TIDAK PERLU CEMAS

 RENUNGAN HARIAN

TGL 9 JULI 26

 

Dalam Hos 11: 1b.3-4.8c-9 diserukan beginilah firman Tuhan: Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anakKu itu. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tanganKu, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. 

HatiKu berbalik dalam diriKu, belas kasihanKu bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murkaKu yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

 

Matius dalam injilnya (10: 7-15) mewartakan sabda Yesus: Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. 

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Melalui nabiNya: Allah menyatakan belas kasih dan pengampunanNya kpd Israel - umat pilihanNya. Dia tidak akan murka lagi karena Dia adalah Allah. Semua itu diserukan utusan Allah itu, spy kita sbg anak-anakNya juga "siap sedia utk bertindak demikian": berbelas kaaih dan siap utk mengampuni demi kebahagiaan orang2 yg kita kasihi.  

2. Kepada para utusanNya, Yesus memberikan "kuasa", bekal dan jaminan kehidupan, melalui umat yg mereka layani. Maka, hendaknya para utusan Allah dan kita, melakukan dg setia perutusan yg diberikan, dan percaya penuh pada janji Allah itu, serta tidak perlu cemas bhw mrk / kita akan kekurangan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer