SANTO BENEDIKTUS

RENUNGAN HARIAN

TGL 11 JULI 26

 

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu st. Bendiktus Abas. Ia lahir sekitar th 489, di Nursia Italia Tengah, kakak kadung dr St. Skolastika. Dia dikirim ke Roma utk atudi, tetapi kemudian memilih hidup sbg peetapa bersama dg teman2nya. Dia mendirikan pertapaan yg kemudian dikenal sbg Ordo Benediktin. Peraturan kehidupan membiara dia perbaharui. Dia meninggal th 547 dan di makamkan di Monte Casino. 

 

Dalam Ams 2: 1-9 diserukan: Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 

 

Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orangNya yang setia. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.  

 

 

Matius dalam injilnya (19: 27-29) mewartakan: Ketika itu Petru berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaanNya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

 

Hikmah yg dpt kita petik:

 

1. Benediktus meski diberi dukungan dan perutusan utk studi di kota besar, lebih memilih di pegunungan dan bertapa. Di sana bersama dg teman-2nya di dalam keheningan dan doanya, dia menemukan pengetian ttg Allah yg hidup dan kehadiranNya. Pengalaman iman itu mendorong dia utk membaharui kehidupan di pertapaannya. Karena kuasa Allah dan kekuatan doanya, biaranya berkembang dan tetap hidup sampai sekarang. Hendaknya kita pun yakin bhw ketika Allah dan doa kita menjadi sumber kekuatan, pekerjaan kita akan berkembang. 

 

2. Yesus menegaskan bhw apa yg ditaburkan org dg kesetiaan dan kegembiraan, hasilnya akan mengagumkan. Hendaknya kita selalu percaya akan hal ini. Amin. (Mgr Nico Adi MSC)

Komentar

Postingan Populer