5 diserukan beginilah firman Tuhan: Celakalah orang-orang yang merancang
kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang
melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Bila
menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya. Bila menginginkan rumah-rumah,
mereka menyerobotnya. Mrk menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik
pusakanya!
Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini, dan kamu tidak dapat menghindarkan lehermu darinya. Kamu tidak dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kamu dan akan memperdengarkan suatu ratapan dan akan berkata: "Kita telah dihancurluluhkan!
Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tidak ada orang yang mengembalikannya, ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita." Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah TUHAN.
Matius dalam injilnya (12: 14-21) mewartakan: Pada waktu itu orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia, tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan nabi Yesaya: "Lihatlah, itu HambaKu yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadaNya jiwaKu berkenan. Aku akan menaruh rohKu ke atasNya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada para bangsa.
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suaraNya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskanNya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan kepadaNyalah para bangsa akan berharap."
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Kejahatan dan tindak kekerasan yg mereka lakukan, mula-2 memang menyenangkan dan memuaskan karena mrk mendapatkan semuanya itu *dengan mudah*. Maka, ada banyak org yg iri dan "bahkan ada yg menyalahkan Tuhan" karena Tuhan membela org jahat dan mencelakakan org benar / adil. Ternyata semua tindakan itu akan berbalik dan menyengsarakan mrk. Maka, kita diingatkan agar senantiasa berlaku benar dan adil kpd sesama.
2. "Melalui sabda "buluh yg patah terkulai tidak akan dipotongNya dan sumbu yg pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya, Tuhan menunjukkan belas kasih yg amat mengagumkan kpd umatNya. Dia peduli dan menolong mrk yg sdg menderita / patah semangat / berbeban berat dan tidak mempunyai penolong. Semoga kita yakin dan percaya akan sabda itu, dan bersedia menjadi penerus pertolonganNya kpd sesama. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar