TETAP MENANGGAPI
RENUNGAN HARIAN
TGL 5 OKT 26
Melalui Gal 1:
6-12 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, aku heran, bahwa kamu begitu cepat berbalik
dari Allah, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti
suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan
kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
Sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Aku menegaskan kepadamu, sdr-2ku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
Lukas dalam injilnya (10: 25-37) mewartakan: Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus. Ia bertanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Sementara itu, untuk membenarkan dirinya orang itu bertanya: "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan para penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Siapakah di antara tiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Paulus begitu tegas dan keras ketika menegur umat binaannya yg dg mudah pindah keyakinan karena iming2 atau ancaman atau alasan lainnnya. Bahkan dia mengutuk pengajar dan penerima ajaran yg bukan Injil Kristus. Kata2 keras tsb bukan utk membunuh atau mencelakakan mrk, tetapi tanda cinta dan pembelaan dia agar mrk isyaf bhw keselamatan dianugerahkan Allah melalui Yesus.
2. Yesus meski sdh tahu bhw org farisi itu mencobai Dia, tokh tetap mmberikan tanggpan, bahkan contoh nyata ttg kasih kpd sesama. Dia mengalahkan rasa jengkel atau curiga dan perasaan lainnya. Dalam keadaan yg demikian, Dia tampil sbg guru yg teguh dan mengarahkan org utk melakukan tindakan yg benar dg tulus. Amin.
Komentar