Rabu, 28 Desember 2011

BIARA ST. FRANSISKUS XAVERIUS - MINDIPTANA



Para suster PRR (Putri Renha Rosari) Komunitas Mindiptana bergembira, karena telah mempunyai rumah / biara yang baru. Biara baru tersebut diberkati oleh Mgr Niko tanggal 12 Desember 2011 yang lalu, dalam misa mulia. Misa dipimpin oleh bapa Uskup dan didampingi oleh Pastor Gerry MSC (vikep Mindiptana) dan Pastor Anis Salaki MSC (mantan pastor paroki Mindiptana).

Para suster PRR yang berbahagia adalah Sr. Celine PRR, Sr. Apolinaris PRR, dan Sr. Elvina PRR. Mereka bertiga mengawal dari awal pembangunan biara tersebut. Bahkan mereka pulalah yang mencari bahan-bahan bangunan yang diperlukan. Mereka pesan puluhan ribu batu bata kepada masyarakat, mencari pasir sungai yang sering tidak gampang diperoleh karena sungai sedang banjir. Ada bahan-bahan bangunan yang harus didatangkan dari Merauke, dan diangkut dengan kapal. Semua kesulitan tersebut telah tertangani dan bangunan biara telah berdiri.

Selain bantuan dari masyarakat setempat, bantuan dari para donatur dan usaha para suster PRR, bantuan terbesar datang dari Direktur PT Roda Mas - Jakarta. Masih banyak orang yang telah mengulurkan bantuan, atau menjadi saluran rahmat Tuhan, tetapi tidak mau disebutkan namanya. Kepada mereka semua, saya mengucapkan banyak terima kasih.

Mindiptana adalah komunitas pertama bagi para suster PRR sejak mereka bekerja di Keuskupan Agung Merauke, 17 tahun yang lalu. Mereka menggantikan para suster Putri Bunda Hati Kudus, yang telah merintis pelayanan di sana selama lebih dari 60 tahun. Para suster PBHK kekurangan tenaga sehingga pelayanan di daerah itu diserahkan kepada PRR. Karya yang dilaksanakan di sana adalah kesehatan, sekolah dan asrama serta pastoral.

Poliklinik yang dikelola para suster PRR selalu mendapat nilai baik, baik dari segi pelayanan, kelengkapan obat, kebersihan dan dukungan moril dan doa bagi para pasien. Meski dokter datang seminggu 3 kali, pasien lebih memilih ke poliklinik ini daripada ke puskesmas. Kepercayaan, keramahtamahan dan kenyamanan dalam pelayanan itulah yang sering memberikan andil besar bagi kesembuhan pasien.

Di asrama yang dikelola para suster, ada 30 an anak perempuan. Mereka ada yang sekolah di TK sampai di SMA. Pagi-pagi mereka sudah bangun, dan mandi. Ada yang bertugas memasak, ada yang membereskan ruang doa supaya teman-teman siap untuk ikut misa di kapel susteran. Seminggu 2 kali mereka ikut misa pagi. Melalui pembinaan sejak di bangku SD itulah, banyak dari antara mereka yang saat ini sudah menjadi orang-orang penting di kalangan pemerintahan, di bidang pendidikan dan pelayanan lainnya.

Pengorbanan dan kesetiaan yang setiap hari diberikan kepada anak-anak itu, ternyata menghasilkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Manusia bukan hanya membutuhykan makan dan minum, tetapi contoh hidup yang akan terpatri dan tumbuh berkembang serta makin kokoh dalam kehidupan mereka kelak.

2 komentar:

patris allegro mengatakan...

Proficiat untuk para Suster PRR di Mindiptana... Di Kupang juga para biarawati inilah yang bertahan di daerah-daerah pelosok!

WARTA K.A.MERAUKE mengatakan...

Terima kasih Patris atas komentar anda. Kalau ada rekan yang berminat bergabung untuk pelayanan di Mindiptana, silakan mengirim email ke nikoadi@yahoo.com. Temtu yang bersangkutan harus sehat, siap mental dan berkepribadian baik.