PRILAKU YANG SALAH
RENUNGAN HARIAN
TGL 30 SEPT 26
Hari ini kita
memperingati 1 orang kudus yaitu st. Hironimus. Dia berjasa dalam
menterjemahkan kitab suci berbahasa Ibrani dan Yunani ke bahasa Latin. Dg
demikian, banyak org dpt mengerti isinya. Sekian puluh tahun lalu, setelah
Konsili Vatikan II, KS diterjemahkan ke banyak bahasa, shg bangsa2 dpt memahami
isi ks dalam bahasa nrk sendiri. Marilah kita bersyukur atas kurnia Roh Kudus
ini.
Melalui 2 Tim
3: 14-17 Paulus menyapa Timoteus: "Anakku yg terkasih, hendaklah engkau
tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini,
dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga
bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat
kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus
Yesus.
Semua tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Matius dalam injilnya (13: 47-52) mewartakan: "Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Para malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Meski Timoteus udh dewasa dan melayani banyak org, bimbingan dan dukungan tetap diberikan Paulus kepadanya. Paulus menyadari bhw peran sbg guru iman dan teladan kpd anak asuhnya, tidak berhenti. Hendaknya para orgtua, para pembina atau pun koordinator di bidang apa apun, menyadari bhw generasi muda tetap butuh teladan, kesaksian iman, sapaan dan dukungan mrk. Tulisan dan surat atau pun catatan peibadi, atau buku sbg mana dilakukan Hironimus, amat berguna bagi pertumbuhan iman banyak org sepanjang jaman.
2. Yesus menyatakan bhw apa yg diajarkan org Farisi, baik adanya dan dpt diterima. Yang dicela atau ditolak adalah prilaku mrk yg tidak sesuai dg isi ajaran itu. Hendaknya apa yg kita ajarkan juga kita laksanakan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar