CURANG

 RENUNGAN HARIAN

TGL 6 NOV 26

 

Melalui Filp 3: 17-4:1 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. 

Dia akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia, menurut kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya. Karena itu, sdr-2 yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan. 

 

Lukas dalam injilnya (16: 1-8) mewartakan: Ketika itu, Yesus berkata kepada para muridNya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepada bendahara itu disampaikan tuduhan, bahwa ia itu menghamburkan milik tuannya. Lalu tuan memanggil bendahara itu dan berkata: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 

Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Memang anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

 

Hikmah yg dpt kita petik:

1. Paulus benar2 menunjukkan bhw dirinya adalah seorang gembala yg peduli pada kebaikan hidup dan keselamatan umatnya. Ia mendorong mereka agar hidup dalam lindungan dan kasih Kristus dg teguh. Kita berkewajiban utk menyiapkan anak, cucu, komunitas, masyarakat agar hidup dalam kasih dan kebenaran, serta menjadi orang2 yg hebat utk membangun keluarga, masyarakat dan bangsa. 

2. Bendahara itu meski "curang" tetapi dipuji karena dalam keadaan darurat, dia berpikir dan meyakini bhw hidup, masa depannya dan persaudaraan jauh lebih penting dan berharga drpd kecurangan itu. Dia bukan ingin / berniat utk berbuat "curang" tetapi menghargai hidup, masa depan. Dia tidak menyerah pada keadaan dan yakin bhw jalan org jujur tetap berkenan di hadapan Tuhan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).

 

Komentar

Postingan Populer