BERSENGSARA
RENUNGAN HARIAN
TGL 30 AGUST
Dalam Yer 20: 7-9 dikisahkan beginilah kata2 Yeremia: Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Sebaliknya, apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi namaNya", dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku. Aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Melalui Rom 12: 1-2 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, demi kemurahan Allah aku menasihati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Matius dalam injilnya (16: 21-27) mewartakan: Sekali peristiwa, Yesus menyatakan kepada para muridNya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Lalu, Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, sambil berkata: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi para malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Rencana, jalan dan keputusan Allah sangatlah agung dan mengagumkan sehingga tak terselami oleh manusia, dan dilakukan demi keselamatan manusia. Maka, Yeremia meski mau menyingkirkan karena tidak mengerti, tokh tidak sanggup utk menolakNya. Dia memberi teladan, bhw meski tidak mengerti dia mau menerima, karena demi keselamatan manusia.
2. Yesus menyatakan dg jelas kpd para muridNya, bhw Dia akan bersengsara demi penebusan dosa dan keselamatan manusia. Petrus menolak penegasan itu, karena Allah pasti bisa mencari jalan lain yg lebih enak dan menyenangkan drpd jalan salib. Ternyata Yesus, Anak Allah itu memilih jalan salib. Maka, Dia melaksanakannya dg rela hati, dg semua resikonya. Semoga kita yg sudah memilih jalan tertentu, siap juga menanggung resiko yg muncul di kemudian hari. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar