TANPA EMBEL-EMBEL
RENUNGAN HARIAN
TGL 3 MEI 26
Dalam Kis 6:
1-7 dikisahkan: Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah
sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap
orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada para janda mereka diabaikan dalam
pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu 12 rasul itu memanggil semua murid
berkumpul. Mrk berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan
Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh
orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya
kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat
memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul, lalu para rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Melalui 1Ptr 2: 4-9 Petrus menyapa umatnya: Sdr-2, datanglah kepada Yesus, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Ada tertulis di dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan." Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh para tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Mereka tersandung padanya, karena tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. Sebaliknya kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.
Yohanes dalam injilnya (14: 1-12) mewartakan, dalam amanat perpisahanNya, Yesus bersabda: Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Tanya Tomas: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya. Percayalah kepadaKu, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu, sebab Aku pergi kepada Bapa.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Roh Kudus yg telah memberi semangat kpd para rasul utk mewartakan firman, mengingatkan mrk juga agar memperhatikan kebutuhan hidup umatnya, khususnya kebutuhan hidup para janda. Roh yg sama juga mengarahkan para rasul agar fokus pada pelayanan firman dan melibatkan umat beriman utk pelayanan d bidang sosial ekonomi. Hendaknya kita sepakat bhw 2 bidang pelayanan itu penting dan sdh sepatutnya utk dilaksanakan dg baik dan setia.
2. Yesus menegaskan bhw Bapa dan Dia adalah satu. Karena waktu utk melakukan tugasNya di dunia, sudah selesai, Dia kembali kpd BapaNya, utk menyediakan tempat bagi kita. Siapakah kita shg Yesus- Anak Allah dan Tuhan, rela menjadi "pelayan / hamba" kita ? Hendaknya teladan itu, menggugah kita utk semakin rendah hati dan siap melayani tanpa embel2 kepentingan pribadi demi kebaikan hidup sesama kita. Amin. (Mgr Nico Adi MSC)
Komentar