KEKUASAAN
RENUNGAN HARIAN
TGL 29 APRIL
26
Hari ini kita
memperingati 1 orang kudus yaitu St. Katarina dr Siena. Dia lahir di kota Siena
- Italia Utara. Dia tidak bersekolah shg tidak pandai menulis / membaca. Ketika
berumur 6th dia mendapat penglihatan yaitu melihat Kristus yg berdiri di atas
gereja st. Dominikus dan memberkati dirinya. Sejak saat itu dia menjadi pendoa.
Perilakunya ini membuat orangtuanya mengijinkan dia utk masuk biara meski
usianya baru 15th.
Kehidupannya yg demikian itu menarik perhatian dr para sr di biara itu. Pada masa itu, situasi gereja sedang kacau balau. Para imam tidak menampakkan citra yg baik. Dia kemudian menemui Paus yg tinggal di Avignon - Perancis dan mendorong beliau utk kembali ke Roma Italia. Dia amat berperan dalam pembaharuan kerohanian gereja. Dia menulis banyak ajaran yg turut mengembangkan kehidupan umat beriman. Maka dia digelari pujangga gereja. Dia meninggal th 1380 dalam usia 33th.
Melalui 1Yoh
1: 5 - 2:2 Yohanes menyapa umatnya: Sdr-2, inilah berita, yang telah kami
dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah
terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan,
bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan,
kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
Sebaliknya, jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berbuat dosa, kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita.
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Matius dalam injilnya (11: 25-30) mewartakan: Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan."
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Katarina kecil tidak bersekolah, shg tidak tahu membaca dan menulis, tokh sejak usia 6th dia telah mengimani Kristus, bahkan melihat penampakan Yesus. Hidup rohaninya luar biasa shg diijinkan masuk biara meski umurnya baeu 15th. Di biara dia membuat banyak pembaharuan, bahkan berhasil mendorong Paus utk kembali dari Avignon (Perancis) - ke Roma (Itali). Dia karena kuasa Allah sejak muda telah menjadi terang Kristus bagi gereja dan para klerus pada masa itu. Kalau Tuhan memilih, meski org itu tidak sekolah, bukan dari kalangan atas, banyak hal penting dapat dibaharui dan dikuduskan melalui dirinya. Tuhan berkuasa utk melakukan hal-hal besar melalui orang2 kecil.
2. Yesus bersyukur bhw Bapa memberikan anugerah besar kpd orsng2 kecil shg mereka melihat keagungan Tuhan. Orang2 kecil yg sering dipinggirkan / ditolak atau bahkan tidak diperhitungkan, malah dipilih Tuhan, agar tidak ada seorangpun yg menyombongkan diri di hadapanNya. Kekuasaan, egoisme dan kesombongan, sering menutup hati org utk menerima dan percaya kpd Tuhan, padahal manusia adalah ciptaanNya yg penuh dg kekurangan dan keterbatasan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC)
Komentar