ADA 613 HUKUM
RENUNGAN HARIAN
TGL 4 JUNI 26
Melalui 2Tim
2: 8-15 Paulus menyapa Timoteus: Sdrku yg terkasih, ingatlah ini: Yesus
Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan
sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena
pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang
penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar
menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga
mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya." Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
Markus dalam injilnya (12: 28b-34) mewartakan: Pada waktu itu, datanglah seorang ahli taurat kepada Yesus dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Lalu kata ahli Taurat itu: "Tepat sekali, Guru, benar kataMu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, lalu Ia berkata: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Paulus menyatakan dg terus terang kpd muridnya / anaknya yg terkasih, bhw sbg utusan Kristus, dia difitnah, disengsarakan dan dibelenggu namun firman Allah tidak. FirmanNya bahkan bisa mencapai banyak bangsa. Kuasa dan kerahimanNya tidak bisa dibatasi / dikurung oleh siapa pun, meski tampaknya manusia menolak Allah dan karuniaNya.
2. Seorang ahli taurat bertanya kpd Yesus ttg manakah hukum yg utama. Yesus tahu bhw org itu bertanya dg jujur, karena dia sedang bingung. Menurut Rabi Hilel (abad pertama SM) di Taurat ada 613 hukum, shg bagi dia tidak jelas mana hukum yg utama. Ada 248 hukum ttg apa yg harus dilakukan, dan ada 365 larangan. Maka Yesus dg tenang dan sabar menjawab pertanyaan itu. Hukum yg utama adalah kasih kpd Tuhan, dan yg kedua ialah "kasih kpd sesama". Hendaknya kita pun menjawab dg tenang dan sabar kpd mrk yg bingung, ingin mendalami iman, atau berdialog atau bertanya dg tulus dan jujur, meski tidak seiman dg kita. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar