MUSYAWARAH PASTORAL KEUSKUPAN

PEMBACA BLOG YANG BUDIMAN
SYALOOM....

Setiap tahun ketika membuka “muspas” (musyarawah pastoral) keuskupan, saya memberikan sambutan. Sambutan tertulis itu, saya hadirkan di sini untuk anda. Semoga anda dapat menyimak dan mendalami maknanya, dan mengalami kebaikan Tuhan di mana pun anda berada.

SAMBUTAN USKUP AGUNG MERAUKE
PADA MUSPAS 2012
Saudara/i yang terkasih  
Ytk. Para peserta Muspas
Yth. Bapak Bupati
Yth. Para Tamu Undangan
Para Suster, Bruder dan Frater Pimpinan Tarekat / Komunitas

Syaloom....

Di dalam Injil Lukas 10: 1, kita temukan cerita tentang Tuhan Yesus yang menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Di kampung-kampung yang dikunjungi, mereka melaksanakan amanat / perutusan itu, dengan penuh semangat.  Ketika kembali, Yesus mengumpulkan mereka, dan mereka menceritakan banyak pengalaman yang mengagumkan, bahkan berseru “Tuhan, juga setan-setan tunduk kepada kami, demi nama-Mu”.

Muspas ( musyawarah pastoral ) adalah pertemuan tahunan dari para gembala umat, wakil-wakil umat, pimpinan-pimpinan komunitas biarawan-wati se-keuskupan, dan seluruh perangkat keuskupan, dalam kesatuan dengan uskup setempat.  Seperti para rasul dan para murid pada waktu itu, setelah diutus di medan pastoral, kita percaya bahwa kita diundang dan dikumpulkan oleh Yesus sendiri untuk bersharing,  untuk lebih dekat dengan-Nya, mendengarkan pengajaran-Nya dan disegarkan kembali oleh-Nya. Pertemuan seperti ini, ternyata sungguh penting dan merupakan rahmat Allah yang dapat memberikan penyegaran dan semangat baru, ketika kita kembali ke medan pastoral.

Muspas pada tahun 2012 ini yang bertema “ PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA YANG BERMARTABAT MENUJU KESEJATIAN HIDUP ANAK-ANAK ALLAH”, dengan subtema: MELALUI MUSYAWARAH PASTORAL 2012, KITA BANGUN KEBERSAMAAN DALAM MEMBERDAYAKAN KOMUNITAS BASIS MENUJU KEMANDIRIAN UMAT, diawali dengan retret bersama.  Kita pertama-tama mencari Allah, dan mendekatkan diri kita kepada-Nya, dan menimba air kehidupan dari-Nya. Pagi hari, selama retret dan  muspas, ada doa pagi dan misa pagi. Para peserta diberi kesempatan untuk mendengarkan sabda Tuhan, merenungkannya dan dikuatkan oleh-Nya. Kita hadir di hadapan Allah untuk menerima makanan rohani, untuk mempererat kesatuan kita dengan Dia dan sesama, dan untuk membaharui hidup kita. Ada pula waktu hening (tenang) untuk bermeditasi / berefleksi, agar seluruh kegiatan kita benar-benar bersumber pada (kasih) Allah, dan keputusan-keputusan yang diambil mengarahkan manusia kepada Allah.

Dalam muspas, kita diajak melihat kembali pelayanan selama 1 tahun yang silam. Kita juga mengikuti penyajian bahan oleh narasumber, agar mendapatkan masukan, pencerahan / peneguhan atau pun memberikan tanggapan atas apa yang disajikan dalam kasih Allah dan keselamatan umat manusia. Melalui muspas itu, kita bersama-sama mencari, merefleksikan dan mendengarkan serta merumuskan kehendak Allah bagi umat-Nya pada masa sekarang ini. Dalam arti yang demikian ini, muspas juga merupakan gerak, arah dan tekad bersama untuk membaharui diri (bertobat) agar setiap orang makin layak di hadapan Allah dan sesama. Kita percaya bahwa Allah bekerja, memberkati, memimpin dan membimbing muspas kita, seperti dikatakan Yesus: “ Di mana ada 2 atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mark 20:18).  

Saudara  sekalian,
Muspas tahun ini bertepatan dengan pencanangan Tahun 2012 sebagai Tahun Iman. Tahun Iman ini dimulai tanggal 11 Oktober 2012 dan berakhir pada tanggal 24 November 2013, pada hari pesta Kristus Raja Semesta Alam. Pada pencanangan Tahun Iman ini, dalam Surat Apostolik “Porta Fidei”, Sri Paus mengutip Kis 14:27 yang berbunyi: “ Setibanya di Antiokia, Paulus dan Barnabas memanggil jemaat berkumpul, dan mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Allah sendiri telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman”.

Dalam surat itu, Bapa Suci hendak menegaskan bahwa “pintu iman selalu terbuka bagi kita, dan memberikan kepada kita hidup dalam kesatuan dengan Allah, dan pada saat Injil Tuhan diwartakan, iman itu menunjukkan  pintu masuk bagi kita umat-Nya dan mendorong hati kita untuk dibaharui oleh kasihNya. Iman mulai tumbuh pada saat kita di baptis (cf. Rom. 6:4). Pada saat itulah kita berani memanggil Tuhan kita ‘Bapa’. Dan Tujuan Akhir itu dari pelaksanaan iman adalah kehidupan kekal.

Pada misa pengukuhannya sebagai Paus, beliau mengungkapkan: “Seluruh Gereja dan para-para Pasturnya, seperti Kristus, harus membimbing orang-orang keluar dari padang gurun dan menuju tanah perjanjian.” Sayangnya, karena banyak yang berpendapat bahwa iman itu adalah “sesuatu yang sudah jadi“ , dan bahwa makna dan nilai-nilai sesungguhnya dari iman itu “tidak ‘menarik / tidak memikat” manusia jaman ini;  maka terjadilah sebuah krisis iman yang mempengaruhi kehidupan banyak orang.

Mengapa Bapa Suci memilih tanggal 11 Oktober 2012 sebagai tanggal dimulainya Tahun Iman ?  Ada 2 alasan yang dapat dikemukakan di sini:

1.      Tanggal 11 Oktober adalah hari ulang tahun ke 50 Pembukaan Konsili Vatikan II. Konsili Vatikan II yang dibuka tanggal 11 Oktober 1062 telah membawa banyak perubahan, misalnya  1) Ajaran tentang Gereja. Gereja bukanlah Paus, uskup, para pastor, tetapi Gereja adalah Umat Allah yang percaya kepada Kristus, yang dipimpin dan disatukan oleh Dia melalui para gembala umat. 2) Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan umat beriman. Karena itu, umat diundang untuk semakin aktif ambil bagian dan menyambut Tubuh Kristus. 3) umat diajak untuk aktif membaca Kitab Suci. Karena itu, KS diterjemahkan ke dalam bahasa masing-masing bangsa, agar mudah dipahami dan didalami maknanya.

2.      Tanggal 11 Oktober adalah ulang tahun ke 20 diluncurkannya buku “Katekismus Gereja Katolik”.  Beato Yohanes Paulus II menyebut buku Katekismus itu sebagai sarana yang sah dan kokoh bagi  kesatuan gereja, dan pedoman yang pasti untuk ajaran iman.  Sri Paus mendorong para pastor, bruder, suster , para petugas Gereja dan umat beriman untuk mempelajari isi buku katekismus itu, agar makin memahami ajaran resmi Gereja dan makin berkembang dalam iman. Beliau juga  meminta kita semua untuk lebih rajin mengikuti perayaan-perayaan iman, khususnya ekaristi, sebab di dalam ekaristi, iman kita dinyatakan, dirayakan dan dikuatkan.

Saudara sekalian yang terkasih,
Visi Keuskupan kita adalah:
Persekutuan Umat Allah yang mejemuk sebagai suatu lembaga Gerejani yang dipimpin oleh Uskup Agung dalam kesatuan dengan Gereja Universal, yang beriman kepada Yesus Kristus, dan berakar pada budaya setempat, yang terus-menerus membaharui dan memberdayakan diri, dengan membangun kerja sama lintas intansi (pemerintah) dan lembaga (LSM dan Agama) melalui bidang-bidang pelayanan pastoral menuju kemandirian demi kesejahteraan umat dan masyarakat di wilayah KAME”.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ada 16 misi yang ditetapkan oleh Muspas 2010. Dan untuk memantapkan misi ini, ada “grand design” (rancangan besar) yang telah kita jadikan pegangan untuk bergerak bersama. Di dalam “grand design” itu, ada 4 pilar utama yang hendak saya sebut pada kesempatan ini:

1.      Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Marginal
2.      Pemberdayaan umat beriman dalam budaya yang majemuk dan Hubungan antar agama dan Kepercayaan
3.      Pendidikan publik dan pengembangan kebijakan yang lebih melindungi hak-hak dasar dan kemanusiaan
4.      Penguatan Organisasi, Kelembagaan dan Penunjang Program Pelayanan Pastoral.

Berdasarkan 4 pilar utama itu, Keuskupan, kevikepan, dekanat-dekanat, paroki-paroki, kuasi paroki dan perangkat keuskupan, serta seluruh umat beriman bergerak untuk melaksanakan rencana Allah yang kita temukan melalui muspas.  Dalam laporan-laporan yang akan kita ikuti, marilah kita lihat karya besar Allah yang telah mengikutsertakan kita.  Memang hasil capaian itu penting. Namun, yang dipandang lebih penting dalam muspas ini, bukan pertama-tama besarnya atau banyaknya hasil capaian, tetapi kualitas keterlibatan umat, jumlah komunitas basis yang turut berperan, proses sosialisasi, pengolahan dan permenungan selama muspas. Hasil capaian yang berbeda-beda, dan  kekuatan yang berbeda-beda, serta masih banyaknya kegiatan yang tidak terlaksana menunjukkan kepada kita, perlu adanya komunikasi, solidaritas, kerjasama, penambahan SDM, dan dana yang lebih mantap.  Kita percaya bahwa selama muspas ini, Tuhan akan menunjukkan dan memberikan solusi yang tepat bagi kita semua.  

Saudara-i terkasih,
Dalam 5 tahun terakhir ini, 46 investor yang akan masuk ke wilayah selatan Papua ini.  Ada 3 perusahaan, yang sudah mulai beroperasi. Harus diakui bahwa Pemerintah Daerah dan masyarakat membutuhkan investor untuk pengembangan daerah menuju kesejahteraan masyarakat. Namun, sudah terjadi bahwa kehidupan masyarakat yang dimasuki investor, justru malah lebih menderita. Lalu, apa yang bisa kita buat ?  

Pertama-tama kita perlu membuat refleksi iman dan moral atas apa yang terjadi. Hasil refleksi tersebut kemudian dilengkapi dengan analisa sosial-ekonomi, agar dapat diwujudkan dalam tindakan kongkrit untuk menjawab kebutuhan umat.  Semoga retret kita kali ini, dapat membantu kita untuk membuat refleksi iman dan moral itu. Langkah-langkah selanjutnya, semoga dapat dirumuskan secara kongkrit dalam muspas baik di tingkat keuskupan, kevikepan, dekanat maupun di paroki-paroki.  Semoga melalui retret dan muspas ini, kita sekalian disegarkan oleh Allah sendiri, dan dengan gembira menerima tugas perutusan yang dipercayakan Kristus kepada kita masing-masing.  Dalam Tahun Iman ini, kita berjalan bersama Yesus, Sang Gembala yang baik, yang dengan penuh kesetiaan menuntun kita semua, domba-domba-Nya.

                                                                             Merauke, 7 Oktober 2012 
                                                                                Uskup Agung Merauke


                                                                          Mgr. Nicholaus Adi Seputra MSC

Komentar

Postingan Populer