KEBANGKITAN ORANG MATI
RENUNGAN HARIAN
TGL 21 MEI 26
Dalam Kis 22:
30.31: 6-11 dikisahkan: Pada waktu itu, kepala pasukan itu ingin mengetahui
dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Maka, pada
keesokan harinya ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan,
supaya para imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa
Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka.
Karena Paulus tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian lain termasuk golongan orang Farisi, ia berseru di Mahkamah Agama itu: "Hai sdr-2ku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi. Aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharapkan kebangkitan orang mati." Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Kaum Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi kaum Farisi mengakui dua-duanya. Maka terjadilah keributan besar.
Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras: "Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya." Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan untuk turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka dan membawanya ke markas. Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisi Paulus dan berkata: "Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma."
Yohanes dalam injilnya (17: 20-26) mewartakan doa Yesus kpd BapaNya: "Ya Bapa, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-2 yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberitahukan namaMu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepadaKu ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Paulus dg jeli dan cermat menemukan "jalan terang" utk meredakan / menjauhkan pertentangan antara dirinya dan para musuhnya, yaitu "bahwa dirinya mengharapkan kebangkitan orang mati". Dia percaya bahwa di dalam Yesus ada kebangkitan. Kesaksiannya akan kebangkitan itu diteguhkan Yesus yg menampakkan diri kepadanya. Maka hendaknya kita pun percaya bhw dalam Yesus ada kebangkitan, baik di segi jasmani, maupun segi jiwa dan rohani. Badan yg sakit / loyo dipulihkan, jiwa yg sakit / terpuruk, disembuh / dikuatkan dan rohani yg lelah dan kekeringan disegarkan.
2. Yesus berdoa agar di mana pun Dia berada, umatNya / domba-2Nya juga berada. Dia memikirkan dan memelihara kehidupan dan kedamaian umatNya agar mrk hidup bahagia selamanya. Hendaknya kita pun terus berusaha agar sesama / keluarga-2 dan mrk yg ada di sekitar kita hidup dalam damai sejahtera. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar