ROH ALLAH
RENUNGAN HARIAN
TGL 22 MARET 26
Dalam Yeh 37: 12-14 dikisahkan beginilah
firman Tuhan: Bernubuatlah dan katakan kepada Israel: Hai umatKu, sungguh, Aku
membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, dari dalamnya, dan Aku akan
membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada
saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umatKu, dari
dalamnya. Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan
Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa
Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman
TUHAN."
Paulus melalui Rom 8: 8-11 menyapa umatnya: Sdr-2, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Sebaliknya, kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Dan jika Kristus ada di dalam kamu, tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh RohNya, yang diam di dalam kamu.
Yohanes dalam injilnya (11: 3-7.17.20-27.33b-45) mewartakan: Pada waktu Lazarus jatuh sakit, 2 saudarinya, Marta dan Maria, mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Meski demikian setelah didengarNya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada. Sesudah itu Ia berkata kepada para muridNya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea." Ketika Yesus tiba, didapatiNya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
Waktu Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkanNya, tetapi Maria tinggal di rumah. Kata Marta: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati, tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepadaMu segala sesuatu yang Engkau minta kepadaNya." Kata Yesus: "Saudaramu akan bangkit."
Kata Marta: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasihNya kepadanya!" Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu.
Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Maka mereka mengangkat batu itu.
Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepadaNya.
Hikmah yg dpt kita petik:
1. Yeheskiel dg jelas menyatakan bhw Allah berkehendak dan berkuasa utk membangkitkan org mati. Bukan hanya itu, Dia juga memberikan RohNya shg mereka hidup. Hendaknya kita sungguh percaya bhw Allah kita adalah Allah yg hidup, dan kita hidup karena RohNya yg ada di dalam diri kita. Maka, kita dipanggil dan diingatkan agar kita hidup sesuai dg Roh Allah itu, yaitu hidup dalam kekudusan.
2. Melalui injilnya Yohanes memberikan kesaksian bhw Allah yg hidup itu hadir dalam diri Kristus. Dan bagi Allah, meski org itu sudah mati 3 hari atau 10 hari atau sekian lama, kuasa utk menghidupkan dia kembali, tetap sama. Allah dan kuasaNya tidak dibatasi oleh waktu atau tempat. Hendaknya kita selalu bersyukur bhw kita diberi Roh Allah dan dibela olehNya agar kita tetap hidup dalam persahabatan dg Dia dan sesama. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar