BUKAN MENCARI MAKAN
RENUNGAN HARIAN
TGL 10 FEBR 26
Hari ini kita
memperingati 1 orang kudus yaitu st. Skolastika. Dia adalah adik kandung st.
Benediktus - pendiri dan pemimpin biara Benediktin, dan sudah sejak kecil ingin
menjadi suster. Ia kemudian mendirikan biara di dekat biara Benediktin. Maka
dia dan kakaknya itu, sering saling mengunjungi.
Menjelang kematiannya, ia meminta bimbingan rohani dan kerelaan Benediktus utk menemani dia, tetapi Benediktus menolak, dan hendak pulang. Tiba-2 turunlah hujan angin yg hebat sehingga Benediktus batal pulang, dan malam itu dia menemani Skolastika. Skolastika meninggal di hadapan kakak kandungnya th 543.
Dalam Kid 8:
6-7 diserukan: Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada
lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang
mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! Air yang banyak tak
dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun
orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, semua itu pasti masih
kurang.
Lukas dalam injilnya (10: 38-42) mewartakan: Ketika Yesus dan para muridNya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudari yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya, sedang Marta sibuk sekali melayani.
Marta mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudariku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tuhan menjawab: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari dia."
Hikmah yg dpt kita petik:
1. Diserukan bhw sekalipun org menjual segala miliknya untuk membeli "cinta", tokh "uangnya / hartanya" tidak cukup atau masih kurang. Artinya "cinta itu sungguh agung dan mulia" sehingga "tidak terbeli" dg harta duniawi. Pengertian itu telah dipahami sejak kecil oleh Skolastika, sehingga dia rela mempersembahkan diri seutuhnya agar memperoleh "cinta" itu, karena "cinta itu adalah Allah sendiri". Tentu "Sang Cinta" telah menyatakan diriNya melalui kasih dan kesetiaan orangtuanya. Pengalaman itu hendaknya menggugah para orangtua utk meneruskan dan mewariskan iman dan kebaikan Allah kpd anak-anak mereka.
2. Yesus memuji Maria yg duduk dg setia utk hadir dan mendengarkan ajaran dan pengalaman kehidupan Yesus. Dia datang / berkunjung pertama-tama utk berjumpa dg dombaNya, berdialog dari hati ke hati, serta menyampaikan kabar baik dan kemurahan Allah. Dia hadir bukan utk mencari makan, tetapi utk menjumpai sahabat-2Nya.
Maka, hadir dan temui dulu orang yg berkunjung. Dengarkan dulu kabar baik yg akan disampaikan. Alami dulu semuanya itu dg tenang. Pribadi Yesus / utusanNya yang telah ada di hadapan kita, jauh lebih penting daripada urusan makanan dan minuman. Juga mendengarkan dg penuh perhatian akan menghindarkan kita dari kesalahpahaman / salah sasaran / salah strategi / salah jalan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar