KERAGUAN DILENYAPKAN

 RENUNGAN HARIAN

TGL 12 APRIL 26

 

HARI INI KITA MERAYAKAN HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI

 

Dalam Kis 2: 42 - 47 dikisahkan: Umat yg percaya kepada Kristus, bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sementara itu para rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan mereka yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. 

 

Melalui 1Ptr 1: 3-9, Petrus menyatakan: Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Kamu, dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 

Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. Sekalipun belum pernah melihat Dia, kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 

 

Yohanes dalam injilnya (20: 19 - 31) mewartakan: Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah para murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka seraya berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tanganNya dan lambungNya kepada mereka. 

Para murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." 

Sementara itu Tomas, seorang dari 12 murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata para murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Lalu Tomas berkata: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 

Delapan hari kemudian para murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus: "Karena telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." 

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata para muridNya, yang tidak tercatat di dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya.

 

Hikmah yg dpt kita petik: 

1. Minggu Kerahiman Ilahi, yang dirayakan pada hari Minggu setelah Paskah, merupakan pengingat yang mendalam akan kasih dan pengampunan Allah yang tak pernah gagal. Perayaan istimewa ini mengajak kita untuk sepenuhnya percaya kepada Yesus, yang belas kasih-Nya tak terbatas. Dalam serangkaian wahyu kepada Santa Maria Faustina Kowalska pada tahun 1930-an, Tuhan kita menyerukan agar dirayakan hari raya khusus pada hari Minggu setelah Paskah. 

Saat ini, kita mengenal hari raya itu sebagai Minggu Kerahiman Ilahi, yang ditetapkan oleh Paus Santo Yohanes Paulus II pada kanonisasi Santa Faustina pada tanggal 30 April 2000. Tuhan menyatakan kehendak-Nya mengenai hari raya ini dalam wahyu pertama-Nya kepada Santa Faustina. Wahyu yang paling utama dapat ditemukan dalam catatan hariannya nomor 699. 

Minggu Kerahiman Ilahi BUKAN perayaan yang hanya didasarkan pada wahyu Santa Faustina. Memang, perayaan ini bukan terutama tentang Santa Faustina — dan juga bukan perayaan yang sepenuhnya baru. Minggu Kedua Paskah sudah menjadi perayaan yang khidmat sebagai Hari Oktaf Paskah, namun, judul "Minggu Kerahiman Ilahi" memang menyoroti makna hari tersebut. 

Pesan dan Devosi Kerahiman Ilahi

Pesan Kerahiman Ilahi itu sederhana. Yaitu bahwa Tuhan mengasihi kita – kita semua. Dan, Dia ingin kita menyadari bahwa rahmat-Nya lebih besar daripada dosa-dosa kita, sehingga kita akan memohon kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima rahmat-Nya, dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada orang lain. Dengan demikian, semua orang akan turut merasakan sukacita-Nya. 

Pesan Kerahiman Ilahi adalah pesan yang dapat kita ingat hanya dengan mengingat ABC: 

A - Memohon Kerahiman-Nya. Tuhan ingin kita selalu mendekati-Nya dalam doa, bertobat dari dosa-dosa kita dan memohon kepada-Nya untuk mencurahkan kerahiman-Nya kepada kita dan kepada seluruh dunia. 

B - Berbelas kasih. Tuhan ingin kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada orang lain. Dia ingin kita memberikan kasih dan pengampunan kepada orang lain seperti yang Dia lakukan kepada kita. 

C - Percaya sepenuhnya kepada Yesus. Tuhan ingin kita tahu bahwa semua rahmat belas kasih-Nya hanya dapat diterima melalui kepercayaan kita. Semakin kita membuka pintu hati dan hidup kita kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, semakin banyak rahmat yang dapat kita terima.

2. Tomas rasul yg amat tidak percaya bhw Yesus telah bangkit dan menuntut bukti nyata dg cara memasukkan jarinya ke luka2 Yesus, benar2 mengalami kerahimanNya. Dia didekati Yesus, dan kepadanya Yesus menyapa secara pribadi, dan menunjukkan luka2Nya. Dg demikian, tuntutan Tomas dikabulkan Yesus, keraguannya dilenyapkan dan imannya dikuatkan. Semoga kita pun pada hari ini mengalami kerahiman itu, melalui sabdaNya dan TubuhNya dalam ekaristi yg kita rayakan. AMIN. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer