PERILAKU
RENUNGAN HARIAN
TGL 15 JULI 25
Hari ini kita memperingati 1 orang kudus yaitu st. BONAVENTURA. Nama "Bonaventura" (=kejadian yg baik) adalah nama pemberian Fransiskus Asisi ketika orang muda ini bergabung ke Ordo Fransiskan. Ia belajar filsafat dan teologi dg hasil yg amat baik. Karena prestasinya itu, dia dipilih utk menjadi minister jendral sebanyak 9 kali berturut-turut. Kemudian dia dipilih utk menjadi uskup dan Kardinal. Ketika menghadiri Konsili di Lyon, th 1274 beliau meninggal.
Melalui Ef 3:
14-19 Paulus menyapa umatnya: Sdr-2, aku sujud di hadapan Bapa, yang dariNya
semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa
supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh
RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan
kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Aku berdoa, supaya kamu bersama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya, tinggi dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Matius dalam injilnya (23: 8-12) mewartakan sabda Yesus kepada para muridNya: "Janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Hikmah yg dpt
kita petik:
1. Terpilihnya Bonaventura menjadi *minister jenderal (pemimpin umum)* sebanyak 9 kali berturut-turut, merupakan tanda bhw beliau dikaruniai talenta yg amat besar. Dan talenta itu beliau pergunakan utk membaharui dan menghidupkan ordo yg dipimpinnya. Lalu sbg uskup, beliau pakai utk menuntun dan mendoakan umatnya shg mrk mengalami betapa dalam dan luas kasih Allah kpd mereka. Semoga para utusan Tuhan (piko, guru, ketua lingkungan, prodiakon, pemimpin lembaga dll) berbuat demikian.
2. Yesus mengingatkan umatNya, khususnya para muridNya utk menghindari sebutan "rabi, bapa dan pemimpin", karena mungkin sekali pd saat itu "sebutan-2 itu dipakai utk mencari uang, kedudukan dan popularitas". Kualitas dan integritas pribadi sering dilupakan, karena org mengejar kenikmatan dan harta melalui jalan / cara yg curang. Meski kita skg "boleh / sering mendengar sebutan nabi, bapa dan pemimpin", di masyarakat, hendaknya perilaku yg baik, benar, bijaksana dan adil, tetap dilaksanakan. Amin. (Mgr Nico Adi MSC).
Komentar