LEBIH MULIA
RENUNGAN HARIAN
TGL 3 SEPT 26
Hari ini kita memperingati 1 orang kudus, yaitu st. Gregorius Agung. Paus dan Pujangga Gereja. Dia lahir th 540 di Roma dr keluarga kaya raya. ibunya dihormari sbg org kudus. Pada usia 33th dia menjadi prefek kota Roma. Jabatan politik itu, dia tinggalkan karena dia bertekad hidup membiara. Dia dipilih sbg Abas th 586, dan berjuang utk membebaskan kaum budak. Th 590 dia dipilih menjadi Paus, dan berjuang utk membebaskan kaum miskin dan budak. Sbg Paus beliau menyebut diri "hamba dari para hamba Allah". Karena tulisan2nya yg berbobot beliau diberi gelar Pujangga Gereja. Beliau wafat th 604.
Melalui 2Kor
4: 1-2.5-7 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, oleh kemurahan Allah kami telah
menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Kami menolak segala
perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak
memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan
demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di
hadapan Allah.
Lukas dalam
injilnya (22: 24-30) mewartakan: Ketika itu, terjadilah pertengkaran di antara
para murid Yesus, ttg siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja para bangsa memerintah rakyat
mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut para
pelindung. Sedangkan kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara
kamu hendaklah menjadi yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.
Siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Meski demikian, Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan. Kamulah yang tetap tinggal bersama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami. Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti BapaKu menentukannya bagiKu. Bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam KerajaanKu dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi dua belas suku Israel.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Sebagaimana Paulus bertindak tulus dan terbuka bhw dia menerima tugas pelayanan itu dari Allah shg hidupnya dibaktikan utk melayani sesama, demikian pula Paus Gregorius. Dia membela kaum miskin dan budak. Hendaknya kita pun bertekad utk menolong mrk yg miskin dan tidak berdaya dg rela hati.
2. Meski Yesus adalah Anak Allah, tokh menyamakan diriNya dg para pelayan melalui tindakanNya yg mudah disapa, tidak menuntut upah, mau jalan kaki bersama para muridNya, bahkan mencuci kaki para muridNya. Tindakan itu ternyata *tidak merendahkan martabatNya*. Hendaknya kita sadar bhw meski hadir di antara org miskin, makan seadanya, berpakaian biasa2, mencuci piring, membersihkan halaman rumah dll, kegiatan itu tidak menurunkan nilai martabat kita. Di hadapan banyak orang, hidup kita malah lebih mulia. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar