DUA ORANG PENTING JATUH

 RENUNGAN HARIAN

TGL 31 MARET 26

 

Dalam Yes 49: 1-6 diserukan: Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tanganNya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panahNya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hambaKu, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagunganKu." Sebaliknya, aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." 

Maka sekarang TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hambaNya, untuk mengembalikan Yakub kepadaNya, dan supaya Israel dikumpulkan kepadaNya — maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku, berfirman: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi para bangsa supaya keselamatanKu sampai ke ujung bumi."  

 

Yohanes dalam injilnya (13: 21-33.36-38) mewartakan: Pada waktu itu, Yesus sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Lalu para murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkanNya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihiNya, bersandar dekat kepadaNya, di sebelah kananNya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkanNya!" Murid yang duduk di dekat Yesus itu berpaling dan bertanya kepadaNya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." 

Sesudah berkata demikian Yesus mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 

Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diriNya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anakKu, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. 

Simon Petrus bertanya kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagiMu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagiKu? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Yesaya yg telah dipilih dan dipanggil Tuhan sejak ada di dalam kandungan ibunya, merasa bhw panggilannya itu sia-sia dan tidak ada hasil apa pun. Ternyata "apa yg menurut Yesaya gagal, tidak menjadi alasan bagi Allah utk "mencabut anugerah itu". Dia malah dianugerahi rahmat yg lebih besar "menjadi terang bagi para bangsa". Mengapa demikian ? Bagi Tuhan bukan prestasi / keberhasilan / harta /ketenaran yg diutamakan, tetapi kesetiaan dan pengabdian org itu. 

2. Pada hari2 menjelang sengsaraNya, Yesus "dikhianati oleh 2 orang muridNya yaitu Yudas Iskariot dan Petrus. Dua-duanya adalah orang2 yg punya peran penting. Yudas sbg bendahara, dan Petrus adalah pemimpin para rasul. Maka hendaknya kita sadar bhw uang /fasilitas dan kedudukan penting di bidang apa apun, dpt menjadi pintu masuk utk "berkhianat". Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer