KUALITAS KEHIDUPAN

 RENUNGAN HARIAN

TGL 30 JULI 26

 

Dalam Yer 18: 1-6 diserukan beginilah firman kepada Yeremia: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataanKu kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel!  

 

Matius dalam injilnya (13: mewartakan: Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Para malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 

Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Melalui nabiNya, Tuhan Allah menyatakan dg pelbagai cara betapa besar kuasaNya dan betapa luar biasa kerahimanNya kepada UmatNya. Pernyataan dan peringatan yg dirasakan keras, sesungguhnya adalah cara utk mengundang mrk agar kembali kepadaNya. Hwndaknya kita pun bertindak demikian. Kata2 yg keras bertujuan utk menyelamatkan dan bukan utk menghukum / menyengsarakan sesama. 

2. Pukat yg dilabuhkan di laut spy dpt menangkap pelbagai jenis ikan adalah pukat yg besar, kuat dan berkualitas. Tidak ada yg dikecualikan. Pada saat ditarik, "semua ikan harus mempertanggung- jawabkan dirinya dan kualitasnya".  Demikian pula kita, bila saatnya tiba, masing2 wajib menyatakan diri dan kualitas kehidupannya. Yang baik dan benar akan menikmati kebahagiaan surgawi. Maka, kita pun selagi masih diberi waktu, hendaknya berbuat yg baik dan benar bagi Tuhan dan sesama. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer