BUKAN KARENA CUCI TANGAN

 RENUNGAN HARIAN

TGL 13 OKT 26

 

Melalui Gal 4: 31b - 5:6 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, kita adalah anak-anak perempuan merdeka. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 

Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat, kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat. Kamu hidup di luar kasih karunia, sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.  

 

Lukas dalam injilnya (11: 37-41) mewartakan: Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tanganNya sebelum makan. Sebaliknya, Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Maka, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Paulus berulang kali menekankan bhw umat manusia mendapatkan keselamatan karena beriman kpd Kristus dan melakukan teladanNya, dan bukan karena melakukan hukum taurat. Hukum Taurat telah disempurnakan Kristus melalui sengsara dan kebangkitanNya. Maka, siapa saja yg mengikuti dan mengimani Yesus, akan diselamatkan. Dia yg menjamin keselamatan dan bukan yg lain. 

2. Yang membuat org pantas dan benar di hadapan Allah, bukan karena mencuci tangan atau melakukan tindakan lahiriah yg menyenangkan, tetapi berlaku adil dan berbelaskasih kpd sesama. Baju bagus, rumah rapih dan bersih serta makanan enak, memang menyenangkan, tetapi bagi Allah yg lebih utama adalah berlaku benar dan adil. Hendaknya kita menjalankan semua itu dg tulus dan gembira, lebih2 kpd mrk yg miskin dan menderita. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer