DIHIDUPI DENGAN TEGUH

 RENUNGAN HARIAN

TGL 14 AGUST 26

 

Hari ini kita memperingati 1 orang kudus: st. Maximilian Kolbe. Sebagai imam dia dimasukkan penjara bersama umat katolik lainnya, ketika Jerman menduduki Polandia. Dia menggantikan seorang bapak yg dihukum mati, shg bpk itu dibebaskan tetapi Maximilian disuntik dg racun dan mati.

 

Dalam Kebj 3: 1-9 diserukan: Jiwa orang benar ada di tangan Allah, dan siksaan tiada menimpa mereka. Menurut pandangan orang bodoh mereka mati nampaknya, dan pulang mereka dianggap malapetaka, dan kepergiannya dari kita dipandang sebagai kehancuran, namun mereka berada dalam ketenteraman. Kalaupun mereka disiksa menurut pandangan manusia, harapan mereka penuh kebakaan. Setelah disiksa sebentar mereka menerima anugerah yang besar, sebab Allah hanya menguji mereka, lalu mendapati mereka layak bagi diriNya. 

Laksana emas di dapur api diperiksalah mereka olehNya, lalu diterima bagaikan korban bakaran. Maka pada waktu pembalasan mereka akan bercahaya, dan laksana bunga api berlari-larian di ladang jerami. Mereka akan mengadili para bangsa dan memerintah sekalian rakyat, dan Tuhan berkenan memerintah mereka selama-lamanya. Orang yang telah percaya kepada Allah akan memahami kebenaran, dan yang setia dalam kasih akan tinggal padaNya, sebab kasih setia dan belas kasihan pilihanNya.  

 

Yohanes dalam injilnya (15: 9-17) mewartakan sabda Yesus: "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasihKu itu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 

Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk para sahabatnya. Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu. Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Kepercayaan dan keimanan yg diwartakan kepada umat Allah ttg hidup abadi bersama Allah, telah menjadi milik Maximilian dan dihidupinya dg teguh. Maka, dia tidak ragu2 utk menyerahkan nyawanya demi kehidupan bpk yg harus menjalani hukuman mati. Hendaknya teladan kemartirannya menjiwai kehidupan kita dan umat Allah pada masa skg ini. 

2. Sabda Yesus: "Aku menyebut kamu sahabat" juga telah dihidupi Maximilian shg dia rela menggantikan posisi bpk yg seharusnya dihukum mati, karena bpk itu dipandang Maxi sbg sahabatnya. Pengorbanannya telah mengharumkan namanya dan dia layak dinyatakan sbg martir. Mungkin kita tidak akan menghadapi kematian spt dia, namun pengorbanan yg dilakukan dg rela hati dpt membuat hidup kita kudus dan mulia di hadapan Tuhan dan sesama. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer