MAKANLAH APA YANG DISEDIAKAN
RENUNGAN HARIAN
TGL 14 FEBR 26
Hari ini kita
memperingati 2 orang kudus: st. Sirilus dan Methodius. Mereka adalah para imam
misionaris yg diutus utk mewartakan kabar gembira kpd bangsa-2 di Eropa Timur.
Demi perkembangan iman umat, mereka menterjemahkan kitab suci ke dalam bahasa
setempat. Atas jasa besarnya itu, mereka diangkat Paus Adrianus II menjadi
uskup. Sayang seribu sayang, sebelum ditahbiskan uskup Sirilus sudah meninggal.
Sedangkan Methodius sbg Uskup melanjutkan pewartaan Injil di Eropa Timur sampai
wafat pd th 885.
Dalam Kis 13: 46-49 dikisahkan: "Terhadap para imam dan tua-2 bangsa Yahudi, dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi." Ketika mendengar hal itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.
Lukas dalam
injilnya (10: 1-9) mewartakan: "Ketika itu Tuhan Yesus menunjuk 70 murid
yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua untuk mendahului Dia ke setiap kota
dan tempat yang hendak dikunjungiNya. Ia berkata: "Tuaian memang banyak,
tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan para pekerja untuk tuaian itu.
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, salammu itu akan tinggal atasnya. Jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat kepadamu.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Sebagaimana Paulus, Sirilus dan Methodius mewartakan injil kepada bangsa2 yg belum mengenal Allah. Semangatnya yg begitu membara utk melayani secara total diwujudkannya dg mengenal bahasa setempat bahkan menterjemahkan KS ke dalam bahasa mereka shg umat lebih paham utk mengerti sabda Tuhan. Semoga semangat yg demikian itu memberikan inspirasi kpd kita agar rela utk menyederhanakan istilah-istilah di KS, buku-2 rohani, katekismus dll agar umat makin dekat dg Tuhan.
2. Pada waktu itu, Yesus mengutus 70 murid yg lain ke kota-2 dan desa-2 yg hendak dikunjungiNya. Itu berarti orang yg percaya kepada Yesus jumlahnya makin banyak dan tersebar di banyak tempat. Pada masa skg ini, jumlah umat yg percaya tersebar di seluruh dunia. Maka dibutuhkan para utusan yg makin besar dan berasal dari pelbagai bangsa. Pantaslah kita memohon berkat Tuhan bagi para utusanNya agar mereka tetap setia, dan mohon Tuhan agar memanggil kaum muda dan menambah jumlah mereka. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar