MEMURNIKAN
RENUNGAN HARIAN
TGL 5 FEBR 26
Hari ini kita
memperingati 1 orang kudus, yaitu st. Agatha, perawan dan martir.
Melalui 1Kor
1: 26-31 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, ingatlah bagaimana keadaan kamu, ketika
kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak
banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Meski
demikian, apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang
yang berhikmat.
Apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. Dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Sebaliknya, oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
Lukas dalam injilnya (9: 23-26) mewartakan sabda Yesus kpd orang banyak: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? Barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataanKu, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaanNya dan dalam kemuliaan Bapa dan para malaikat kudus.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Melalui Paulus ditegaskan bhw Allah dg sengaja memilih org bodoh, org yg tidak diperhitungkan dan bahkan disingkirkan utk menyatakan bhw Allah bisa menghadirkan kuasa dan kerahimanNya melalui mereka. Bahwa Allah tidak bisa didikte / tidak bisa dipaksa oleh orang yg berkuasa / berpangkat / berharta utk memenuhi kemauan mereka. Maka, hendaknya manusia / kita bersyukur karena diberi anugerah / rejeki dan dilibatkan dlm karya keselamatan Tuhan.
2. Dg kata2 yg jelas dan tegas: "Barangsiapa mengikuti Aku harus menyangkal dirinya dan memikul salib", Yesus hendak memurnikan motivasi org itu. Artinya, org itu mau dan rela utk hidup seadanya, sesuai dg kemampuan umat, s.iap diutus kd daerah2 yg sulit. Selain itu, dia juga siap utk capek secara fisik, kecewa karena ditolak dan terhina karena difitnah. Melalui jalan itu, hidup dimurnikan, jalan dilapangkan dan kebahagiaan dianugerahkan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar