KEBERANIAN DAN KETAATAN
RENUNGAN HARIAN
TGL 8 SEPT 26
Hari ini kita
merayakan pesta kelahiran Bunda Maria. Beliau lahir dr orangtua yg bernama
Yoakhim dan Anna. Mrk adalah orangtua yg saleh dan taat kpd hukum Taurat. Meski
nama mrk tidak disebut dalam KS, mrk telah turut serta dalan karya keselamatan
Tuhan. Pesta ini baru dirayakan sejak abad ke 6, sbg ungkapan syukur dan hormat
umat Allah kpd Maria yg telah melahirkan Yesus - Penyelamat dunia.
Dalam Mik 5: 1-4a dikisahkan beginilah firman Tuhan: Hai Betlehem di Efrata, engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, darimu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya. Mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.
Matius
dalam injilnya (1: 18-23) mewartakan: Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti
berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia
mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena
Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama
isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Bagi manusia, org kecil /apa yg kecil, tidak terkenal dan tidak menjanjikan, sering disepekan atau bahkan ditinggalkan. Tidak demikian adanya, bagi Allah. Meski kecil dan tidak menarik, di tangan Tuhan, mrk akan punya arti dan peran yg besar bagi kehidupan umat manusia. Mrk tetap berharga. Kita pun digugah utk menghargai dan mencintai mrk, serta dalam nama Tuhan mengikutsertakan mrk dalam sejarah keselamatan, bukan hanya melibatkan yg besar2, menarik dan memberikan imbalan.
2. Keberanian dan ketaatan Maria kpd kehendak dan rencana Allah, dg mengorbankan aneka perasaan yg bergemuruh di dalam batinnya, kesiapannya menghadapi Yusuf - tunangannya - dan "komentar-2 miring karena dia hamil sebelum menikah. Hal itu di satu sisi merupakan beban kejiwaan yg amat berat, di sisi lain berbuah manis.
Bahkan sampai
hari ini aneka gelar dan rasa hormat dan syukur diberikan kepadanya. Dia
dinyatakan dikandung tanpa noda dosa, diangkat ke surga dg mulia, dan menjadi
bunda Allah - bunda Gereja. Serta melalui Yesus, Anaknya, dia menjadi perantara
Allah dan manusia.
Hari lahirnya
pun dirayakan umat Allah dg sukacita di seluruh dunia. Hendaknya kita tidak
serta merta menolak tugas / perutusan / tanggung jawab yg berat sebagaimana
diteladankan bunda Maria. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar