Gereja Bunda Hati Kudus - Paroki Kuper

Gereja Paroki Rasul-Rasul Kuper yang dulu kecil, pada bulan November 2008 dibongkar total. Gereja kecil ini dapat menampung 200 umat. Kini paroki ini telah memiliki gereja baru dengan kapasitas tampung 400 orang. Gereja yang cukup megah dibangun tahun 2007 dan diselesaikan pembangunannya pada akhir 2008, diberkati oleh Uskup Agung Merauke tgl 11 Januari 2009.

Wakil-wakil umat dari seluruh paroki, para undangan dan donatur turut hadir pada acara pemberkatan gereja itu. Misa dipersembahkan oleh Bapak Uskup yang didampingi oleh Pst. Hengky Kariwop MSC, Diakon Xaver Wonmut dan Diakon Domitius Ndale berlangsung dengan tertib dan meriah.

Dalam homili itu, Uskup memberikan renungan tentang spirit yang hidup dalam diri Maria, ibu Yesus. Maria berjuang dan maju terus atas tawaran Allah menjadi ibu Tuhan dan berusaha untuk tetap setia, hidup suci dan layak di hadapan Allah agar keselamatan Allah dirinya dapat terlaksana secara tuntas. Untuk mencapai kekudusan bagi Maria bukanlah hal yang mudah. Ia juga manusia biasa yang bisa kecewa, bingung, tidak mengerti, namun dia merenungkan semuanya itu dan pasrah pada Allah yang menyelenggarakan hidup ini.

Bunda Hati Kudus menjadi nama pelindung yang baru bagi paroki ini. Dulu bernama paroki Rasul-Rasul Kuper, dan sejak diresmikannya gereja baru, paroki inipun memakai nama baru Paroki Bunda Hati Kudus. Dengan nama baru ini, umat bertekad untuk meneladani Bunda Maria, bunda yang dekat di hati mereka, dan mengambil tekad untuk meneruskan rahmat Allah bagi sesama.

Pada kesempatan itu, Uskup juga menghimbau umat untuk mempersiapkan diri dan menyambut pemilihan para calon legislatif dengan damai dan penuh persaudaraan. Pesan Natal tahun 2008 "Hiduplah dalam damai dengan semua orang" ( Roma 12: 38b ) hendaknya tetap bergema sepanjang tahun 2009 ini.

Mereka disadarkan akan pentingnya orang-orang berkualitas untuk duduk di bangku DPR. Kualitas yang bagaimana ?

1. Tingkat pendidikan minimal SLTA. Hal ini penting supaya mereka bisa mengikuti perkembangan jaman, dapat berpikir kritis adan analitis serta dapat memberikan sumbangan pemikiran yang segar dan terarah demi pembangunan anak bangsa dan masyarakat

2. Mempunyai wawasan yang luas. Untuk itu pentinglah bagi mereka untuk rajin membaca, mendengar berita, menghadiri seminar dll.

3. Mempunyai jaringan kerja yang baik dan luas, serta mengusahakan pergaulan yang makin meningkat dari tingkat daerah ke tingkat nasional, lalu ke tingkat internasional. Maka mereka patut berusaha untuk menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris.

4. Mempunyai hubungan kerja dan relasi pribadi yang baik dengan para pengusaha. Banyak pekerjaan dan proyek pembangunan yang melibatkan para pengusaha. Para pengusaha telah terbiasa menyediakan barang dan jasa untuk pembangunan dalam skala besar. Membangun masyarakat tidak mungkin bisa berjalan lancar, tanpa melibatkan para pengusaha baik di daerah maupun di tingkat nasional

5. Mempunyai kemampuan menejemen. Membangun masyarakat bukan perkara mudah. Perlu perencanaan, perhitungan yang matang, pengelolaan yang mantap dan evaluasi yang tertib. Kalau hidup ekonomi rumah tangganya sendiri sudah morat-marit, bagaimana dia bisa menerapkan menejemen yang baik di bidang-bidang pelayanan mereka ?

6. Wajib mengetahui peraturan perundang-undangan: UUD 45, Tap MPR, Kep-pres, Peraturan Mentri, UU perburuhan, UU guru dan dosen dll.

7. punya visi yang jelas dan terumuskan sehingga dapat bekerja secara terarah dan terencana

8. Biasa dan bisa berorganisasi. Kehidupan bermasyarakat perlu ditata secara bersama-sama dan teratur. Ini perlu melibatkan banyak orang. Kalau demikian, berorganisasi itu penting untuk dilaksanakan. Orang yang tidak bisa dan tidak biasa berorganisasi, akan mengalami kesulitan dalam membangun kerjasama baik i tingkat daerah, di tingkat nasional maupun internasional.

9. Sudah mempunyai pekerjaan. Kursi di DPR bukanlah lapangan kerja dengan gaji besar. Mereka yang dipilih dan diberi gaji besar karena harus memikirkan kepentingan masyarakat, daerah dan negara. Aspirasi dan kebutuhan masyarkat, digodog, dirumuskan secara jelas dan kemudian dijadikan program pembangunnan.

10. Caon-calon harus mempunyai kepribadian yang baik: setia, jujur, rendah hati dan rela mendaengarkan masyarakat yang mereka wakili.

11. Mereka berjiwa 100 % nasionalis dan 100 persen katolik

Uskup mengingatkan pula bahwa jabatan di DPR bukanlah jabatan untuk seumur hidup. Jabatan itu adalah jabatan bergilir. Sekarang yang duduk di DPR adalah A, pada periode berikutnya B yang maju. Maka, tidak usah berebutan di dalam partai yang sama. Berusahalah untuk saling mendukung, bukan saling merendahkan dan berlaku curang.

Buatlah kontrak politik secara tertulis dengan masyarat. Misalnya, pertama: bila saya terpilih menjadi anggota SPR, saya akan rajin mengunjungi masyarakat pendukung saya. Lalu, buatlah jadwal kunjungan yang jelas bagi mereka, dan bagikan jadwal itu kepada para pendukung mereka. Kedua: saya akan berusaha agar sekolah di SD X mempunyai guru yang lengkap (6 orang). Kontrak politik dengan masyarkat tidak usah banyak-banyak. Cukup dua namun dilaksanakan dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab.

Pada acara ramah tamah, turut memberikan sambutan pula Asisten III Kabupaten Merauke, ibu Tien Basik-basik. Beliau mengucapkan selamat atas peresmian gereja baru, dan bertekad untuk meneruskan apa yang masih dibutuhkan oleh paroki kepada Bapak Bupati. Acara ramah tamah ini, ditutup dengan makan siang bersama.

Komentar

Postingan Populer