HAMBA YANG SETIA DAN RENDAH HATI

 RENUNGAN HARIAN

TGL 16 AGUST 26

 

Hari ini adalah Hari Raya Bunda Maria diangkat ke surga. 

 

Dalam Why 11: 19a.12:1.3-6a.10ab dikisahkan: Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjianNya di dalam Bait Suci itu. Lalu, tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. 

Juga tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkanNya. 

Kemudian, perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhtaNya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di sana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapiNya, karena pendakwa sdr-2 kita telah dilemparkan ke bawah. 

 

Melalui 1Kor 15: 20-26, Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 

Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya. 

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu Ketika Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan, karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah kakiNya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.  

 

Lukas dalam injilnya (1: 39-56) mewartakan: Beberapa waktu setelah menerima kabar dari Malaikat berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." 

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus. Dan rahmatNya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasaNya dengan perbuatan tanganNya dan mencerai beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah. 

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa. Ia menolong Israel, hambaNya, karena Ia mengingat rahmatNya, seperti yang dijanjikanNya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Diberitakan kpd umat manusia hw Allah yg mahamulia dan mahakudus, berkuasa atas seluruh alam cipataanNya dan manusia. Tidak ada kekuatan mana pun dan sedahsyat nagapun yg dpt menggagalkan rencana besar Tuhan utk menyelamatkan manusia yg telah dikungkung kuasa dosa, melalui AnakNya yg lahir dr seorang perempuan yg mulia (berselubungkan matahari). Perempuan yg telah melahirkan Anak Allah itu (bunda Maria), dipelihara Allah secara istimewa. Kalau Allah yg telah memilih Maria utk melahirkan AnakNya, menghormati dan memelihara bunda Maria sedemikian, hendaknya kita pun menunjukkan rasa hormat dan syukur yg mendalam kpd beliau. 

2. Meski dipilih sbg bunda yg akan melahirkan Yesus, Anak Allah yg mahatinggi, Maria tetap rendah hati dan mau membantu "kerepotan Elisabeth" selama 3 bulan. Pekerjaan rumah tangga tidak merendahkan martabatnya. Hendaknya kita pun meneladan bunda kita, bahwa meski "tinggi dan mulia perannya dalam sejarah keselamatan", beliau tetap "bersikap sbg hamba" (pribadi yg siap menolong). Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer