KESEHATAN MATA


Kesehatan jasmani ternyata bukan hanya menyangkut badan, salah satu yang perlu diperhatikan adalah kesehatan mata. Menurut buku Modul Kesehaan Mata Masyarakat: Gerakan Peduli Kesehatan Mata, yang diterbitkan oleh Perdhaki, dalam satu menit:
- 12 orang BUTA di DUNIA
- 4 orang BUTA di ASIA TENGGARA
- 1 orang BUTA di INDONESIA

Secara khusus disebutkan bahwa 1,5% penduduk Indonesia menderita kebutaan. Kebutaan itu disebabkan oleh katarak ( 0,78% ), oleh glaukoma ( 0,20%), kelainan refraksi mata (0,14%) dan penyakit mata lain (0,38%). Padahal 80% kebutaan dapat dihindari dengan pencegahan dan pengobatan. Demikian disampaikan oleh ibu Elisabeth utusan dari Perdhaki Jakarta, dan Mr. Klaas dalam acara silaturahmi di wisma keuskupan.

Penduduk Indonesia berjumlah 240 juta. Penduduk yang mengalami kebutaan 1,5% berarti berjumlah 3,6 juta. Jumlah 3,6 juta bukanlah angka yang kecil. Karena itu, perlu diambil langkah-langkah pencegahan.

Hadir pada kesempatan itu, 2 orang pengurus Karya Kepausan Indonesia - Merauke, Sr. Clara PRR, Sr. Rensi Alma, Sr. Eufrasia PRR, dan Uskup Merauke.

Mereka menawarkan program pencegahan dengan pelatihan-pelatihan sederhana yang dapat diberikan kepada para guru, petugas kesehatan, dan relawan lainnya. Dengan menggunakan alat-alat sederhana mereka dapat membantu masyarakat untuk mendeteksi gejala gangguan mata, sehingga sebelum menjadi parah, gangguan itu sudah bisa diatasi. Apakah orang tersebut harus memakai kacamata, ada penyakit atau kelainan tertentu ? Atau kalau memang perlu mendapat rujukan, segera mereka dapat memberitahukan kepada penderita bahwa dia harus segera berobat ke poliklinik terdekat.

Mengingat bahwa jumlah tenaga dokter amat kurang, terlebih dokter spesialis mata, baik di kota maupun di desa, usaha peningkatan kesehatan dan kesehatan mata tetap perlu diusahakan dan dibantu oleh warga masyaakat itu sendiri.

Betapa pentingnya tetapi sekaligus betapa mahalnya "kesehatan itu". Maka, orang bijak berkata:"Lebih baik mencegah daripada mengobati". Meskipun demikian, memberikan pelayanan kesehatan adalah suatu perbuatan yang mulia. Ketika manusia menjadi tidak berdaya karena sakit, mereka yang telah membantu proses penyembuhan, telah mengangkat kembali "harkat, martabat, kekuatan" yang telah hilang atau tenggelam pada diri si sakit. Tidak jarang si sakit ketika sembuh mengalami "kehidupan baru", dan hidupnya kemudian dipenuhi dengan rasa syukur.

Amat bagus bahwa pada buku panduan tersebut pada halaman pengantar memberikan kata penguatan iman yang diambil dari Yeremia 33:6 yang berbunyi:"Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah".

Bagi orang yang percaya, kesembuhan itu akan terjadi.

Komentar

WARTA K.A.MERAUKE mengatakan…
Terima kasih juga sudah membaca blog saya.

Salam,
Mgr Niko Adi, msc

Postingan Populer