BENIH
RENUNGAN HARIAN
TGL 12 JULI 26
Dalam Yes 55:
10-11 diserukan beginilah firman Tuhan: Seperti hujan dan salju turun dari
langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada
orang yang mau makan, demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak
akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang
Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Melalui Rom 8: 18-23 Paulus menyapa umatnya: Sdr2 aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Mat 13: 1-23 mewartakan: Pada waktu itu Yesus duduk di tepi danau. Lalu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Kemudian, Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Ia berkata: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Lalu datanglah para muridNya dan bertanya kepadaNya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari dia.
Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka bagi mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Sebaliknya, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
Benih yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Rencana Allah yg agung dan dahsyat itu sesungguhnya amat sangat mudah dirasakan dan dialami manusia, karena firmanNya dihadirkan dan dibahasakan sesuai dg kemampuan dan keadaan mereka. Maka hendaknya kita memberi waktu utk hadir di hadapanNya, agar bisa bertenang diri, menangkap getaran2 kasihNya, dan berjumpa dg Dia melalui kehadiran sesama, hewan dan alam ciptaanNya.
2. Dengan jelas dan tegas, Yesus menyatakan bhw ada pelbagai macam kualitas hati manusia itu. Ada yg kering dan tandus, ada yg berbatu, dan ada yg subur. Tanah yg suburpun hasil panennya berbeda. Hendaknya kita memeriksa diri dan menyadari kualitas tanah ( = kualitas hati) kita dan mengolahnya / memupuknya agar menjadi tanah yg subur dan menghasilkan panenan yg menggembirakan.
3. Kita adalah benih itu. Benih milik Allah adalah benih yang berkualitas. Maha hendaknya, "kita menunjukkan kualitas kita dalam menghadapi pelbagai kondisi tanah dan cuaca sehingga tetap tumbuh. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar