HUKUM TAURAT
RENUNGAN
HARIAN
TGL 11 MARET
26
Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata para bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepadaNya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
Sebaliknya, waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan cucu cicitmu semuanya itu.
Matius dalam
injilnya (5: 17-19) mewartakan sabda Yesus: "Janganlah kamu menyangka,
bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang
bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu
titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya
terjadi.
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga. Dan siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Musa sbg orang kepercayaan Allah tetap bertanggung jawab dan termotivasi utk menyerukan dan mengulangi lagi *perintah Allah* agar hidup bangsanya dan anak cucu mereka terjamin dan bahagia. Musa memberi teladan bhw meski ada Harun dan tua2 Israel yg menyertai dia, tanggung jawab tetap ada di tangannya. Itu berarti kesuksesan dan kegagalan anak buah tetap ada di tangan pemimpin. Tidak adil dan tidak benar bila sukses itu kesuksesan pemimpin, dan bila gagal / salah, itu tanggung jawab anak buah.
2. Yesus datang utk menggenapi / menyempurnakan Taurat (= hukum yg sudah dihidupi), bahkan membela hukum itu terhadap keputusan pihak-pihak yg dg sewenang-wenang hendak mengganti / menguranginya. Dia sendiri butuh waktu 30 tahun utk memahami hukum itu, sebelum menggenapinya. Menghormati dan melakukan hukum / kearifan lokal masyarakat setempat, adalah langkah / sikap yg bijaksana. Jangan terburu-buru utk membuat perubahan / penyempurnaan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar